oleh

Lipsus Bag-2: Wisata di Cipongkor KBB Belum Dapat Solusi Ternyata Ini Masalahnya

Link Banner

Cipongkor, BANGBARA.COM. – Banyaknya potensi wilayah yang ada di 14 Desa di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih menunggu nasibnya dapat diperhatikan secepatnya oleh pemerintah daerah KBB.

Potensi jalur selatan KBB tidak kalah dengan potensi yang berada di jalur Utara. Nampaknya ratusan lokasi wisata yang pada akhirnya dapat menjadi pedapatan daerah untuk masing-masing Desa di KBB.

Link Banner

Sedang di Cipongkor sendiri yang dapat dikembangkan diantaranya, Wisata Alam Cikahuripan di Desa Baranangsiang, Wisata Alam Sanghiang Lawang di Desa Mekarsari, Wisata Motor Cross di Desa Cibenda. Wisata Taman Bunga Nusantara di Desa Baranangsiang.

Dilanjutkan Wisata Sirus Megalitikum Batu Entep di Desa Sarinagen, dan Wisata Religi Makam Syeh Muhammad Safe’i (pangeran atas angin) di Cijenuk, Miniatur Kota Mekah di Desa Cintaasih, dan masih banyak wisata lainya yang harus dikembangkan.

Konsen inilah yang menjadi keluhan warga masyarakat khususnya bagi mereka yang bergerak di bidang wisata seperti para Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang selama ini seperti di anak tirikan karena dinas terkait dianggap hanya konsen pada wisata swasta saja yang sudah dipastikan memiliki penghasilan besar.

Yayat Ruhiyat Camat baru di Kecamatan Cipongkor ini menyampaikan langsung kepada Bangbara terkait keinginan besarnya untuk membuka atau mengembangkan akses wisata yang akan menjadi penghasilan bagi masing-masing Desa tersebut.

Yayat Ruhyat, Camat Cipongkor.
Yayat Ruhyat, Camat Kecamatan Cipongkor.

“Banyak potensi di tiap Desa, seperti di Mekarsari dengan Saguling dan Sang Hyang Lawang, Sarinagen dengan Agrowisata, Baranangsiang ada Sang Hyang Heleut, lalu di Cibenda ada objek Motorcross, juga masih banyak lainnya. Yang paling utama saat ini kami fokus untuk pelebaran jalan dulu”, papar Yayat saat ditemui, Rabu (22/07/2020).

Dari 14 Desa di Kecamatan Cipongkor ini masing-masing memiliki potensi yang tidak terpublikasikan dari sisi Wisata, sehingga menjadi kekayaan alam KBB untuk dapat segera dikembangkan.

Baca Juga,  Awak Bus Goodwill Akui Naikan Tarif Hingga 40%, Efek Corona Drastis Penurunan Jumlah Penumpang

“Kami memiliki 14 Desa di Kecamatan Cipongkor ini, dan masing-masing Desa ternyata memiliki potensi wisata yang belum diperhatikan. Saya berharap diawali oleh kita, dan selanjutnya dapat dilanjutkan oleh Disparbud” katanya.

Menurutnya, potensi ini selain dibutuhkanya pembinaan dari Dinas terkait, pihaknya akan melakukan konsen juga pada akses Infrastruktur pada jalan arah area Padalarang menuju Cipongkor untuk pelebaran jalan.

Yayat sangat meyakini jika akses jalan itu terpenuhi minimal oleh Bus, maka akan banyak akses wisata yang akan hidup. Sehingga para Desa dapatĀ  memiliki penghasilan untuk Desanya masing-masing.

“Disini banyak potensi bisa dikembangkan seperti kawah putih, Walini, dan lainnya. Sesuai Visi Misi Akur, ini bisa sangat berpotensi dikembangkan sebagai Agro Wisata dan Objek Wisata dengan membuat jalur transportasi agar bisa dilalui bus besar”, ungkapnya.

Untuk itulah sesuai salah satu Program Kecamatan dan dengan arahan Bupati, dirinya telah menginstruksikan kepada Kepala Seksi (Kasi) terkait dan Desa untuk memperlebar jalan sepanjang 12 meter, dengan 8 meter di cor dan bahu jalan 2 meter.

Ditambahkannya, pihaknya sudah memulai dari perbatasan Desa Citalem dan Desa Mekarsari untuk merintis dan mendata untuk pelebaran jalan. Selanjutnya, di awal 2021 jika ada anggaran dari Bupati, akan kembangkan potensi wisata yang ada di tiap Desa di Kecamatan Cipongkor.

Yayat sangat berharap ada peran serta Disparbud KBB untuk ikut membantu pembinaan bagi warganya melalui komunitas atau apapun langkah yang terbaik bagi kebutuhan pengembangan wisata.

“Kami berharap ada dukungan dari Disparbud dapat membantu Kami untuk pengembangan Wisata ini. Terutama pembinaan bagi warga dalam pengelolaan wisata” pungkasnya.

Kondisi ini baru di Kecamatan Cipongkor, lalu bagaimana dengan Kecamatan lainya di jalur selatan KBB? Apakah cukup dengan program seremonial tanpa realisasi?

Baca Juga,  3 Bulan Pendamping PKH dan Kades Ini Rawat Warga Yang Sakit, Akhirnya Mak Epon Tutup Usia

Bersambung….

 

Reporter: Mohammad Addien

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed