oleh

Hanggoro, Direktur PT.KCIC Kereta Cepat Menghindar, Saat di Tanya Wartawan

 

PADALARANG,BBPOS – Pada kesempatan Silaturrahmi dan Koordinasi bersama Bupati Bandung Barat Abubakar dan di hadiri oleh Sekretaris Daerah, serta Camat dan seluruh Kepala Desa yang terkena dampak pembebasan tanah untuk pembangunan Kereta Cepat itu, yang terdiri dari 4 Kecamatan dan 17 desa di Kabupaten Bandung Barat.  Acara yang diadakan di Hotel Mason pine Kotabaru Parahyangan pada Jumat (03/11/2017), beberapa Kepala Desa masih sempat bingung karena hingga acara usai belum juga mendapat informasi tentang kesepakatan seputar harga tanah, karena jawaban yang di dapat, bahwa penentuan Harga tanah ataupun bangunan yang terkena dampak Kereta Cepat itu, semua akan di ketahui setelah Tim Afrecial turun dan menilai kelayakan dari harga tanah dan bangunan yang akan di bebaskan itu.

Bupati Bandung Barat Abubakar mengatakan, secara teknis semua ini tinggal menunggu petunjuk patok batas-batas tanah dari BPN, Abubakar pun memerintahkan semua kepada desa untuk membantu mempersiapkan data pertanahan pada masyarakat.

” Kepada seluruh Kepala Desa yang daerahnya terkena pembebasan ini, agar dapat mensosialisasikan kepada masyarakat, dan mempersiapkan data pertanahanya bersama BPN” Tutur Abu.

Hadir pada acara itu direktur PT .PSBI Natal Argawan Pardede selaku pengadaan Lahan Konsorsium BUMN, serta hadir juga  Hanggoro Budi Wiryawan, Direktur PT.KCIC (Kereta Cepat Indonesia Cina).

Kepala Desa Tagog  Tata Afendi memaparkan kepada wartawan  bahwa dari beberapa desa yang sudah mendapat pembayaran pembebasan lahan tanah dan bangunan, namun desa Tagogapu adalah salah satu desa yang belum selesai di lakukan pembayaran pembebasan kepada warga Tagogapu Padalarang Bandung Barat.

Tata menjelaskan bahwa selama ini dirinya bersama warga tetap masih bertahan, karena ada beberapa kebingungan, karena saat sosialisasi awal bahwa pembayaran dilakukan oleh PT.KCIC  namun kali ini ada juga PT.PSBI yang akan melakukan pembayaranya, apalagi saat pertemuan itu para kades tidak mendapatkan informasi tentang keputusan harga tanah dan bangunan yang akan di bebaskan.

“Dulu kan sama PT.KCIC kenapa sekarang PT nya beda lagi, apalagi dalam pertemuan ini saya tunggu-tunggu hingga selesai acara belum mendapatkan keterangan berupa harga pembebasanya itu, malah diserahkan lagi oleh Tim Afrecial ”Tandas Tata kepada Wartawan.

Hanggoro Budi Wiryawan, Direktur PT.KCIC saat akan di konfirmasi tidak bersedia untuk memberi penjelasan hingga menghindar dan menjauh dari pertanyaan dan kerumunan wartawan,  hingga Abubakar memanggilnya untuk menemani di samping Abubakar saat di wawancara oleh puluhan wartawan, Anggoropun menuruti pinta Abubakar, namun saat selesai Bupati Bandung Barat itu selesai di wawancarai, Anggoro pun bergegas menghindar dari kerumunan Wartawan yang bertanya kepadanya. (Adn/Dri)

109total visits,1visits today

Komentar

News Feed