oleh

Ini Dia Para Calon Sekda KBB, Diharapkan Singkron Dengan Pasangan Bupati Terpilih

Ngamprah, BANGBARA.COM – Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari hasil seleksi telah diumumkan oleh Panitia Seleksi (Pansel) terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama pemerintahan KBB dari surat Nomor : 002/PANSEL/2018. Adapun nama-nama yang telah diumumkan dan dinyatakan lolos administrasi adalah sebagai berikut :

1. Ir.H.ASEP SODIKIN ,MUM.
2. WANDIANA SH,MM.
3. Drs.ASEP SEHABUDIN.
4. Dra.Hj.AGUSTINA PIRYANTI,MM.
5. Drs.ASEP WAHYU S.IP.MM.
6. Drs.ASEP ILYAS,M.Si.
7. Ir.RACHMAT ADANG,ST.
8. MAMAN SULAIMAN,SH,M.Si.

Untuk lanjutan tahapan seleksi akan dilakukan pada tanggal 5 September 2018, lalu seleksi penulisan makalah pada 7 September 2018, dan untuk pengumuman lolos seleksi makalah yaitu pada 12-13 September 2018, dilanjutkan dengan uji kompetensi pada tanggal 17-18 September 2018, Wawancara dan cek kesehatan pada 24 September 2018, untuk pengumuman hasil tiga terbaik tanggal 25 Sept 2018, dan laporan proses seleksi ke KSAN pada Tanggal 23 Oktober 2018, setelah itu dilakukan Penetapan /Pelantikan Sekda Definitip.

Oppen Bidding pada posisi jabatan Sekda ini dilaksanakan karena Sekda sebelumnya Maman.S Sunjaya harus mengundurkan diri dikarenakan maju pada Pilkada 2018, hingga Kekosongan ini dijabat Sementara, diantaranya Aseng (Asinten), Wandiana (Kadis DPMD) dan sekarang dijabat oleh Wahyu Diguna (Disdukcapil).

Salah satu pendiri KBB Asep Ridwan mengatakan, sejak adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang di lakukan oleh KPK terhadap mantan Bupati KBB Abu Bakar beserta para jajaranya tersebut, kini berdampak kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap instansi pemerintahan KBB, Sehingga dalam menentukan pejabat Sekda Definisi ini, Wajib menegakkan aturan juga etika dan moralitas yang dapat memberikan kepercayaan baru lagi dari masyarakat.

“Untuk Panitia Seleksi (Pansel) harus melakukan penegakan peraturan, etika, dan moralitas dengan mengacu adanya Surat Edaran dari KPK dan BKN (Badan Kepegawaian Negara) bahwasannya ASN yang terindikasi Korupsi tidak perlu di promosikan lagi dalam Jabatan apapun. Kita jangan melihat satu sisi terhadap Penilaian loyalitas saja, akan tetapi profesionallitas juga harus dinilai, loyalitas tanpa profesional akan berdampak pada Kinerja yang tidak optiomal hingga pelayanan terhadap masyarakat akan terhambat. Begitupun profesional tanpa loyalitas akan mengganggu terhadap kinerja” jelasnya.

Meski Bupati dan Wakil Bupati terpilih akan dilantik pada tanggal 20 September 2018 mendatang, tetap saja dalam teknis penetapan Sekda Definitif ini, menjagi bagian dari pasangan Bupati terpilih, karena Sekda Definitif nanti akan mendampinginya selama 5 tahun kedepan tentukan harus bisa menjadi partner Kerja yang harmonis, dinamis, penuh dengan dedikasi, loyalitas serta profesional, disamping terbangunnya “Chemistry” agar Visi dan Misi Bupati yang baru dapat tercapai dalam mewujudkan Semua Keinginan masyarakat di KBB.

“Nampaknya perlu ditegakkan konsekwensi aturan dan peraturan, disamping juga melihat etika dan moralitas, demi terciptanya Good Governance pemerintahan yang bersih dan berwibawa, yang didalamnya ada Semangat perubahan bersama masyarakat dan itu menjadi Keinginan dari sejak dulu dari para Pendiri KBB. Sudah 11 Tahun Berdiri KBB, Maka sebuah kewajaran jika para pendiri KBB ini ikut memantau perubahan kearah yang lebih baik dilingkungan instansi pemerintahan yang bersih dan terasa bagi Masyarakat KBB dalam Melayani dan  Mensukseskan Pembangunan yang berpihak pada Masyarakat” tambahnya. (Adn)

3173total visits,5visits today

Komentar

News Feed