oleh

HUT KBB ke 13 Dalam Nuansa Pandemi Covid-19, Pemda Bertekad Pulihkan Kembali Sektor Ekonomi

Link Banner

Padalarang, BANGBARA.COM. – Peringatan hari jadi ke 13 Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada tahun ini di laksanakan dalam situasi cukup memprihatikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Perayaan tahun ini bersamaan dengan mewabahnya pandemi Covid-19 yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, bahkan Dunia yang melumpuhkan segala sektor kehidupan.

Di KBB sendiri pandemi Covid-19 berdampak banyak terhadap keberlangsungan hidup masyarakat yang menjadi semua tantangan tersendiri bagi Pemerintahan dibawah kepemimpinan Bupati Aa Umbara Sutisna dan Wakil Bupati (Wabup) Hengki Kurniawan.

Pada masa kepemimpiman pasangan AKUR ini, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) para Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi program awal pembangunan yang dilaksanakan pada tahun pertama yang tertuang dalam Rancangan Program Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Daerah (RPJMD) untuk masa 2018-2023.

Dengan berfokus terhadap pembenahan di lingkungan Pemda pendekatan spiritual dan emosionalnya, beberapa program rutin dilaksanakan oleh Bupati Umbara, seperti Shalat Subuh berjamaah, Shalat Dhuha berjamaah, Jum’at bersih-bersih, terjun langsung ke masyarakat melalui program Bupati Saba Desa (Ngariksa Lembur), dan yang lainnya.

Memasuki tahun 2020, saat sejumlah program pembangunan Infrastruktur seperti pembangunan jalan akses menuju pengembangan 10 Destinasi Wisata dilaksanakan, pandemi Covid-19 melanda yang membuat program-program yang sudah dicanangkan dan siap dilaksanakan terpaksa mengalami penundaan akibat anggaran yang ada dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Manusia hanya bisa berencana, tapi Allah yang menentukannya. Saat pandemi Covid-19 semua anggaran ditarik. Refocusing dan Realokasi anggaran sebesar Rp224 Milyar kita persiapkan untuk penanganan Covid-19”, tutur Umbara.

Kini saat situasi dan kondisi mulai bisa pulih secara perlahan, beberapa rencana pembangunan yang sebelumnya tertunda, di mulai kembali. Seperti Revitalisasi Pasar Tagog Padalarang yang akan diubah menjadi Semi Modern.

Pemulihan beberapa sektor juga mulai dilaksanakan seperti pembukaan kembali Destinasi Wisata yang selama ini memang menjadi salah satu Trade Mark KBB. Pemulihan ekonomi bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan industri kreatif juga mulai bergeliat kembali.

“Insya Allah dengan mulai dibukanya Sektor Pariwisata yang memang menjadi salah satu andalan KBB, bisa membangkitkan kembali perekonomian masyarakat setelah terpuruk pada masa pandemi Covid-19 yang lalu”, ujar sang Bupati.

Baca Juga,  Bedas Jadi Pasangan Bupati, Guru Ngaji Bakal Dapet Insentif Rp500 Ribu Per Bulan dan BPJS Gratis

Umbara mengatakan, dalam pemulihan ekonomi ini setelah Pariwisata dan UMKM kemudian berlanjut di sektor pertanian dan sektor peternakan. Sehingga, jika ekonomi sudah pulih, impian dan cita-cita masyarakat KBB akan tercapai.

“Bapak sebagai Ketua Gugus tugas dan semua jajaran akan konsentrasi dulu disana. Disamping memutus mata rantai, sekarang kantor sudah buka 75 persen, industri juga sudah dibuka, pariwisata juga sudah dibuka, tinggal bagaimana kita bisa memulihkan ekonomi”, tuturnya.

Bupati Aa Umbara Sutisna didampingi Istri Yuyun Yuningsih bersama Wabup Hengki Kurniawan di dampingi Istri Sonya Fatmala, saat perayaan HUT ke 13 KBB di Kamtor Pemda KBB, Jum'at (19/06/2020).
Bupati Aa Umbara Sutisna didampingi Istri Yuyun Yuningsih bersama Wabup Hengki Kurniawan di dampingi Istri Sonya Fatmala, saat perayaan HUT ke 13 KBB di Kamtor Pemda KBB, Jum’at (19/06/2020).

Moment Rapat Paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) KBB ke 13 sendiri dilaksanakan dengan menggunakan layanan virtual Video Conference Zoom pada Jum’at (19/06/2020) kemarin, yang diikuti oleh Bupati Aa Umbara Sutisna, Wabup Hengki Kurniawan, seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Anggota DPRD, Ormas, LSM, dan beberapa undangan lainnya.

“Ini memang tidak sesuai dengan rencana bahwa hari ini Rapat Paripurna HUT ke 13 KBB diselenggarakan dengan virtual, tidak bisa berbarengan dengan seluruh tamu undangan seperti biasa. Manusia hanya bisa berencana, namun Tuhan yang menentukan”, ungkap Umbara saat ditemui awak media seusai acara.

Namun Umbara menyebutkan hal ini tidak merubah makna Hari jadi KBB yang tetap harus bersemangat seusai dengan moto HUT kali ini yaitu harus sehat dan kuat walau masih dalam suasana Covid-19.

Dirinya juga berharap KBB yang saat ini sudah masuk dalam Zona Biru Covid-19 di Jawa Barat, dalam seminggu ke depan dapat berubah menjadi Zona Hijau seperti yang diharapkan semua pihak.

Dalam 13 tahun perjalanan KBB, terutama sejak tahun lalu (2019) menurut Umbara walau belum bisa dikatakan berhasil 100%, namun sudah ada beberapa kemajuan yang berhasil dicapai walaupun tetap masih banyak lagi yang harus di capai.

Umbara juga berpesan kepada para Birokrat untuk terus kompak dan dapat membaca kemana arah Pimpinan akan berjalan demi kebaikan bersama terutama untuk masyarakat KBB.

Baca Juga,  Giliran Bagian KBB Selatan, Hengki Bagikan 20 Ribu Perdana dan Susu Nutrisi Untuk Ibu Hamil Secara Gratis

“Para Birokrat terutama di Dinas yang ada di Pemerintahan harus punya inovasi yang bisa dilihat dan dirasakan oleh masyarakat. Ada beberapa yang sudah melakukannya, namun tetap harus lebih ditingkatkan lagi untuk semuanya”, tegas orang nomor 1 di KBB ini.

Tak lupa Umbara juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah megirimkan ucapan dan doa di HUT ke 13 KBB ini. Dimana hal ini membuktikan bahwa KBB semakin dicintai oleh seluruh pihak dan lapisan.

“Sebagai pribadi dan Lembaga, Bapak ucapkan terima kasih untuk semua ucapan dan doa walupun hanya melalui video. Kita berdoa bersama semoga keadaan bisa cepat pulih kembali. Dan semoga di akhir bulan ini ada kado HUT ke 13 dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berupa Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebagai opini tertinggi untuk KBB”, pungkasnya.

Beberapa tokoh di KBB juga tak lupa mengucapkan rasa syukur atas bertambahnya usia KBB dengan mengucapkan doa dan harapan-harapannya demi kemajuan KBB.

Rismanto selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KBB menyebutkan bahwa kita patut mensyukuri berbagai kemajuan dan prestasi yang diraih KBB selama 13 tahun ini. Baik menyangkut pembangunan fisik mapun peningkatan kualitas SDM.

“Ini semua berkah dari pemekaran yang Insya Allah bisa kita rasakan saat ini. Selain itu kita juga perlu mengejar berbagai aspek yang dianggap masih perlu ditingkatkan, seperti peningkatan pelayanan publik, pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Disinilah dibutuhkan kerja keras sekaligus sikap mau bekerja sama, bahu-membahu membangun Bandung Barat”, ungkapnya saat di hubungi pada Jum’at (19/06/2020).

Tak lupa Rismanto juga mengingatkan bahwa cita-cita pemekaran Daerah Otonom baru tentu saja tidak bisa dicapai dalam waktu singkat karena masih tersisa berbagai pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.

“Sebagai salah satu unsur pemerintahan, DPRD KBB insya Allah siap bersinergi mengawal tujuan pembentukan KBB, sesuai Tupoksi kami. Selamat Ulang Tahun ke 13 KBB tercinta”, ungkapnya.

Sementara itu Bagja Setiawan, selaku Ketua Panja Penanganan Covid-19 DPRD KBB menyebutkan, semangat HUT KBB seharusnya tidak terpengaruh dengan ada atau tidak adanya Covid-19, semangat harus selalu terjaga.

Baca Juga,  Covid-19 Seperti Semangka Terlihat Hijau Dibelah Merah, BPBD KBB Kembali Lakukan Penyemprotan

“Visi Misi Akur sudah jelas tercantum dalam RPJMD. Kita fokus saja untuk mencapai semua target tersebut. Jika ada yang tidak bisa tercapai akibat Covid-19, itu merupakan Force Majeure (tidak direncanakan atau tidak diduga)“, terangnya

Bagja juga menyebutkan agar apresiasi terhadap para tokoh yang memperjuangkan berdirinya KBB ini harus lebih ditingkatkan, entah dengan melakukan upacara setiap pelaksanaan HUT KBB, atau bisa dengan cara lainnya.

“Bangsa yang besar adalah yang tidak melupakan sejarah dan pahlawan. Berdirinya KBB juga dengan perjuangan yang tidak mudah dari para tokoh pendirinya. Ini harus di apresiasi dengan baik, karena masih ada beberapa tokoh yang kurang diperhatikan oleh Pemerintah”, ujarnya.

Bagja juga berpesan kepada anak muda dan kaum millenial KBB agar menjadi produktif dan mengupgrade kemampuan yang dimiliki, jangan pasif hanya mengikuti perkembangan saja, namun harus pro aktif dan menjadi trend setter dalam ikut membangun KBB.

Di tempat terpisah, salah seorang tokoh pendiri KBB Ade Ratmadja yang juga merupakan Wakil Ketua Komite  Pembentukan Bandung Barat (KPKBB) menyebutkan bahwa cita-cita masyarakat KBB yang diperjuangkan tanpa pamrih selama 7 tahun (2001-2008) yang ingin mandiri dan Pemerintah yang berpihak kepada rakyat harus tetap dipertahankan.

“Sampai saat ini Pembangunan memang sudah berjalan dengan baik, namun tetap masih ada dan banyak kekurangannya. Kekurangannya ini lah yang harus diperbaiki, terutama soal Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN), karena ini jangan sampai menjadi noda dalam Pemerintahan”, ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa dengan adanya pandemi Covid-19, anggaran pembangunan akan ikut berubah yang secara otomatis akan membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) terganggu dan terpengaruh terhadap seluruh lapisan dan sektor di masyarakat.

“Untuk itulah semua pihak harus bersatu dan bersinergi dalam situasi saat ini, terlebih dalam momen HUT ke 13 KBB tercinta ini. Saya doakan Pemimpin KBB selalu sehat dan terus dapat melanjutkan pembangunan untuk membuat KBB lebih maju dan semoga masyarakat tetap semangat dan mendukung Pemerintah”, tambahnya. (Advetorial)

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed