oleh

KBB Segera Luncurkan Cara Jitu Pengurangan Pengangguran Dengan Pelatihan Dari ADB

Link Banner

Ngamprah, BANGBARA.COM – Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam waktu dekat segera meluncurkan sistem training (Pelatihan Ketenagakerjaan) bekerja sama dengan ADB (Asian Development Bank).

Bupati KBB Aa Umbara Sutisna didampingi Kepala Disnakertrans KBB Iing Solihin dan beberapa orang Staf lainya, menerima perwakilan dari Asian Development Bank (ADB), Senin, (2/12/2019).

Link Banner
Link Banner

Perwakilan ADB terdiri dari Steven Schmidt (Technical Lead : Employment Facilitation Service & Job Search Programs – JobStart Indonesia), Jean Duronsoy (Career Counseling Trainer), Meilani Dhamayanti (Communication and Media Relations Expert), dan Farid Mulana (Life Skill Trainer). Turut hadir pula Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) KBB, Yohan Oktavianus.

Kedatangan perwakilan ADB ini adalah sebagai respon lanjutan atas pemaparan program yang pernah dilakukan Kadisnakertrans di depan pihak ADB di Jakarta, mengenai keinginan mengurangi tingkat pengangguran di KBB.

Setelah mendengarkan pemaparan maksud dan tujuan pelatihan dari ADB ini, Bupati Umbara sangat merespon guna pengurangan tenaga kerja selanjutnya akan dilakukan perjanjian kerja sama (MoU).

Disnakertrans KBB

“Kami menyambut baik program ADB ini. Dan berharap data pengangguran di KBB semakin berkurang serta pencari kerja mendapat kompetensi sesuai bidangnya. Selanjutnya kami siap melakukan MOU dengan ADB yang rencananya akan dilaksanakan di Kemenko Ekuin” Jelas Bupati Umbara melalui Kadisnakertras Iing Solihin.

Iing melanjutkan, kebutuhan akan inovasi yang dilakukanya ini sangat membutuhkan bantuan dari berbagai instansi keperintahan, maupun swasta.

“Pengangguran di KBB tidak mungkin bisa di selesaikan hanya oleh 1 instasi saja, karena jumlah pencari kerja yang ada berjumlah kurang lebih 11000 orang, sedangkan lowongan pekerjaan yang tersedia hanya sekitar 3200 saja”, papar Iing saat menceritakan awal mula terjadinya pertemuan dengan pihak ADB.

Baca Juga,  Warga Padalarang Terpapar Covid-19, Pemdes Ajak Para RW Untuk Batasi Kegiatan Keramaian Warga

Iing berharap, pihak ADB dapat membantu permasalahan pengangguran di KBB ini dengan cara pemberian pelatihan dengan standar internasional hingga bisa menciptakan pencari kerja yang berkualitas sesuai dengan program Presiden Jokowi ” SDM Unggul, Indonesia Maju”.

Disnakertrans KBB
Steven Schmidt (Technical Lead : Employment Facilitation Service & Job Search Programs – JobStart Indonesia), dan Jean Duronsoy (Career Counseling Trainer), sedang memberikan pemaparan.

Indonesia, merupakan negara kedua di Asia setelah Filipina yang dipilih oleh ADB untuk program pelatihannya ini. KBB bersama Makassar terpilih menjadi kota percontohan pertama di Indonesia yang akan melakukan program ini.

“Setelah setahun di uji coba, di Filipina program ini akhirnya menjadi program nasional pemerintah, karena ternyata dalam setahun itu jumlah pengangguran di Filipina bisa berkurang sekitar 30%”, ucap Steven.

Lebih lanjut Steven menjelaskan bahwa pada bulan Januari akan dimulai pelatihan bagi pihak Disnakertrans dan Balai Latihan Kerja (BLK). Selanjutnya di bulan Februari akan dimulai proses registrasi untuk lowongan kerja. Untuk tahun pertama ditargetkan 300 orang pencari kerja dapat berhasil dibantu.

“Kami tidak bisa menjamin semua pencari kerja akan mendapatkan pekerjaan, karena banyak hal yang bisa mempengaruhi hal tersebut”, tambah Steve kembali.

Hal ini diamini oleh Farid yang menyatakan bahwa nantinya pelatihan yang akan diberikan mencakup beberapa hal yang dapat meciptakan pencari kerja yang berkualitas. Diantaranya cara berkomunikasi dengan orang lain,cara bersikap, cara mengatur keuangan, cara mengatasi stress/tekanan kerja, cara mengatur waktu, mengatur pola hidup, dan terutama rasa percaya diri.

Disnakertrans KBB

Adapun syarat untuk mengikuti pelatihan ini adalah lulusan SMA/SMK, berusia 19-29 tahun, belum memiliki pengalaman kerja, belum memiliki pekerjaan, mengirimkan Curriculum Vitae (CV), dan bersedia pengikuti keseluruhan proses sampai selesai.

Baca Juga,  Bupati KBB Angkat Jempol, Ada Desa yang Menyulap Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Kendaraan

“Selama menjalani pelatihan, peserta akan mendapat semacam uang transport, lalu registrasi gratis. Peserta tidak mengeluarkan biaya sama sekali, karena semua ditanggung ADB. Lalu selama magang, peserta akan diusahakan mendapatkan upah atau gaji sekian persen dari Upah Minimum Regional (UMR) tergantung masing-masing Perusahaan”, ungkap Meilani ketika ditanya awak media mengenai kelebihan dari program ADB ini.

Sementara itu, Yohan Oktavianus yang mewakili Apindo KBB menyambut positif kegiatan training dari ADB ini sebagai penyerapan tenaga kerja, mengurangi pengangguran, dan membantu perusahaan terutama soal skill pencari kerja.

Yohan Oktavianus
Yohan Oktavianus, Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) KBB.

“Soal upah kerja, Apindo mengikuti aturan dari Pemerintah Daerah saja. Semua diserahkan kepada Pemda”, tambahnya.

Untuk mensukseskan program ini, pada 11 hingga 13 Desember ini,rencananya pihak Disnakertrans KBB akan berangkat ke Filipina untuk melakukan studi banding sekaligus melihat hasil yang telah dilakukan di Filipina. (Adn/Gtr)

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed