oleh

KPAI Kabupaten Sukabumi, Gencar Sosialisasikan Anti LGBT

Sukabumi, BANGBARA.COM – Sekretaris Komisi Pelindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Sukabumi Ali Nurhakim, serukan sosialisasi anti LGBT yang marak dimedia sosial, dengan menyasar anak usia SD, SMP, dan SMA di Wilayah Jawa Barat, Bandung, (16 Oktober 2018

Ali menjelaskan, bahwa perilaku tersebut adalah suatu penyakit pola hidup tidak sehat, yang harus dicegah pada usia dini, menurut undang-undang no 35 tahun 2014, Ali menerangkan bahwa KPAI atau KPAID Adalah lembaga negara yang dibentuk oleh Undang-undang, bergerak dibidang Pengawasan dan Pencegahan yang melindungi hak-hak anak dari segala Bentuk tindakan merugikan, baik yang berhadapan dengan Hukum, Pelaku atau Korban kekerasan sexsual, intimidasi, termasuk kasus LGBT yang sudah meracuni anak dibawah umur.

“KPAI selalu menggalangkan pencegahan terhadap LGBT, khususnya di Wilayah Jawa Barat, sekarang ini banyak sekali anak yang belum cukup umur menjadi sasaran kaum LGBT, tentu dengan melihat penomena ini, KPAI selalu menggalangkan sosialisasi dan penceghan khususnya dilembaga-lembaga dan sarana Pendidikan Seperti sekolah dan lain-lain,” kata Ali

Ali juga menegaskan bahwa harus ada hukum yang jelas terhadap kasus LGBT, yang tertuang dalam peraturan Pusat sampai daerah, agar jelas penanganan dan regulasi pencegahannya seperti apa, supaya pemerintah pun tidak kecolongan terhadap kasus LGBT tersebut.

“Selain usaha kami dalam sosialisasi, dan mengkampanyekan anti LGBT, perlu juga didorong oleh pemerintah dalam penegasan regulasi hukumnya, yang di tuangkan dalam peraturan pusat dan daerah, agar kedepanya bila ada kasus seperti ini lagi, jelas hukumnya dan jelas penanganannya,” tegas Ali

Dalam hal tersebut Ali meminta, kepada pemerintah untuk bisa bekerjasama dalam Pewujudan kota layak anak, yang dimana hal ini dianggap penting, agar generasi muda tidak terjerumus pada pergaulan bebas, salah satunya LGBT.

“Undang-undang nomor 35 tahun 2014 pasal 21, menyebutkan pemerintah daerah wajib melaksanakan kebijakan nasional dalam penyelenggaraan perlindungan anak, di daerah melalui pembangunan Kabupaten atau Kota layak anak, hal ini wajib diperjuangkan oleh temen-temen Komisioner Juga daya dukung pemerintah dan legislatif terutama daerah yang belum mengetahui,” papar Ali

Dengan adanya kasus LGBT Ali berharap, pihaknya KPAI, Pemerintah setempat, dan setiap elemen masyarakt, bisa bersinergis dalam pencegahan kasus tersebut LGBT tersebut

“Saya berharap agar elemen masyrakat bisa bersinergi untuk selalu mengkampanyekan penolakan LGBT didaerahnya, serta sangatlah penting peran orang tua untuk selalu menjaga anaknya dengan cara memberikan edukasi yang baik terhadap anak, serta pemerintah juga harus mendukung dalam regulasi hukum yang harus diperjelas dalam peraturan pusat dan daerah,” tandas Ali. (Rzl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Connect with:



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed