oleh

Jurus Baru Disnakertrans KBB, Kacang Edamame Bisa Kurangi Pengangguran

Link Banner

Ngamprah, BANGBARA.COM. – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB), telah berhasil menemukan satu solusi untuk mengurangi angka pengangguran di wilayah KBB dengan Program penanaman kacang Edamame.

Hal ini sempat menjadi pertanyaan besar bagaimana sistem ini dapat berjalan dengan hanya kacang Edamame hingga dapat mengurangi jumlah pengangguran serta memberikan kesehatan ekonomi bagi masyarakat.

Mendengar hal tersebut, Redaksi Bangbara menggali informasi lebih luas tentang keberadaan kabar sang kacang Edamame yang dikabarkan menjadi jurus berikutnya dari Disnakertrans KBB.

Kacang edamame atau juga yang biasa dikenal dengan nama kacang jepang, saat ini telah menjadi idola baru di sektor pertanian di KBB. Hal ini karena ternyata kualitas kacang edamame di KBB termasuk dalam kualitas premium.

Kepala Disnakertrans, Iing Solihin mengatakan bahwa saat ini untuk dalam negeri saja kebutuhan pasar akan kacang edamame adalah sebesar 80 ton/bulan. Otomatis ini akan membuka wirausaha baru di bidang pertanian, karena akan banyak membutuhkan dan menyerap tenaga kerja.

“Untuk 1 kelompok saja terdapat 16 orang, yang terdiri dari instruktur, ketua kelompok, dan anggotanya. Saat dimulai pertama kali, sudah ada 8 kelompok. Jadi itu saja sudah menyerap tenaga kerja sebanyak 128 orang”, ungkapnya saat ditemui Redaksi Bangbara.com di ruang kerjanya, Rabu (08/01/2020).

Menurut Iing hal ini sudah dilakukanya uji coba yang dimulai di daerah Tanjungwangi dengan hanya ada lahan seluas 280 m2, dan sekarang sudah mulai meluas ke wilayah Cililin. Sudah terdapat lahan seluas 4000 m2, belum lagi di Desa yang lain di KBB.

Disnakertrans bekerjasama dengan Balai Pertanian BLK (Balai Latihan Kerja) Lembang, untuk mendapatkan data kelompok tani. Selain itu, staf Disnakertrans sendiri senantiasa mencari peserta pengangguran dan lowongan pekerjaan ke desa-desa di 16 Kecamatan wilayah KBB. Dimulai dari mecari data, verifikasi data, sampai monitoring pelaksanaan.

Baca Juga,  Kemensos Kucurkan 147 Miliar, Untuk 77 Ribu KPM Warga KBB

Berkembang pesatnya penanaman kacang edamame di KBB ini sendiri dikarenakan, keuntungan yang bisa didapat cukup besar, bahkan hingga 300 persen diatas penghasilan petani Padi.

“Untuk 1 hektar itu butuh modal Rp42 juta, lalu dengan harga jualnya Rp10 ribu/kg, maka 1 hektar itu bisa menghasilkan Rp100 juta dengan masa panen 65-70 hari sejak dimulai masa tanam. Untuk perawatan juga tidak susah, cukup disiram seminggu 2 kali dalam cuaca normal, namun jika hujan maka tidak perlu disiram. Sangat menguntungkan bukan?”, jelas Iing sambil tertawa bangga dengan konsep barunya ini.

Untuk soal pembeli, lebih lanjut Iing mengatakan agar tidak perlu kuatir karena saat ini sudah ada 8 Perusahaan yang siap menampung dan membeli kacang edamame dari wilayah KBB.

“Inilah langkah Lumpat dari Disnakertrans KBB untuk mendukung Visi Misi Akur yang dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati kita, bantu doa ya agar semua ini bisa lancar untuk kesejahteraan warga KBB. Tugas mengurangi pengangguran ini harus didukung oleh semua stakeholder. Mengurangi pengangguran berarti menghentaskan kemiskinan” Tutup Iing. (Gtr)

 

 

Penulis : Guntur Priyo
Editor : Mohammad Addien

Komentar

News Feed