oleh

Lipsus Bag-3: Bukan Isapan Jempol, Satu Wisata Baru di Cipongkor Dibuka Lagi, Disparbud KBB Masih Lambat?

Link Banner

Cipongkor, BANGBARA.COM. – Kembali hadir sebuah Destinasi Wisata baru di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tepatnya di Desa Cicangkanghilir.

Terdapat wisata baru bernama Taman Wisata Air Cicangkanghilir, sebuah Destinasi Wisata yang menyediakan berbagai sarana lengkap, sangat cocok untuk keluarga terutama di akhir pekan.

Link Banner
Link Banner

Wisata ini baru saja dibuka sejak usai Lebaran Idul Adha 2020 yang lalu, atau sekitar 1 bulan. Hasil pengembangan kreativitas Desa dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdawis) setempat, menjadikan lokasi ini dapat digunakan untuk wisata.

Beberapa fasilitas yang tersedia diantaranya wisata air, pemancingan, saung, aula, tempat bermain anak, dan kuliner terutama area pembakaran ikan yang memang menjadi ciri khas wilayah Cicangkanghilir.

Taman Wisata Air Cicangkanghilir, Kecamatan Cipongkor, KBB.
Taman Wisata Air Cicangkanghilir, Kecamatan Cipongkor, KBB.

Berikut dengan perencanaan pembangunan waterboom, villa, dan beberapa fasilitas yang akan memanjakan para wisatawan yang ingin berlibur di jalur selatan Bandung Barat.

Lokasi seluas sekitar 8 hektar yang terletak di pinggir jalan PLTA Saguling ini dibangun dengan anggaran sekitar Rp1,5 Milyar menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) dan juga swadaya masyarakat sekitar.

Yang menarik, dalam objek wisata yang dikelola oleh Pokdarwis bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) ini menyediakan 48 kios yang disiapkan untuk seluruh RT/RW yang ada agar bisa berjualan sebagai tambahan income.

Seperti rencana yang sudah dipersiapkan, Camat Cipongkor Yayat Ruhyat saat ditemui nampak semakin menunjukan bukti keseriusanya dan bukan sekedar isapan jempol saja dalam pengelolaan wisata di Kecamatan Cipongkor ini, yang membawa Visi Misi Bupati Umbara dari jargon AKUR nya.

“Alhamdulillah tempat ini baru dibuka setelah Idul Adha kemaren. Jadi mungkin baru ramai di akhir pekan dan yang faham lokasi ini baru masyarakat sekitar saja. Namun saya yakin ke depannya akan bisa semakin berkembang”, ujar Yayat Ruhyat, yang ditemui pada Selasa (11/08/2020).

Baca Juga,  PAD KBB Menipis, Bupati Umbara Pastikan Tidak Akan Berlakukan PSBB
Yayat Ruhyat, Camat Cipongkor, saat berada di Taman Wisata Air Cicangkanghilir, Kecamatan Cipongkor, KBB.
Yayat Ruhyat, Camat Cipongkor, saat berada di Taman Wisata Air Cicangkanghilir, Kecamatan Cipongkor, KBB.

Yayat meyakini, hadirnya Taman Wisata Air Cicangkanghilir ini menjadi salah satu bukti bahwa pihaknya  memang bersemangat menggali potensi terutama wisata yang ada di wilayah Cipongkor.

“Semoga semangat Cipongkor yang menggali potensi wilayah agar bisa menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini, bisa mendapatkan perhatian dan bantuan dari Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) KBB”, ucapnya di akhir perbincangan.

Ditempat yang berbeda Suherman Kepala Desa Cicangkanghilir membenarkan, pihaknya bersama Pokdarwis dan masyarakat setempat bersama-sama membangun wisata Air ini demi kemajuan ekonomi warga.

“Iya kang, Alhamdulillah wisata ini sudah kami buka baru 1 bulan, kami baru saja merintis dan juga belum apa apa kang, dengan anggaran ADD kami manfaatkan demi membuka akses ekonomi bagi masyarakat”, ungkap Suherman, Selasa, (11/08/2020).

Suherman Kepala Desa Cicangkanghilir, saat berada di Taman Wisata Air Cicangkanghilir, Kecamatan Cipongkor, KBB.
Suherman, Kepala Desa Cicangkanghilir, saat berada di Taman Wisata Air Cicangkanghilir, Kecamatan Cipongkor, KBB.

Dengan menggali potensi wisata yang tersimpan di beberapa desa di KBB ternyata dapat memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat. Sehingga akan membuka bentuk-bentuk Ekonomi Kreatif Seperti kuliner, makanan oleh-oleh, maupun lainya.

Hasil krasak krusuk Redaksi Bangbara.com, mendapati kembali sebuah wisata yang baru saja dibuka sejak lebaran Idul Adha 2020 ini, namun lagi-lagi Dinas terkait dari Disparbud KBB belum sama sekali memberikan tanda-tanda perhatian ini.

Butuhnya pembinaan serta permodalan terkait surga wisata yang berada di bumi KBB bagian selatan ini banyak sekali yang perlu di tindak lanjuti. Bukan lagi puluhan, melainkan ratusan titik wisata yang berada di KBB.

Dilokasi yang berbeda lagi salah satu pengurus Pokdarwis menyanyangkan apa yang dilakukan Disparbud KBB yang kurang kooperatif dalam pembinaan maupun memberikan bantuan untuk kemajuan pariwisata di KBB, berikut dengan peningkatan fungsi Kesenian dan kebudayaan.

Baca Juga,  Warga Padalarang Terpapar Covid-19, Pemdes Ajak Para RW Untuk Batasi Kegiatan Keramaian Warga

“Maaf ya kang, kami sih sangat butuh kerjasama dengan Pemda dari Disparbudnya. Tapi selama ini tidak menghasilkan respon yang positif terkait pengembangan wisata kami. Terus aja wisata besar yang dipikirkan. Untuk itu kami bertekad mandiri saja”, kata salah satu Pokdarwis akibat kekecewaannya, yang tidak ingin disebutkan namanya.

Nyata, inilah konsen-konsen Disparbud terkait yang tidak melakukan jemput bola dalam hal pembinaan, maupun hal lain. Pihak dinas akan hadir, dan akan mengunjungi lokasi setelah viral, demikianlah gaya kepemimpinan yang jago bicara dalam seremonial, namun nihil dalam aksi.

Beberapa Pokdarwis yang bersuara memilih untuk kreatif mengembangkan lokasi usahanya tanpa harus bantuan pemerintah. Karena dianggap pembinaan dari dinas terkait tidak memberikan efek yang baik selama ini.

Maju terus Wisata KBB meski tanpa bantuan Disparbud, jangan sampai tergerus termakan waktu yang sia-sia. Pengembangan wisata bagian selatan KBB harus dimulai dari sekarang sambil menunggu pelebaran akses jalan diperbaiki.

Hingga kabar ini terbit, saat dimintai keterangan, pihak Disparbud KBB belum memberikan respon komentarnya kepada Redaksi Bangbara.com.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed