oleh

Gema Pasundan Apresiasi Presiden dan Polri Dalam Kasus Penangkapan Djoko Tjandra

Link Banner

Bandung, BANGBARA.COM. – Presidium Kordinator Pusat / Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pasundan (Gema Pasundan), Zendhies Galan Raya Guna mengapresiasi di tangkapnya Djoko Tjandra buronan kasus korupsi tindak pidana korupsi berkaitan dengan pencairan tagihan Bank Bali melalui cessie yang merugikan Negara Rp940 Milyar.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo yang menunjukkan keberpihakannya kepada kebenaran dan kepastian hukum”, ucap pria yang akrab disapa Rajo Galan ini kepada Bangbara.com, Selasa (04/08/2020).

Link Banner
Link Banner

Menurut Rajo, seorang Presiden memang tidak boleh mengintervensi para penegak hukum, jika sesuatu kasus tersebut belum diputuskan benar salahnya dalam proses pengadilan.

Namun setelah kasus itu diputuskan oleh pengadilan, maka Presiden wajib berpihak bahkan harus mendorong mempercepat tindakan atau eksekusi dari para aparat penegak hukumnya untuk memberikan hukuman yang sesuai dengan bunyi putusan pengadilan tersebut.

“Dalam hal ini Presiden sudah sangat tepat dan patut diacungi jempol untuk meminta Kapolri dan Kabareskrim agar segera dan dengan cara apapun menangkap Djoko Tjandra”, ujar Rajo yang juga merupakan mahasiswa PPKn FKIP Universitas Pasundan, Kota Bandung, Jawa Barat ini.

Untuk itu dirinya juga memberikan apresiasi kepada Institusi Kepolisian, khususnya Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz dan juga Kabareskrim Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo, karena betul-betul menunjukkan sikap profesionalisme dan terpercaya sesuai dengan jargon Kepolisian Republik Indonesia, yaitu PROMOTER (Profesional, Modern, dan Terpercaya).

Hal ini terlihat dari bagaimana Kapolri dan Kabareskrim bertindak sangat cepat dari mula awal munculnya surat jalan Djoko Tjandra yang dikeluarkan oleh oknum Kepolisian, hingga mampu menterjemahkan perintah Presiden Joko Widodo dengan memberi bukti nyata ditangkapnya Djoko Tjandra.

Dilanjutkannya, masyarakat wajib mencatat, bahwa oknum yang dimutasi dari jabatannya itu bukan main-main, karena merupakan Perwira Tinggi Polisi berpangkat Brigadir Jenderal Polisi dan Inspektur Jenderal Polisi. Dimana salah satu oknum yang dicopot itu merupakan rekan satu angkatan Komjen Listyo Sigit di Akademi Kepolisian (Akpol).

“Kapolri dan Kabareskrim mampu menunjukkan dan membuktikan ketegasannya dengan menindak oknum-oknum Perwira Tinggi Kepolisian yang melanggar hukum tersebut sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku. Dimana seringkali budaya ‘Ewuh Pakewuh’ atau budaya ketidakenakan terhadap sesama kawan di Indonesia ini masih sangat tinggi”, tutur Rajo.

Baca Juga,  Anies Ungkapkan Sebelum Wafat Saefullah Lakukan Hal Yang Sebelumnya Tidak Pernah Dilakukannya

Ditambahkan Rajo, kinerja luar biasa Kepolisian ini kemudian diakhiri dengan ditangkapnya Djoko Tjandra di Malaysia dan diterbangkan ke Indonesia pada tanggal 30 Juli 2020 lalu dengan melakukan kerjasama Police to Police dengan pihak Kepolisian Malaysia.

“Rangkaian tindakan tegas dan cepat itu dari Kapolri dan Kabareskrim tersebut membuat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Institusi Polri semakin meningkat tajam”, ujarnya kembali

Rajo juga menyampaikan bahwa seluruh Mahasiswa Pasudan yang terdiri dari UNPAS, STH PAS, STKIP PAS, STIE PAS, yang berada di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Pasundan, yang berjumlah 25 ribu orang siap dan akan selalu mendukung Polri demi terwujudnya Indonesia yang adil dan berintegritas.

“Kepada seluruh aparat penegak hukum dari unsur Kepolisian semoga dapat meneladani apa yang dilakukan Jenderal Polisi Idham Aziz dan juga Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam hal profesionalisme dan menjaga kepercayaan masyarakat. Semoga Polri semakin solid dan kompak kedepan”, pungkasnya.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed