oleh

Lagi-lagi Jembatan Bambu di Bandung Barat, Memakan Korban

Sindangkerta, BANGBARA.COM – Kondisi Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih perlu waktu untuk berbenah diri sejak lengsernya mantan Bupati KBB Abubakar, banyak hal yang tertinggal perhatian kepada warga pelosok bagian selatan, hal ini membuat jeritan yang tak bersuara bagi warga yang tidak berdaya.

Kejadian kecelakaan saat menyeberang jembatan bambu, kini terjadi kembali. Kali ini korbanya Anin Naim (22) salah seorang warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi jembatan tersebut di Kampung Ciawitali RT 003 RW 014 desa Cicangkanggirang Kecamatan Sindangkerta KBB. Anim terjatuh pada pukul 10.30 Wib. Saat korban menyeberang membawa matrial pasir, karena dikampungnya sedang dilakukan pembangunan jalan.

Karena bahan matrial berada di kampung seberang dan tidak bisa dilalui kendaraan mobil, maka Anin melalui jalan jembatan alternatif itu. Ia membawa pasir dengan menggunakan motornya jenis Honda Supra dengan Nomor Polisi D6448YD yang terperosok kedalam kali setinggi sekitar 5 Meter dengan panjang 8 Meter itu.

Anin diselamatkan warga yang sedang melakukan tenaga swadaya pembangunan jalan desa. Beruntung kondisi Anin hanya luka memar dan tergores saja. Hal ini diungkapkan Neuis Dewi salah seorang Ibu Rumah Tangga yang juga salah seorang guru Honorer.

“Kami membutuhkan jembatan ini, karena jaraknya cukup dekat untuk menyeberang antar kampung. Kalau lewat sini 15 menit sampai tujuan. Tapi kalau lewat jalan yang lain juga ada, hanya saja terjal dan curam juga pasti membahayakan bisa mencapai 30 menit kelokasi” jelasnya dengan nada berharap saat diwawancarai melalui ponselnya.

Jembatan Ciawitali dibangun pada tahun 2005 dengan beton namun sempat ambruk, beruntung tidak memakan korban. Kemudian dibangun kembali pada tahun 2017 oleh warga dengan bantuan dari warga lain yang memiliki pohon bambu, lalu dibangun kembali dengan tenaga swadaya. Jembatan ini juga merupakan akses vital bagi siswa sekolah yang berada di sekitar.

“Justru kami berharap agar dengan kasus jatuhnya Anin ini jembatan tersebut bisa mendapat perhatian dari pemerintah setempat agar tidak menggunakan bambu lagi” tambahnya.

Kini, nasib si jembatan bambu, belum tersentuh oleh pemerintah Desa maupun Pemda KBB, sehingga warga harus terpaksa Lumpaaat.
(Adn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed