oleh

Lipsus Bag 4: Ternyata Ada Negeri di Atas Awan di Cipongkor, Disparbud KBB Belum Tertarik Untuk Melirik?

Link Banner

Cipongkor, BANGBARA.COM. – Berbicara seputar Destinasi Wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB), sepertinya tidak akan pernah ada habisnya, karena banyak potensi yang bagus dijadikan wisata yang sangat menarik di KBB.

Salah satunya sebuah Wisata Religi yang letaknya di Gunung Masigit di Kampung Cilimus, Desa Sarinagen, KBB ini, ada hal yang sangat menarik selain nuansa religinya, karena terdapat juga Wisata Alam dengan keindahan yang sangat luar biasa.

Link Banner
Link Banner
Salah satu spot Objek Wisata Religi Gunung Masigit yang terletak di Kampung Cilimus, Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor, KBB.
Salah satu spot Objek Wisata Religi Gunung Masigit yang terletak di Kampung Cilimus, Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor, KBB.

Saat berada diatas puncak Gunung Masigit ini, ternyata ada gumpalan awan di kaki kita pada jam-jam tertentu, sehingga banyak para pencinta alam menyebutkan Gunung ini menjadi Negeri di Atas Awan.

Namun tetap saja kondisi pelestarian keindahan alam ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa ada peran serta pemerintah, khususnya Dinas terkait yaitu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB yang notabene wajib menangani hal ini.

Nampak dalam beberapa kegiatan Disparbud KBB memang sedang menggaungkan wisata, namun hanya nampak fokus pada wisata yang besar saja tanpa mencoba dengan cara jemput bola untuk mencari ratusan titik calon lokasi wisata yang tersedia di KBB.

Pengunjung berfoto di Objek Wisata Religi Gunung Masigit yang terletak di Kampung Cilimus, Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor, KBB.
Pengunjung berfoto di Objek Wisata Religi Gunung Masigit yang terletak di Kampung Cilimus, Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor, KBB.

Kembali pada lokasi Gunung Masigit sendiri menurut masyarakat sekitar memiliki sejarah dimana konon dulu merupakan tempat petilasan (tempat bersemedi) para Wali Allah, dan juga terdapat sebuah makam namun belum diketahui makam Wali Allah yang mana.

Selain dari wisata berupa keindahan alam, terdapat juga budaya perkampungan, maupun warga Desa yang sangat erat, sehingga perlu adanya pelestarian serta pembinaan dari Disparbud KBB.

Baca Juga,  Ternyata Tugas UPT Kebersihan KBB Tidak Sederhana dengan Segala Keterbatasan, Begini Ceritanya

Tim Bangbara mencoba menelusuri ke Lokasi ditemani oleh Camat Cipongkor, Kepala Desa, atusan warga dari gabungan Komunitas, para sesepuh Desa, dan Kecamatan, yang mendampingi saat pembuatan Video Vlog Bangbara.

Camat Cipongkor, Yayat Ruhyat.
Camat Cipongkor, Yayat Ruhyat.

Camat Cipongkor Yayat Ruhyat sedikit memberi pandangannya saat mengunjungi langsung Gunung Masigit bersama Komunitas dan Kelompok Pencinta Alam, Youtuber, Paguyuban Rajawali, perwakilan Desa, tokoh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), pihak PT Perhutani Bandung Selatan dan termasuk Media Bangbara, pada Minggu (30/08/2020).

Yayat menyebutkan bahwa pihaknya ingin mengembangkang Gunung Masigit sebagai salah satu Objek Wisata Religi di KBB, yang mana pengembangan wisata memang termasuk dalam salah satu program kerjanya.

“Banyak potensi di Cipongkor yang bisa dikembangkan, diantaranya Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM), Home Industri seperti jajanan Kolontong (opak besar bolong bolong), Gula Aren yang di hasilkan dari pelepah pisang, pabrik pembuat golok dan alat-alat untuk pertanian, dan yang pasti salah satunya objek wisata seperti Gunung Masigit ini”, ujarnya

Untuk mengembangkan Gunung Masigit ini, Yayat berencana membuat pelebaran akses jalan yang memang dibutuhkan, karena akses jalan yang ada saat ini hanya berupa jalan kecil yang hanya bisa dilalui oleh motor atau pejalan kaki.

Salah satu spot Objek Wisata Religi Gunung Masigit yang terletak di Kampung Cilimus, Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor, KBB.
Salah satu spot Objek Wisata Religi Gunung Masigit yang terletak di Kampung Cilimus, Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor, KBB.

“Kita ingin nantinya Objek Wisata seluas kurang lebih 400 hektar ini, dapat juga di akses oleh wisatawan yang menggunakan mobil, tidak hanya menggunakan motor dan berjalan kaki seperti saat ini. Selain diperlebar, kita juga ingin jalan yang dibuat nanti menjadi lebih bagus dari yang sekarang”, ujar Yayat kembali.

Menurut Yayat, Gunung Masigit ini adalah salah satunya, karena masih sangat banyak lokasi yang menjadi titik lokasi wisata untuk area selatan Bandung Barat ini.

Baca Juga,  Lagi Tidur Petugas Damkar KBB Ini Dibangunkan Karena ada Kabar Kebakaran, Ehh Ternyata Kena PRANK

Ketua Komunitas Balads Leuweung Asep Hikmatulloh, yang turut hadir dilokasi, ikut berbagi cerita kepada Bangbara yang juga datang ke lokasi, mengenai Objek Wisata Gunung Masigit yang memang sudah cukup lama diketahuinya.

Asep Hikmatulloh, Ketua Komunitas Balads Leuweung.
Asep Hikmatulloh, Ketua Komunitas Balads Leuweung.

“Gunung Masigit ini memang sudah cukup lama didatangi oleh para pecinta penjelajah alam dan ketinggian sejak sebelum berdirinya Komunitas Balads Leuweung tahun 2016 yang merupakan gabungan 3 Komunitas Pecinta Alam, yakni Bopac, Ladog, dan D’bus”, ungkap Asep membuka cerita.

Dilanjutkannya, sejak dahulu walaupun medan di lokasi cukup sulit ditempuh namun cukup banyak yang sudah berhasil mencapai Puncak Gunung Masigit yang mana di Puncaknya tersebut terdapat 3 buah batu besar yang terkenal yakni Batu Paseban, Batu Guan Wahid, dan Batu Korsi.

“Jalur dan akses jalan menuju puncak memang sangat sulit dan tidak mudah. Kami saja saat pertama kali naik membutuhkan waktu sekitar 6 jam berjalan kaki, itupun belum sampai ke puncak Gunung”, cerita pria yang akrab disapa asep Gondrong ini.

Namun Asep menyebut ada hal menarik yang ditemuinya saat pertama kali mengunjungi Gunung Masigit tersebut yang tidak pernah bisa dilupakannya.

Pengunjung berfoto di Objek Wisata Religi Gunung Masigit yang terletak di Kampung Cilimus, Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor, KBB.
Pengunjung berfoto di Objek Wisata Religi Gunung Masigit yang terletak di Kampung Cilimus, Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor, KBB.

“Saat berkunjung pertama kali itu, kami menginap menggunakan tenda di salah satu bukit. Saat bangun di pagi hari, kami disuguhi pemandangan munculnya awan yang mengelilingi Gunung yang membuat kami seolah berada di Negeri di atas awan”, ungkap Asep dengan antusias.

Saat itulah terbersit dalam fikirannya mengapa Gunung Masigit tidak dijadikan Objek Wisata yang dapat dikelola dengan sebenarnya agar semakin banyak orang yang tau tentang keindahan dan pesona yang dimiliki Gunung tersebut.

Baca Juga,  Warga Padalarang Terpapar Covid-19, Pemdes Ajak Para RW Untuk Batasi Kegiatan Keramaian Warga

“Akhirnya bersama teman-teman dari Komunitas Pecinta Alam yang lain dan dibantu Komunitas Motocross Trail, kami mencoba membuka akses jalan dengan menerobos hutan hingga terbentuk jalan setapak seperti yang bisa dilalui saat ini”, terang Asep kembali.

Camat Cipongkor, Yayat ruhyat (kanan) bersama Tim saat meninjau Objek Wisata Religi Gunung Masigit, di Kecamatan Cipongkor, KBB. Minggu (30/08/2020).
Camat Cipongkor, Yayat ruhyat (kanan) bersama Tim saat meninjau Objek Wisata Religi Gunung Masigit, di Kecamatan Cipongkor, KBB. Minggu (30/08/2020).

Asep berharap saat ini agar Pemerintah melalui pihak yang berwenang seperti Disparbud atau yang berwenang lainnya mau membantu mengembangkan Wisata Gunung Masigit ini.

“Kami berharap Disparbud atau pihak berwenang lainnya mau lebih memperhatikan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) disini dengan memberikan pembinaan khusus untuk mengelola dan menjaga Objek Wisata tanpa merusak kelestarian alam”, pungkasnya.

Untuk ke depannya, Asep dan rekan-rekannya juga berharap dinas terkait tidak hanya memikirkan wisata yang swasta yang besar saja, melainkan dapat juga membuka akses wisata baru seperti di Gunung Masigit ini. Dapat menjadi Wisata ruang terbuka hijau sekaligus tempat sakral untuk Wisata Religi.

Hingga kabar ini diterbitkan, saat dihubungi Bangbara, pihak Kepala Disparbud KBB Sri Dustirawati belum memberikan tanggapan rencana untuk kedepannya.

Reporter: Abdul Kholilulloh
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed