oleh

Karna Terbatas Anggaran, Dari 400 Ton Sampah UPT Kebersihan KBB Hanya Bisa Angkut 150 Ton Perhari

 

NGAMPRAH, BBPOS – Dari 16 kecapatan di Bandung Barat, namun hanya 6 kecamatan yang tidak terealisasi untuk Pengangkutan sampah diantaranya Kecapatan Saguling, Cipongkor, Gunung Halu, Cipendeuy, Sindangkerta, dan khusus Cililin hanya terangkut pada RSUD, dan Pasar Cililin saja.

Alasan klasik terbentuk menjadi permasalahan pada tiap tahun dengan keberadaan UPT Keberihan di Bandung Barat, tidak lain dari Karena kekuatan Armada yang kurang, anggaran operasional yang terbatas, Hingga pada Tenaga Kerja yang kurang, menjadi permasalahan harian yang memang tidak bisa terlayani. Bisa dibayangkan jika 400 ton sampah yang harus terangkut setiap hari, namun hanya 150 Ton perhari yang bisa terangkut oleh UPT Kebersihan Bandung Barat, lalu sisa sampahnya di kemanakan? Apakah Kali terdekat menjadi solusi masyarakat dalam pembuangan sampah ini? Sehingga team BBPOS tertarik untuk menelusuri apa sebenarnya yang terjadi dari permasalahan ini sehingga menjadi permasalahan Sosial lingkungan pada masyarakat di Bandung Barat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Apung Hadiat Purwoko yang ikut bertanggung jawab dengan keberadaan UPT Kebersihan KBB saat di wawancarai melalui telpon Ia mengatan, Bahwasanya permasalahan ini memang benar dan diakuinya, bisa saja mengajukan anggaran yang lebih besar untuk kebutuhan untuk kelangsungan sampah ini,  namun tetap saja bukan solusi terbaik.

” karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Bandung Barat ini hanya 200 M sedangkan pembangunan mencapai 2.7 Trilyun sehingga anggaran ini harus di hemat sedemikian rupa”Tuturnya.

Apung pun menambahkan, Dinas Lingkungan Hidup melalui UPT Kebersihan mengupayakan dengan cara lain yaitu melakukan proses kekuatan hukum, serta pengajuan kepada Bupati melalui Surat Keputusan (SK) Bupati kepada BPMPD untuk anggaran Desa yang sekian Milliar itu,dapat  di alokasikan untuk pengadaan Bank sampah, yang berharap dari anggaran ADD yang di terima oleh masing-masing desa, dapat memperdayakan BUMDES, agar tidak mengandalkan beban APBD kabupaten.

“pemerintah KBB sendiri mengeluarkan anggaran tiap tahun sebesar 12 M untuk UPT kebersihan ini dengan rincianya 9 M lebih per tahun untuk UPT kebersihan, dan 2.5 M lebih per tahun untuk biaya pembuangan sampah di sari Mukti  yang dikenakan biaya dalam 1 Ton Sampah sebesar Ro 50.000 yang di setorkan kepada Propinsi Jawa Barat. Karena sampah Sarimukti itu dikelola oleh Badan Pengelola Sampah Regional berarti pembuangan sampat Sarimukti itu milik Bandung raya sehingga pembuangan sampah KBB pun dikenakan biaya sehingga dengan cara memperdayakan BUMDES itulah salah satu solusi Hemat Anggaran yang saya maksud” tambah Apung kepada BBPOS, Kamis (09/11/2017)

(Adn)

146total visits,1visits today

Komentar

News Feed