oleh

Masuk New Normal, Angka Perceraian di KBB Melonjak Hingga 464 Perkara

Link Banner

Padalarang, BANGBARA.COM. – Selama masa pandemi Covid-19, angka gugatan perceraian di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencapai 1.763 kasus dan menunjukkan kenaikan yang drastis pada bulan Juni 2020.

“Dari bulan Januari s.d Mei 2020 terlihat penurunan cukup signifikan, namun pada bulan Juni tiba-tiba melonjak sangat tinggi”, ujar Ridwan Cahyadi Banyuaji, Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama KBB saat di konfirmasi oleh Bangbara.com, Sabtu (04/07/2020).

Link Banner

Menurut Ridwan, berdasarkan data yang diterima Pengadilan Agama Ngamprah, pada Januari terdapat 522 perkara, Februari 347 perkara, Maret 261 perkara, April 101 perkara, Mei 68 perkara, dan di bulan Juni menjadi 464 perkara.

Terkait pelonjakan angka perceraian di bulan Juni, Ridwan tidak memungkiri bahwa salah satu alasan yang paling banyak sebagai penyebab terjadi perceraian adalah permasalahan ekonomi.

Ridwan Cahyadi Banyuaji, SHI. MM Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Ngamprah, KBB.
Ridwan Cahyadi Banyuaji, Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Ngamprah, KBB.

“Tidak bisa dipungkiri ketika pandemi Covid-19 ini, faktor ekonomi menjadi alasan paling banyak terjadi penyebab perceraian, selain ada beberapa faktor lainnya juga. Karena saat Covid-19 ini kan banyak yang tidak bisa bekerja hingga berpengaruh dalam rumah tangga”, lanjutnya.

Ketika disinggung mengapa di bulan-bulan sebelumnya tren perceraian bisa menurun namun tiba-tiba melonjak di bulan Juni, Ridwan menyebut situasi mulai diberlakukannnya New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) juga tampaknya jadi salah satu faktor pendukung.

Dilanjutkannya, saat masih diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), masyarakat banyak yang diam di rumah dan jika ingin mengajukan gugatan perceraian pendaftaran harus melalui online (Aplikasi E-Court) sebagai cara mendukung PSBB, dimana tidak semua masyarakat mempunyai Email sebagai syarat utama pendaftaran.

“Namun mungkin begitu New Normal atau AKB diberlakukan, masyarakat sudah berani keluar rumah untuk langsung mendaftarkan gugagatan perceraian ke Pengadilan Agama karena faktor ekonomi yang mungkin sudah memuncak tadi”, pungkasnya.

Baca Juga,  Pelaku Penipuan dan Pemerkosaan Berkedok Lowongan Kerja Diringkus Polres Cimahi

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed