Data Corona Indonesia

Terkonfirmasi
4,181,309
+3,145
Meninggal
139,919
+237
Sembuh
3,968,152
Active
73,238
Last updated: 17 September 2021 - 5:53 am (+07:00)

Data Corona Selengkapnya Klik di Sini

Indonesia
Terkonfirmasi 4,181,309 +3,145 new today Meninggal 139,919 +237 new today Sembuh 3,968,152 Active: 73,238 Last updated: 17 September 2021 - 5:53 am (+07:00)
Link 

Banner
164

HUT KNPI ke-48, Survey 77,14 Persen Responden Tidak Puas dengan Pemerintahan KBB Saat Ini

  • Bagikan
Kegiatan HUT DPD KNPI ke-48, Jum'at (23/07/2021). (foto: Istimewa).
Kegiatan HUT DPD KNPI ke-48, Jum'at (23/07/2021). (foto: Istimewa).
Kegiatan HUT DPD KNPI ke-48. (foto: Istimewa).
Kegiatan HUT DPD KNPI ke-48. (foto: Istimewa).
Narasumber Kegiatan HUT DPD KNPI ke-48, Jum’at (23/07/2021). (foto: Istimewa).
Kegiatan HUT DPD KNPI ke-48, Jum’at (23/07/2021). (foto: Istimewa).

Ngamprah, BANGBARA.COM. – Hasil Survey yang dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebutkan bahwa 39,52% warga menyatakan kurang berhasil, dan 77,14% menyatakan tidak puas terhadap Pemerintahan KBB saat ini.

Hal ini diungkapkan Ketua DPD KNPI KBB, Iip Saripudin saat memperingati HUT KNPI ke-48 yang diisi dengan kegiatan seminar fisik dan virtual melalui zoom meeting di Sekretariat KNPI KBB yang baru, di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Jum’at (23/07/2021).

Narasumber Kegiatan HUT DPD KNPI ke-48, Jum'at (23/07/2021). (foto: Istimewa).
Narasumber Kegiatan HUT DPD KNPI ke-48.  (foto: Istimewa).

Hadir sebagai Narasumber dalam kegiatan tersebut diantaranya yang juga dihadiri H. Zaenal Abidin (Ketua KPKBB), Asep Suhardi (Pendiri KPKBB), dan Lili Suptriatna (Ketua MPI DPD KNPI KBB), sementara Rismanto (Ketua DPRD KBB) yang dijadwalkan akan hadir tidak dapat bergabung baik secara fisik maupun virtual karena ada agenda lain.

“Alhamdulillah, meskipun diperingati dalam keterbatasan dan kesederhanaan kita tetap dapat merayakan HUT KNPI KBB ke-48 ini. Saya berharap KNPI sebagai wadah berhimpun para pemuda dapat bangkit untuk menjadi motor penggerak pembangunan kepemudaan khususnya di wilayah KBB”, ujarnya.

Iip menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih kepada para pendiri dan pejuang pemekaran KBB hingga bisa memasuki usia yang ke-14 sejak pemekarannya tahun 2007 silam.

Kegiatan HUT DPD KNPI ke-48. (foto: Istimewa).
Kegiatan HUT DPD KNPI ke-48. (foto: Istimewa).

“Mustahil KBB hari ini ada tanpa perjuangan para pendiri, mustahil kita beraktifitas seleluasa saat ini jika tanpa jerih payah pendahulu kita”, ucapnya.

Dalam seminar tersebut yang menjadi tema dan topik utama ‘Meneguhkan Kembali Cita-cita Luhur Pemekaran di Kalangan Generasi Muda Bandung Barat’, dengan harapan tema tersebut dapat menjadi energi positif perjalanan panjang pemekaran dikaitkan dengan kondisi eksisting KBB saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Iip menyampaikan bahwa tanggal 16-26 Juni yang lalu DPD KNPI KBB telah menyelenggarakan survey secara online mengenai pengetahuan warga KBB tentang tokoh dan kondisi KBB.

Kuesioner tersebut berisi 24 pertanyaan yang terbagi menjadi 4 bagian, yaitu identitas responden, pengetahuan warga tentang pemekaran, kondisi ekonomi responden, dan penilaian terhadap kondisi terakhir Pemerintahan KBB.

Link formulir dibagikan secara masif melalui berbagai grup WA dan diikuti oleh 3.150 responden yang terdiri dari 2670 (84,76 %) laki-laki dan 480 (15,24 %) perempuan.

Kegiatan HUT DPD KNPI ke-48. (foto: Istimewa).
Kegiatan HUT DPD KNPI ke-48. (foto: Istimewa).

Dari sisi usia, survey ini diikuti oleh kalangan muda produktif dengan rentang 15-45 tahun 85,71%, usia 46-60 12,86% dan usia diatas 60 tahun 1,43%.

Sementara dari sisi pendidikan, 30,48% berlatar belakang SMA/sederajat dan 55,71% berijazah S1, sisanya terdiri dari pendidikan SD, SMP, S2 hingga S3 dengan prosentase yang variatif.

“Pertanyaan lain juga disampaikan berkenaan dengan kepemimpinan Bupati H. Abu Bakar (alm) yang dinilai oleh responden dengan 6,19% menyatakan sangat berhasil, 43,33% berhasil, 41,43% menyatakan kurang berhasil dan 9,05% menyatakan gagal”, lanjut Iip.

Kendati masih besarnya responden yang menyatakan Abu Bakar kurang berhasil (41,43%), bahkan ada yang menyebut gagal, tetapi respon dan sikap terhadap almarhum 71,43% menyatakan sedih dan merasa kehilangan salah satu sosok terbaik KBB tersebut.

“Hal ini menegaskan bahwa beliau adalah orang baik yang sukses menata hati dan mempersatukan seluruh elemen warga di Kabupaten Bandung Barat ini”, tegas Iip.

Dari survey tersebut juga disimpulkan respon kepuasan warga terhadap Pemerintahan saat ini 4,29% menyatakan berhasil, 29,52% menyatakan biasa saja, 39,52% menyatakan kurang berhasil, 18,10% menjawab tidak berhasil bahkan 8,57% menyatakan Pemerintahan gagal.

Dari kondisi ini, sebanyak 6,67% menyatakan puas, 77,14% menyatakan tidak puas dan sisanya 16,19% memilih tidak tahu (ragu-ragu).

Menanggapi hasil survey tersebut, Lili Supriatna sebagai Ketua MPI DPD KNPI KBB menyatakan dan menginstruksikan kepada seluruh generasi muda untuk merapatkan barisan dalam rangka mengawal KBB yang lebih baik.

“Jadikan Harlah KNPI ke-48 ini sebagai tambahan energi positif dan jadikan momentum kebangkitan generasi muda KBB. Kita tidak usah ragu dalam melangkah, karena payung hukum kepemudaan jelas telah di Undangkan di KBB melalui Perda No. 4 Tahun 2020 yang harus ditaati semua pihak dan harus menjadi pedoman, petunjuk arah pembangunan pemuda di KBB”, tegasnya.

Kegiatan HUT DPD KNPI ke-48. (foto: Istimewa).

Sementara itu Zaenal Abidin dalam paparannya menyampaikan secara gamblang tentang langkah dan siapa saja yang terlibat dalam proses perjuangan pemekaran KBB.

“Kami melihat kesenjangan di Kabupaten Bandung saat itu, dimana Kabupaten Bandung di wilayah Barat belum tersentuh oleh pembangunan dan jauh tertinggal oleh wilayah timur, dan wilayah-wilayah lain. Dengan nawaitu inilah kami Bismillah untuk dapat memekarkan KBB menjadi daerah otonom”, terangnya.

Disebutkan juga, semua bercita-cita dan harapan bahwa daerah otonom baru tersebut menjadi sosok Daerah yang menarik dengan aparatur yang bersih, terjadinya pemerataan pembangunan di setiap wilayah dan KBB menjadi Kabupaten termaju dan terdepan di Indonesia.

“Pesan saya, jika ingin KBB lebih maju maka ‘JAS MERAH’ (Jangan sekali-kali melupakan sejarah), karena cita-cita luhur para pendirilah yang akan menjadi pedoman dan ruh dari perjalanan KBB saat ini dan kemudian”, ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Asep Suhardi atau sering disapa mang Ado ini, yang mengatakan pada intinya para pendiri KBB hanya ingin Kabupaten Bandung Barat menjadi maju.

“Jadilah pemuda sebagai agen perubahan di setiap saat, berikanlah gagasan dan pemikiran yang positif untuk kemajuan KBB. Tidak usah sungkan untuk menyampaikan usul dan saran. Jadilah generasi yang kritis terhadap ketidakadilan, karena pemekaran itu sendiri tidak diraih dengan mudah, tetapi banyak hal yang telah dikorbankan”, pungkasnya. (Addien)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *