oleh

KBB Segera Berikan Sanksi Tegas Bagi Yang Melanggar Protokol Kesehatan, Ini Dia Sanksinya

Link Banner

Ngamprah, BANGBARA.COM. – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bersepakat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan guna menekan penyebaran Covid-19.

Kesepakatan ini diambil dalam pertemuan Forkopimda KBB yang membahas mengenai Penanganan dan Pencegahan Covid-19, Serta Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di KBB, yang dilaksanakan di Lapangan Parkir Gedung Utama Pemda KBB, di kawasan Ngamprah, Rabu (23/09/2020).

Link Banner
Pertemuan Forkopimda KBB yang membahas mengenai Penanganan dan Pencegahan Covid-19, Serta Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di KBB, yang dilaksanakan di Lapangan Parkir Gedung Utama Pemda KBB, di kawasan Ngamprah, Rabu (23/09/2020).
Pertemuan Forkopimda KBB yang membahas mengenai Penanganan dan Pencegahan Covid-19, Serta Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di KBB, yang dilaksanakan di Lapangan Parkir Gedung Utama Pemda KBB, di kawasan Ngamprah, Rabu (23/09/2020).

Pertemuan ini tampak dihadiri oleh Bupati Aa Umbara Sutisna, Kalak BPBD Duddy Prabowo, Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki, Dandim 0609 Letkol Kav Todi Wahyudi, Kajari Bale Bandung Paryono, berikut perwakilan para Camat dan Kades se-KBB.

Dalam laporan yang disampaikan Duddy Prabowo yang juga merupakan Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 KBB, disebutkan bahwa sejak 31 Agustus hingga saat ini, pernyebaran Covid-19 di KBB tampak fluktuatif (naik turun).

“Ada 7 Kecamatan di KBB masuk Zona Hijau, 6 Kecamatan Zona Kuning, 2 Kecamatan Zona Orange, dan 1 Kecamatan Zona Merah. Dari pantauan Gugus Tugas, dalam 2 minggu terakhir ada 29 orang terkonfirmasi positif berdasarkan hasil Swab massal yang dilakukan terhadap 2.836 ASN yang ada di KBB”, terang Duddy.

Kalak BPBD KBB, Duddy Prabowo saat berbicara dalam acara pertemuan Forkopimda KBB yang membahas mengenai Penanganan dan Pencegahan Covid-19, Serta Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di KBB, yang dilaksanakan di Lapangan Parkir Gedung Utama Pemda KBB, di kawasan Ngamprah, Rabu (23/09/2020).
Kalak BPBD KBB, Duddy Prabowo (Foto: Guntur Priyo)

Dilanjutkan Duddy, dari 29 orang yang positif tersebut, 1 orang dirawat di Rumah Sakit di Kota Bandung, 24 orang melakukan isolasi mandiri dimana 22 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh dan 2 orang masih melakukan isolasi mandiri.

Dalam menangani penyebaran Covid ini, menurut Duddy tim Gugus Tugas sudah melakukan tracking dan screening, selanjutnya juga bersama Camat, Kapolsek dan Danramil yang terbaru melakukan kegiatan patroli di 3 Kecamatan, yakni Batujajar, Padalarang, dan Lembang.

Baca Juga,  Puting Beliung Hantam Cililin KBB, 17 Rumah Porak Poranda, Ini dia Datanya

“Dari kegiatan di 3 titik ini terjaring 246 orang yang melanggar protokol kesehatan terutama mengenai tidak menggunakan masker. Kami tidak memberikan sanksi denda, namun yang sanksi yang kami berikan berupa push up dan melakukan bersih-bersih di jalan”, ujar Duddy kembali.

Duddy juga menjelaskan bahwa posisi KBB sendiri di Provinsi jawa Barat (Jabar) sejak tanggal 7-20 September 2020 masih masuk dalam Zona Orange.

“Semoga kondisi bisa cepat membaik dan KBB bisa segera masuk Zona Hijau. Yang penting masyarakat mau disiplin melaksanakan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak). Kita doakan semoga uji coba Vaksin bisa cepat selesai dan keadaan bisa nomal kembali”, ucapnya.

Kajari Bale Pare Bandung, Paryono saat berbicara dalam acara pertemuan Forkopimda KBB yang membahas mengenai Penanganan dan Pencegahan Covid-19, Serta Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di KBB, yang dilaksanakan di Lapangan Parkir Gedung Utama Pemda KBB, di kawasan Ngamprah, Rabu (23/09/2020).
Kajari Bale Pare Bandung, Paryono saat berbicara dalam acara pertemuan Forkopimda KBB yang membahas mengenai Penanganan dan Pencegahan Covid-19, Serta Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di KBB, (Foto: Guntur Priyo)

Sementara itu, Kajari Bale Bandung Paryono mengatakan bahwa kesadaran masyarakat terhadap tentang bahaya Covid-19 harus ditingkatkan, karena sudah banyak pihak menjadi korban mulai dari masyarakat sampai pejabat, dan ini terjadi pada semua kalangan.

“Kita belum tahu kapan Covid ini akan berakhir, sampai saat ini perkembangannya masih mengkhawatirkan. Kita butuh penanganan yang tegas, dan penerapan aturan sebagai efek jera, karena banyak masyarakat masih menyepelekan soal Covid ini”, ucap Paryono.

Paryono berharap agar para aparat mulai dari Camat, Kapolsek, Danramil, bisa terus menghimbau masyarakat agar terus melaksanakan protokol kesehatan demi kebaikan semua pihak.

Dandim 0609, Letkol Kav Todi Wahyudi saat berbicara dalam acara pertemuan Forkopimda KBB yang membahas mengenai Penanganan dan Pencegahan Covid-19, Serta Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di KBB, yang dilaksanakan di Lapangan Parkir Gedung Utama Pemda KBB, di kawasan Ngamprah, Rabu (23/09/2020).
Dandim 0609, Letkol Kav Todi Wahyudi. (Foto: Guntur Priyo)

Hal tak jauh berbeda diungkapkan Dandim 0609 Letkol Kav Todi Wahyudi yang mengibaratkan bahwa saat ini semua sedang diuji dengan musuh yang tak terlihat hingga semua pihak harus bahu membahu menegakkan disiplin masyarakat.

Baca Juga,  Ketua Karang Taruna Jabar Angkat Jempol Pelatihan Jurnalistik di Bandung Barat

“Dari 3M, yang bisa kita pantau hanya soal memakai masker dan menjaga jarak, untuk itu kita harus tegas untuk hal ini. JIka ada yang tidak mentaati harus ditegur dengan keras. Namun sebelum mengingatkan orang lain, kita juga disiplin terhadap diri sendiri. Jangan sampai kita mengingatkan orang, tapi kita sendiri malah kena”, tegas Todi.

Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki saat berbicara dalam acara pertemuan Forkopimda KBB yang membahas mengenai Penanganan dan Pencegahan Covid-19, Serta Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di KBB, yang dilaksanakan di Lapangan Parkir Gedung Utama Pemda KBB, di kawasan Ngamprah, Rabu (23/09/2020).
Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki (Foto: Guntur Priyo)

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki sendiri lebih menyoroti pentingnya Camat, Kapolsek, Danramil lebih ketat melakukan pengawasan terhadap warga agar bisa langsung terdeteksi jika ada yang terkonfirmasi.

“Seluruh aparat jangan apatis dan cuek melakukan pengawasan, ingatkan warga agar waspada. Jangan menyepelekan walau cuma batuk atau demam. Kami dari Kepolisian dan Dandim siap membantu kapanpun dibutuhkan”, ucap Yoris.

Sementara itu, Bupati Umbara lebih meminta kepada Forkopimcam agar lebih kompak dan bergerak cepat dalam penanganan Covid-19, dengan cara setiap minggu melakukan evaluasi tentang perkembangan Covid di tiap wilayah Kecamatan.

Bupati Aa Umbara Sutisna saat berbicara dalam acara pertemuan Forkopimda KBB yang membahas mengenai Penanganan dan Pencegahan Covid-19, Serta Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di KBB, yang dilaksanakan di Lapangan Parkir Gedung Utama Pemda KBB, di kawasan Ngamprah, Rabu (23/09/2020).
Bupati Kabupaten Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (Foto: Guntur Priyo)

“Kita saat ini ada di Zona Orange, kita harus tingkatkan menjadi hijau dengan terus mengingatkan masyarakat agar disiplin melaksanakan 3M, karena memang banyak masyarakat yang belum disiplin.” Jelas Bupati Umbara dalam sambutanya.

Umbara mencontohkan dengan masih adanya warga yang melaksanakan hajatan tapi tetap mengadakan acara hiburan yang jelas akan mengumpulkan massa yang pasti beresiko tinggi terjadi penularan Covid-19.

“Saat ini sanksi kepada yang melanggar masih berupa push up, dan bersih-bersih jalan, namun tidak menutup kemungkinan denda diterapkan jika terus tidak disiplin. Untuk itu kita akan laksanakan operasi pengawasan yang lebih ketat”, ujar Umbara.

Baca Juga,  Puluhan Photographer Bandung Raya Kumpul di Cafe Duarupa, Intip Jepret 5 Model Cantik

Orang nomor 1 di Pemerintahan KBB ini meminta seluruh masyarakat berdoa agar Covid-19 cepat berlalu dan berharap kondisi KBB bisa segera menjadi Zona Hijau.

Reporter: Mohammad Addien / Abdul Kholilulloh
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner

Komentar

News Feed