oleh

KBB Terima WTP dari BPK, Ini Ungkapan Dari Para Tokohnya

Link Banner

Ngamprah, BANGBARA.COM. – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) meraih meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang merupakan opini tertinggi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di apresiasi dan di syukuri oleh banyak pihak.

Seperti diketahui, KBB di umumkan berhasil meraih opini WTP berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2019, dalam Video Conference yang dilakukan hari di Lobby Ruang Bupati, Jum’at (26/06/2020).

Link Banner
Suasana Video Conference dengan BPK saat KBB dinyatakan meraih opini WTP, di Lobby Ruang Kerja Bupati, Jum'at (26/06/2020).
Suasana Video Conference dengan BPK saat KBB dinyatakan meraih opini WTP, di Lobby Ruang Kerja Bupati, Jum’at (26/06/2020).

Djamu Kertabudi, salah seorang tokoh KBB yang juga merupakan Pengamat Politik dan Pemerintahan, sekaligus Dosen dari Universitas Nurtanio Kabupaten Bandung menyebutkan patut disyukuri dalam momen Hari Jadi ke 13, Pemda KBB menciptakan sejarah baru, bahwa selama 13 tahun usia KBB baru kali ini memperoleh opini WTP.

“Ini merupakan sebuah kado istimewa yang patut diapresiasi. Selamat kepada Pak Bupati, Wakil Bupati beserta Perangkat Daerah KBB, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)nya atas prestasi ini. ini juga menunjukkan waktunya kita bersama walau berbeda”, ungkapnya.

Dilanjutkannya, sebagai mantan birokrat dirinya sangat tahu apa itu Opini sebagai pernyataan auditor profesional dari BPK terhadap laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan Kepala Daerah yang dilakukan setiap tahun yang dituangkan dalam bentuk LHP BPK.

Ada satu jenis Opini yang menjadi target dan dambaan Pemerintah Daerah, yaitu Wajar Tanpa Pengecualian atau lebih dikenal dengan WTP sebagai Opini tertinggi dari hasil pemeriksaan BPK.

Artinya apabila dalam tahun tertentu Pemda dapat meraih Opini WTP, maka dalam proses pengelolaan Keuangan Daerah dinilai telah memenuhi kaidah-kaidah  pengelolaan keuangan Daerah yang secara administratif dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga,  Horee, Mulai Juli Selain E-KTP dan KIA Warga KBB Bisa Cetak Adminduk Sendiri Dengan Kertas HVS

Menurut Djamu, adapun kaidah tersebut terdiri atas:

1. Kesesuaian dengan Sistem Akuntansi Pemerintahan
2. Kecukupan dalam pemenuhan penyajian dokumen.
3. Kepatuhan terhadap peraturan perundangan.
4. Sistem Pengendalian Internal.

Di tempat terpisah, Asep Bayu Rohendi selaku Wakil Ketua Komisi 2 DPRD KBB yang juga merupakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) KBB, mengucapkan rasa syukurnya atas prestasi yang diraih KBB ini.

“Alhamdulillah, syukur kepada Allah SWT. Selamat buat Pak Bupati dan Wakil Bupati beserta seluruh jajarannya. Ini sebuah prestasi yang tidak ujug-ujug datang, tetapi melalui proses yang cukup panjang. WTP adalah penilaian tata kelola keuangan dari lembaga pengawas keuangan negara yaitu BPK RI. Selamat atas prestasi dan raihan predikat ini. Ini adalah kado ulang tahun ke 13 KBB”, pungkasnya yang disampaikan pada WA Group.

Bupati Aa Umbara Sutisna melakukan pemotongan Tumpeng disaksikan Ketua DPRD KBB Rismanto, sebagai wujud syukuran usai KBB dinyatakan meraih opini WTP dari BPK di ruang kerja Bupati, Jum'at (26/06/2020).
Bupati Aa Umbara Sutisna melakukan pemotongan Tumpeng disaksikan Ketua DPRD KBB Rismanto, sebagai wujud syukuran usai KBB dinyatakan meraih opini WTP dari BPK di ruang kerja Bupati, Jum’at (26/06/2020).

Teriakan lainya dari Agung Darsono salah seorang Ketua Masyarakat Cinta Umbara (Matabara) yang sangat bangga dengan kabar WTP yang diterima KBB.

“Ahirnya selama 13 tahun dari disclamer WDP sekarang baru WTP. Good, bagus, senang saya mendengarnya inilah keberhasilan Lumpaaat”, terang Agung di Group WA yang lain.

Menurut Agung, di era New Normal harus tetap mengawal dan memperketat protokol kesehatan bukan sebaliknya dan pihaknya akan mengawal kebijakan bupati terutama pemulihan ekonomi melalui program pemberdayaan masyarakat dalam sektor pertanian, peternakan, serta lainya.

Hal berbeda diungkapan Ade Ratmadja salah seorang tokoh KBB yang juga Wakil Ketua Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KPKBB). Selain memberikan apresiasi, Ade berharap agar tidak terlalu berbangga hati dengan kondisi ini karena banyak hal yang harus dilakukan oleh KBB.

“Saya sangat apreasiasi dengan WTP ini, tapi harus diingat, bahwa masyarakat itu tidak faham soal WTP, mereka fahamnya kebutuhan sosial serta hal-hal lainya yang perlu dilakukan oleh pihak jajaran Pemda, jadi masih banyak yang perlu dilakukan”, tegas Ade.

Sementara itu, Ketua DPRD KBB Rismanto juga tak luput mensyukuri dan mengucapkan selamat atas apa yang diraih KBB dari BPK ini.

“Alhamdulillah, selamat untuk Pemerintah KBB, akhirnya penantian untuk mendapatkan opini WTP bisa terwujud. Ini merupakan buah dari kerja keras berbagai pihak seperti Pak Bupati dan Wakil Bupati, Sekda, Perangkat Daerah, masyarakat dan Stakeholder lain, termasuk juga DPRD KBB. Opini WTP ini juga sebagai kado HUT KBB ke 13. Semoga dengan WTP ini, penyelenggaraan pemerintahan KBB ke depan terus menjadi lebih baik”, ungkapnya.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Link Banner
Link Banner

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed