Data Corona Indonesia

Terkonfirmasi
4,181,309
+3,145
Meninggal
139,919
+237
Sembuh
3,968,152
Active
73,238
Last updated: 17 September 2021 - 4:53 am (+07:00)

Data Corona Selengkapnya Klik di Sini

Indonesia
Terkonfirmasi 4,181,309 +3,145 new today Meninggal 139,919 +237 new today Sembuh 3,968,152 Active: 73,238 Last updated: 17 September 2021 - 4:53 am (+07:00)
Link 

Banner
61

Masuk Pandemi dan PPKM, Penjual Hewan Qurban Menjerit Menurun Hingga 30 Persen

  • Bagikan

Cisarua, BANGBARA.COM. – Suasana pandemi Covid-19 ditambah adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, membuat para penjual hewan qurban di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjerit akibat penurunan penjualan.

Hal ini diungkapkan Tatang Sukanda, salah seorang penjual hewan qurban di Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, saat ditemui langsung Bangbara, Sabtu, (17/07/2021).

Tatang Sukanda, penjual hewan qurban. (foto: Abdul).
Tatang Sukanda, penjual hewan qurban. (foto: Abdul).

“Menjelang Idul Adha tahun ini penjualan mengalami penurunan antara 20-30 persen. Sapi masih agak mendingan, cuma yang paling parah kambing yang sampai hari ini belum mencapai target penjualan”, jelas Tatang.

Untuk hewan qurban yang dijual di tempatnya, Tatang menjelaskan untuk sapi berasal dari Reces dan Jawa Timur, sedangkan untuk kambing berasal dari Tasik, Sumedang, dan kawasan Bandung.

Sapi hewan qurban. (foto: Abdul).
Sapi hewan qurban. (foto: Abdul).

“Saat ini jenis Reces dan jawa sama banyak peminatnya. Untuk harga, Sapi Reces yang paling kevil itu Rp15 juta, sedangkan Sapi Jawa yang paling kecil harganya Rp18 juta”, terangnya.

Tatang menjamin semua hewan qurban yang dijualnya dalam kondisi sehat dan sudah diperiksa oleh Dinas Peternakan selaku Instansi yang berwenang.

Hewan qurban yang diberi label sehat. (foto: Abdul).
Hewan qurban yang diberi label sehat. (foto: Abdul).

“Alhamdulillah semuanya sehat dan sudah diperiksa oleh Dinas Peternakan dan diberi label sehat. Cara membedakan Sapi sehat dan sakit yang paling mudah itu dari bulunya. Kalau sapi sehat bulunya mengkilat dan tidur, sedang yang sakit kusam dan berdiri”, pungkasnya.

Tatang bersama rekan pedagang lainya berharap Pandemi agar segera berakhir, sekaligus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Untuk dapat mengembalikan kondisi ekonomi masyarakat lebih normal kembali. (Abdul)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *