oleh

Gara-gara Beda Pilihan Pilpres, Medsos Jadi Ajang Hoax dan Debat

Oleh Mohammad Addien, BANGBARA.COM

Tidak dapat dipungkiri, fanatisme pada idealis, cara pandang, penentuan sikap, menjadi beragam pada bermasyarakat. Hal ini nampak pada perbedaan dalam pilihan Pilpres 2019. Lalu mengapa hanya pilpres saja dalam perbedaanya? mengapa pada pileg tidak menggaung perdebatanya.

Ini sebagai bukti Pemilihan presiden menjadi tranding topik tertinggi pada semua medsos. Bahkan persaudaraan yang sudah terjalin menjadi terpecah belah. Pada awalnya menjadi satu pandangan pada pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk Bupati/Walikota/Gubernur, Namun sejak masuk pada Pilpres perbedaan pada kubu yang sama pada pemilihan Pilkada, kini mulai ada perselisihan, bahkan menjadi makanan keseharian dengan penyebaran kabar HOAX dan keburukan lainya.

Selain pertemanan, yang menjadi korban, bahkan keluarga dekat, keluarga kandungpun bisa menjadi terpecah belah, bahkan lebih ekstreme lagi yaitu pasangan suami istripun terancam perceraianya hanya karena beda pandangan. Alhasil salah satu dari pasangan itu berselingkuh dengan orang yang satu pandangan pada pilpres karena hawa nafsu idealis sebagai korban pilpres yang menghantui.

“Begini loh mah.. Pada dasarnya, pak Jokowi itu butuh waktu untuk membangun indonesia dengan baik, namun tidak cukup dengan waktu lima tahun, begitupun untuk melengkapi kekuranganya saat ingin membuktikan janji-janji kampanye nya 2014 yang lalu, kan Indonesia itu luas mah. Nah sekarang ga usah pusing mah mending ga usah mikir calon presiden yang lain” papar Papah sang suami kepada istrinya itu.

“Ueeenak saja sampean ngomong (Dengan nada teriakan yang lantang) emang Jokowi sudah bikin apa selama luma tahun ini? ga bisa.. Mamah tetap pilih Prabowo yang cocok memimpin Indonesia kedepan” teriak sang istri yang disebut mamah itu.

Dengan mengelus dada sang suami menghela nafas seraya berkata. “Mah.. Apasih yang sudah dibuktikan oleh prabowo untuk Indonesia? Wong memimpin rumah tangga saja belum terlaksana apalagi memimpin Indonesia? Lalu siapa yang akan menemani menjadi ibu negaranya? ” tanya suami sang Papah kepada Istrinya.

“Apaaa.? Istri Prabowo maksud papah? Ga usah repot pah kita cerai saja, biar mamah mau nikah saja sama Prabowo biar cepat kaya langsung ga seperti ini hidup susah terus sama papah” teriak sang istri dengan geram melihat suami yang terus membela Jokowi.

Perbedaan pandangan itu berkembang dalam Media Sosial seperti Facebook salah satunya yang menjadi perbincangan tajam pada salah satu Group. Begitupun dengan group Whatsapp yang sangat mendominasi pertengkaran dengan penyebaran HOAX berita buruk terhadap pasangan masing-masing.

Penyebaran berita buruk atau bahkan HOAX kabar yang dibuat, tidak lain nampak bahwa ada keterbatasan, dan ketakutan yang dalam, karena Calon Presiden pilihanya punya keterbatasan dengan sainganya itu.

Mari kita cermati bersama apa sebenarnya yang terjadi dengan Indonesia ini, siapa yang salah dalam hal ini, budaya untuk membabi buta dalam jabatan menjadi proioritas, lalu sebenarnya apa sih yang mereka cari?

Begitupun para caleg saatnya untuk kasak kusuk mencari perhatian masyarakat untuk bisa diakui keberadaanya. Maka tidak heran aksi sosial menjadi tranding disetiap daerah di Indonesia dengan pemberian sembako, perhatian kesehatan, dunia pendidikan, Pertanian, dan semua unsur mulai berbondong-bodong belusukan. (Adn)

Bersambung….

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed