oleh

Ketua KPU KBB Tidak Berkomentar Atas Ketidak hadiran Petinggi Panwaslu KBB, Dalam Sosialisasi UU Pemilu

 

PADALARANG, BBPOS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) adakan Sosialisasi Undang-Undang N0 7 tahun 2017, kepada semua Partai Politik dan semua para Bakal Calon (Balon) Independen tentang seputar tata cara dan aturan pemilu yang baru ini, di Hotel Mason pine Kota Baru Padalarang Bandung Barat, Selasa (21/11/2017).

Dalam Sosialisasi ini di paparkan oleh tiga nara sumber, Drs H Ferry Kurnia Rizkiyansyah M.Si (Komisioner KPU  Tahun 2012-2017), Drs Agus Subagyo M.Si (Dekan FISIP, Unjani) dan Nina Yuningsih S.Ag.M.Si (Ketua Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat).

Dalam sosialisasi ini memaparkankan seputar teknis maupun administratif dimana pada aspek yang sangat pentingnya yaitu, daftar pemilih yang berhak memilih adalah pemilih yang memiliki E-KTP, sedangkan untuk data SUKET (Surat Keterangan) tidak diperkenankan untuk memilih, sehingga ini menjadi ekstra kerja keras bagi masing-masing partai untuk mensosialisasikan kepada para anggota partainya dan kepada masyarakat juga untuk pembuatan atau pembaruan E-KTP secepatnya. Selain itu untuk anggaran kampanye, alat peraga, iklan, forum debat, difasilitasi oleh KPU dan di biayai oleh APBN, untuk Batasan dana kampanye individu sebesar 2.5 Milliar, dan untuk badan hukum sebesar 25 Milliar.

Para undangan yang terdiri dari para petinggi partai serta para wakil-wakilnya yang ada di kabupaten Bandung Barat ini, dihadiri oleh puluhan undangan dari berbagai partai, Namun dalam hal seremonial yang sangat penting ini, salah satu peserta yang memicu pertanyaan juga kepada peserta yang lainya dalam sesi tanya jawab mengatakan, “Kenapa dari pihak Panwaslu tidak hadir ada apa?” tutur salah satu peserta.

Pertanyaan Peserta seputar ketidak hadiran Petinggi Panwaslu KBB menjadi Pembicaraan yang semakin menarik perhatian audien karena “bagaimanapun juga turut serta dalam hal sosialisasi ini, tidak luput dari tugas Panwascam juga” ucap salah satu peserta lain yang tidak mau menyebutkan namanya itu.

Ketua KPU Iing Noerdin saat dimintai keteranganya seputar hal ini, dirinya tidak dapat berkomentar “ Maaf dalam hal ini bukan kewenangan saya untuk menjawab karena Ketua Panwaslu KBB lah yang harus menjawabnya, saya sudah mengundangnya namun tidak hadir jadi itu ranah Panwaslu” Tegas Iing kepada BBPOS sambil bergegas meninggalkan ruangan. Selasa (21/11/2017).

Di tempat yang berbeda Ketua Panwaslu Cecep Rahmat Nugraha saat di konfirmasi melalui Ponsel, dirinya menerangkan bahwa ketidak hadiran wakil untuk Panwas KBB, dikarekan kepadatan acara selama dua minggu ini, sehingga banyak staf dan komisioner yang sakit.

“Sebagian ke Jakarta untuk menghadiri kegiatan Indeks Kerawanan Pemilu yg dilaksanakan oleh Bawaslu RI, Sebagian melaksanakan pengawasan langsung di KPU terkait penyerahan berkas Parpol, Sebagian lagi acara di Jakarta untuk kegiatan Bawaslu RI yang berbeda. Artinya, staf dan komisioner terbagi habis dalam dua minggu ini untuk berbagai kegiatan, empat orang staf & komisioner kami sakit Typus, dalam kondisi sakit karena aktifitas yg berlebih. Makanya untuk kegiatan sosialisasi KPU kami mendelegasikan ke Ibrahim Saleh salah satu anggota panwascam Padalarang yang hadir untuk mewakili Panwascam KBB” jelasnya kepada BBPOS. (Adn)

64total visits,1visits today

Komentar

News Feed