oleh

Kadisparbud KBB Enggan Klarifikasi Peserta Bimtek, Diduga Keluar Surat Tugas Baru, Sebut Media Fitnah?

Padalarang, BANGBARA.COM.- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Kabupaten Bandung Barat (KBB), melakukan revisi nama-nama peserta Bimtek wisata minat khusus yang digelar di Hotel Novena Lembang, Bandung Barat pada Jumat (20/11/2020) kemarin.

Surat revisi yang ditandatangani oleh Kepala Bidang Kepariwisataan KBB, David Oot tersebut tidak mencantumkan 12 nama-nama peserta yang tertulis pada surat nomor: 556/769/Disparbud, pengenalan dan promosi wisata minat khusus dengan penerapan protokol CHSE pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Ekraf).

Surat Revisi Nama-nama Peserta Bimtek Wisata Minat Khusus
Surat Revisi Nama-nama Peserta Bimtek Wisata Minat Khusus

Diberitakan oleh Bangbara sebelumnya bahwa jumlah peserta Bimtek wisata minat khusus sesuai surat pertama berjumlah 30 orang. Namun pada surat revisi yang baru tertulis hanya tinggal 18 orang peserta sedangkan 12 peserta lainnya dihapus.

Surat Sebelum Revisi Tertulis 12 Orang peserta yang tidak dicantumkan pada surat revisi
Surat Sebelumnya Tertulis 12 Orang peserta (check list) yang tidak dicantumkan pada surat revisi

Pihak Disparbud KBB sendiri menganggap berita itu fitnah. “Wios weh kang… semoga Allah mengampuni orang2 yg memfitnah. Org2 juga tau mana yg benar dan mana yg salah,” tulis Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) KBB,  Sri Dustirawati dikutip dari grup WhatsApp Fekraf KBB 2019-2023, Senin (23/11/2020).

Menurut Sri, pihaknya tidak perlu memberi penjelasan. “Kita ga usah akan klarifikasi, hidup ini terlalu singkat utk memikirkan yg ga perlu.. buang2 energi,” ujar Sri.

Respon Kadisbudpar KBB ini semakin membuat gaduh keadaan. Hingga memunculkan beragam opini negatif dikalangan masyarakat khususnya para pelaku usaha ekonomi kreatif.

Terkait kegaduhan ini, Pengamat Politik dan Pemerintahan, Djamu Kertabudi sempat memberikan komentar. Dia menganggap kegiatan Bimtek tersebut seakan-akan sebuah tindakan dari bentuk kecemasan Pemerintah Daerah (Pemda) KBB demi penyerapan anggaran.

“Seolah-olah yang penting bisa dilaksanakan dengan menyerap anggaran yang tersedia, tanpa memperhatikan aspek kualitas dan sasaran yang semestinya,” ujarnya

Baca Juga,  Paguron Pencak Silat Pusaka Medal Wangi Saguling, Latih Puluhan ABG Penerus Budaya

Menurut Djamu, kegiatan tersebut seharusnya menjadi peluang bagi pariwisata Kabupaten Bandung Barat untuk bangkit dari keterpurukan pasca hantaman pandemi covid-19.

“Kegiatan ini seyogyanya bermitra dan melibatkan Forum Ekonomi Kreatif KBB yang sudah memperlihatkan perannya yang prospektif dan pelaku usaha wisata. Namun kenyataannya tidak seperti itu,” kata dia.

Program kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, kata Djamu, menjadi salah satu program strategis yang menjadi primadona bagi pemerintah di semua tingkatan.

“Bahkan pemerintah pusat telah mencanangkan program ini sebagai salah satu pilar perekonomian nasional,” ungkapnya.

Komentar Djamu tersebut direspon oleh Sri. Menurutnya media telah memberikan kabar yang menyesatkan kepada masyarakat.

“Hadeuh salah lg deskripsinya.. khawatos Pak Djamu atuh mantan dunungan abdi diberi informasi yg salah oleh media,” ujar Sri.

Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari pihak Disparbud KBB kepada Bangbara. Meski telah mengirim pesan singkat melalui jalur pribadi belum direspon.

 

Reporter: Mohammad Addien

Editor: En-En

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed