oleh

Heboh Penusukan Syekh Ali Jaber, Berikut Beberapa Fakta Tentang Pelaku

Link Banner

Padalarang, BANGBARA.COM. – Berapa hari terakhir, masyarakat dihebohkan dengan peristiwa penusukan terhadap Syekh Ali Jaber di acara Wisuda Tahfidz Al Quran Masjid Falahudin, Bandar Lampung, pada Minggu (13/09/2020) lalu.

Pemuda berinisial AA (24) ditetapkan tersangka setelah berhasil diamankan oleh warga usai melakukan penusukan yang menyebabkan Syekh Ali Jaber mengalami luka di bahu kanannya.

Link Banner
Link Banner

Berikut ini adalah beberapa fakta terkait Tersangka AA yang coba dihimpun Redaksi Bangbara.com dari sumber Kompas.com.

Tersangka AA diketahui merupakan warga Jalan Tamin RT 07, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, yang tinggal bersama keluarga sang kakek di Gang Kemiri.

“Iya benar, AA merupakan warga saya. Tapi saya sudah lama tidak melihatnya, karena sudah 3 tahun dia meninggalkan kampung sini dan kabar terakhir katanya tinggal di Mesuji. Saya juga tidak tahu kapan dia datang lagi kesini sampai tiba-tiba ada kabar dia (AA) nujah (menusuk)“, ungkap Jumawan selaku Ketua RT 07 Gang Tamin, seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (15/09/2020).

Selanjutnya, kabar yang menyebutkan AA mengalami gangguan jiwa dan pernah dirawat di Rumah sakit Jiwa (RSJ) Kurungan Nyawa berdasarkan pengakuan Ayahnya, masih diragukan oleh pihak Kepolisian.

Karena berdasarkan dari pemeriksaan awal, AA mampu menjawab pertanyaan dengan lancar, ditambah pihak Kepolisian Bandar Lampung sendiri belum menemukan Karta Tanda Pasien RSJ Kurungan Nyawa atas nama AA.

“Untuk sementara, kita tetap pada proses hukumnya. Apakah dia pernah dirawat inap atau tidak, kami harus konfirmasi dahulu ke RSJ, karena belum ada kartu kuningnya”, ujar Kapolresta Bandar Lampung Kombes Yan Budi.

Fakta berikutnya, menurut Syekh Ali Jaber, setelah berhasil menusuk dirinya, sebelum ditangkap oleh warga, AA kembali mencoba melakukan penusukan kembali namun berhasil dihentikan.

Baca Juga,  Bupati KBB Angkat Jempol, Ada Desa yang Menyulap Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Kendaraan

AA sempat dihajar oleh massa yang hadir di acara tersebut. Lantaran kasihan, Ali Jaber meminta massa berhenti memukuli pria tersebut dan meminta jemaah segera menyerahkannya ke Polisi.

“Menurut saya, pelaku bukan orang yang (maaf) gila sembarangan. Pertama, dari segi kekuatan, badannya kurus, kecil. Tidak mungkin jika melihat tubuhnya bisa ada kekuatan sampai separuh pisau menusuk”, kata Ali Jaber.

Dalam proses pemeriksaan Kepolisian, AA diketahui membawa pisau dari rumahnya menuju lokasi acara untuk menusuk Syekh Ali Jaber. AA mengarahkan pisau ke bagian leher dan dada yang berhasil dihindari, namun Ali Jaber akhirnya mengalami luka di bahu kanannya.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan, AA sempat dikira naik panggung untuk meminjamkan ponsel, karena sesaat sebelum penusukan terjadi, Syekh Ali Jaber tengah menguji hapalan bacaan Al Quran salah satu santri.

Santri tersebut dan ibunya kemudian naik ke atas panggung. Usai berinteraksi, anak dan ibu tersebut meminta berswafoto dengan Syekh Ali Jaber. Namun karena memori ponsel sang ibu tersebut penuh, sehingga tak bisa digunakan untuk memotret.

Syekh Ali Jaber lalu mengatakan kepada jemaah agar meminjamkan ponsel kepada ibu tersebut, yang mana kemudian AA naik ke atas panggung dan secara tiba-tiba menusukkan pisau ke arah Syekh Ali Jaber.

AA sendiri dapat dikenakan 2 Pasal terkait penganiayaan berat dan membawa senjata tajam tanpa hak, yakni Pasal 351 ayat 2 (KUHP) dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana penjara 10 tahun.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed