oleh

Kabupaten Bandung Batasi Penjualan Bahan Pokok di Pasar Modern

Kabupaten Bandung, BANGBARA.COM. – Mengantisipasi ketersediaan bahan pokok akibat dampak Pandemi Covid-19, Sejumlah Pasar Modern yang berada di Kabupaten Bandung, mulai membatasi penjualan bahan pokok kepada setiap konsumen

Popi Hopipah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung mengungkapkan, langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga ketersedian bahan pokok di wilayah Kabupaten Bandung, dan sesuai Surat Edaran dari Bupati Bandung dan Gubernur Jawa barat, terkait pembatasan pembelian bahan pokok.

“Disperindag Kabupaten Bandung bersama Satgas Pangan Polresta Bandung, melakukan pengecekan apakah di wilayah Kabupaten Bandung terjadi Panic Buying. Setelah dilakukan pengecekan ternyata tidak terjadi Panic Buying. Tetapi setiap Pasar Modern yang ada di Kabupaten Bandung tetap membatasi penjualan kepada setiap konsumen,” ungkap Popi yang ditemui usai melakukan pengecekan bahan pokok, Jumat (20/03/2020).

Popi menambahkan, setelah dilakukan inspeksi mendadak (sidak), diketahui kekuatan stok bahan pokok di setiap Pasar Modern untuk tujuh hari kedepan masih aman.

“Stok bahan pokok masih aman hingga tujuh hari kedepan. Pasalnya satu orang konsumen hanya diperbolehkan membeli beras maksimal 10 kg, minyak maksimal 4 liter, mie instan maksimal 2 karton, dan gula maksimal 2 kg,” jelas Popi.

Sementara meski gula mengalami kelangkaan, namun menurut Popi stoknya masih tersedia, tetapi untuk pembelian dibatasi.

“Kami telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan terkait dampak Corona ini. Dan kami pun punya kewajiban menjaga ketersediaan pangan, pasalnya kebutuhan pokok masyarakat harus tetap tersedia,” ucap Popi di akhir keterangannya.

 

Sumber: YouTube Yully Siti Yulianti

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Baca Juga,  Kondisi Tanimulya KBB Mengundang Keprihatinan Banyak Pihak, Anggota DPRD Ini Kirim Bantuan

Komentar

News Feed