oleh

Klaim Jadi Capres Independen Menggunakan Trilyunan Dana Amanah, Kelompok Ini Bikin Proklamasi Tandingan

BANDUNG, BANGBARA.COM – Yislam Alwini salah Seorang Warga Negara Indonesia yang menyatakan dirinya ingin melaksanakan amanah terhadap masyarakat Indonesia tentang Adil dan Makmur, hal ini merupakan kapasitas negara yang selama ini diabaikan oleh para Presiden terpilih yang menjadi pengelola negara, atas inilah Yislam Alwini mendaftarkan diri ke KPU Puasat Jakarta pada Tanggal 10 Agustus 2018 untuk mencalonkan dirinya menjadi Presiden yang berpasangan dengan Deni Romli Ganda Subrata secara independen.

Pendaftaran itu diterima oleh KPU namun tetap KPU mengumumkan hanya ada 2 calon presiden yaitu Bp. Joko Widodo viet Ma’rup Amin dan Prabowo viet Sandiaga S. Uno masing masing dari Partai PDIP dan Gerindra yang berpedoman pada UUD 45 Pasal 6A ayat 2, sementara data independen sampai saat ini KPU belum ada pengumuman.

Tanggapan Yislam menjadi pembincangan antar media yang saat itu hadir, karena dengan menggebu-gebu dirinya yakin bahwa bisa menyaingi capres yang memiliki partai, terlihat janggal dan aneh jika dirinya menyatakan sudah melakukan pendaftaran, namun pihak KPU belum mengumumkan bahwa pasangan Independen ini dinyatakan ada pada pendaftaran KPU.

“Ini calon Presiden aneh merasa mendaftarkan tapi masa KPU tidak mengumumkan, udah gitu saat ditanya anggaranya bilangnya dari dana Amanah para sesepuh, wah inimah Republik Mimpi” tutur salah satu wartawan yang hadir, diikutsertakan dengan gelak tawa puluhan wartawan yang hadir saat itu, Rabu (15/8/18).

Tanggapan Yislam Alwini tentang dirinya belum terpampang di KPU sebagai Capres sampai saat ini, menyampaikan pada awak media ketika diwawancara di Hotel Savoy Homan pada Hari Rabu (15-08-2018) adalah “Belum terpampangnya di KPU atas pendaftaran nama saya kemungkinan kami mendaftar secra independen (Tidak ada Partai Pendukung) bahkan pernah dikomentari KPU bahwa tidak ada undang undangnya kalo Presiden dari Independen, maka saya pun menerangkan bahwa presiden itu bisa mendaftar secara inependen yang tertera dalam UUD 45 yaitu Pasal 6A ayat 1 yang berbunyi “Presiden dan wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh Rakyat” atas dasar ini kami mendaftarkan secara Independen” Tegasnya

Kalo ayat berikutnya hanya usulan KPU sebagai Komisioner saja, anda kan tahu apa artinya komisioner, yaitu orang yang diberi komisi, Lanjut Yislam

Yislam mempunyai gagasan atas pencalonan dirinya jadi Presiden, bahwa selama ini para presiden yang sudah terpilih masih belum menjalankan amanah yaitu menjamin Keadilan dan Kemakmuran bagi Rakyat Indonesia, terbukti bahwa masih adanya pengemis di jalanan, sekolah makin dibatasi oleh biaya bahkan terbukti lebih banyak masyarakat miskin daripada yang kaya ini adalah bukti dari para presiden terpilih tidak bisa menjalankan amanah.

Dengan pernyataan diatas Yislam Alwini didampingi Deni Romli Ganda Subrata sebagai wakilnya beserta beberapa orang  pengikutnya di Hotel Savoy Homan malangsungkan Deklarasi Pasangannya untuk menjadi Presiden Republik Indonesia Yang adil dan makmur, Deklarasi ini disaksikan oleh awak media sebanyak 34 orang yang mewakili medianya masing masing yang dimulai dari jam 13.00 hingga jam 15.00 Wib.

Deklarasi diikuti dengan pembacaan Proklamasi tandingan yang di beri nama Proklamasi  kemerdekaan Adil Makmur, demikian isi proklamasinya :

Proklamasi Kemerdekaan Adil  Makmur. Kami Bangsa Indonesia, Dengan Ini Menyatakan Kemerdekaan Adil Makmur. Hal-hal Yang mengenai adil makmur, dilaksanakan dewan revolusi adil makmur berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945 serta presiden dan wakil presiden adil makmur dengan cara seksama dan dalam tempo yang  sesingkat-singkatnya.
Bandung 15 Agustus 2018, 
atas nama kedaulatan Rakyat Indonesia Yislam Alwini – Deni Ramli

Demikian isi dari cuplikan Proklamasi tersebut, dan Yislam mengganggap naskah Proklamasi ini sebagai proklamasi kedua setelah yang pertama 1945 dan kali ini dibuat proklamasi ke duanya.  “Ini Naskah proklamasi jilid ke 2 yang pertama 17 Agustus, dan kali ini yang kedua” Ucapnya.

“Mohon maaf teman-teman media kita semua belum ada anggaran jadi belum bisa menjamu teman-teman semua karena ini dalam rangka perjuangan untuk Indonesia Adil Makmur jadi mohon maklum ya, ini hotel aja kebetulan ada yang bayarin” tambahnya diikuti bubar barisan rekan wartawan dengan gelak tawa dari kerumunan .kelompok tersebut.

Salah satu wartawan lainya Askur mengatakan, entah dari mana datangnya kelompok tersebut hingga saat ini para wartawan yang hadirpun baru mengenal sosok Yislam dan Deni, yang mengaku mendapatkan dana Amanah dari para sesepuh, dan entah sesepuh siapakan itu, konon dana tersebut masih di bank Swis.

“Kondisi ini hampir sama dengan keberadaan Yayasan Amalillah yang banyak merugikan banyak warga di Indonesia dengan menawarkan segala macam kekayaan harta kekayaan Indonesia berupa harta karun Soekarno, (UB) Uang Brazil, dan lain sebagainya. Dengan kondisi seperti ini, masyarakat dituntut cerdas dalam melakukan langkah-langkahnya, semoga bangsa indonesia menjadi bangsa yang aman dari oramng-orang yang menghancurkan’ pungkasnya.

(Adn/Zho)

3318total visits,1visits today

Komentar

News Feed