oleh

Gadis 14 Tahun Warga Padalarang Diperkosa Empat Pemuda

Link Banner

Padalarang, BANGBARA.COM – Kejadian tidak terpuji terjadi oleh seorang gadis belia. Diusianya yang ke 14 tahun, sebut saja Bunga duduk di kelas 3 SMP,  warga Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), harus menjadi korban kebiadaban 4 pemuda yang di diketahui diduga warga Desa Bojonghaleuang Kecamatan Saguling, KBB.

Hingga di hari ke sepuluh ini para pelaku belum juga tertangkap hingga buron oleh pihak kepolisian.

Link Banner

Paman dari Keluarga korban Y (50) menceritakan secara langsung kepada Bangbara.com, pihaknya sangat menyanyangkan hingga di hari ke 10 ini, para pelaku belum juga tertangkap. Sehingga keluarga dan korban Bunga harus menyendiri di dalam kamar karena kondisi trauma berat yang dihadapinya.

“Saya tidak tega melihat kondisi keponakan saya ini, hingga sekolah saja sudah tidak berani karena kondisi malu, begitupun orang tuanya. Sampai sekarang kita mendapatkan informasi bahwa para pelaku belum juga tertangkap. Padahal sudah jelas rumah si pelaku itu kan ada, tapi kenapa ya belum tertangkap juga” ucap Y dengan berwajah sedih. Senin, (4/3/19).

Berikutnya Y menceritakan secara detil proses kejadianya yang terjadi pada hari Jumat, (22/2/19), saat Bunga usai mengaji ditempat yang berdekatan dengan rumahnya sekitar setelah shalat isya, Bunga membeli makanan seblak bersama temanya S – (14) yang diketahui sebagai teman sekolah dan teman ngajinya.

Kemudian S mengajak Bunga menemui kedua orang laki-laki yang mengendarai 1 motor, namun saat itu S juga tidak mencurigai niat jahat kedua lelaki yang dianggap temanya ini. Saat ditanya oleh para keluarga Bunga, S mengaku mereka berdua diberikan minuman jenis Ale-ale, namun sejak meminum minuman tersebut, kesadaran Bunga hampir hilang, kabetulan S juga meminum hanya sedikit, maka S bisa memberontak dan melarikan diri dengan kesadaranya.

Baca Juga,  2 Orang Tewas Tenggelam Saat Selamatkan Temanya di Sungai Saguling

Kedua orang yang menggunakan sepeda motor itu mengajak berjalan menuju kampung Kepuh, hingga Ciburuy kemudian menuju Kotabaru, lalu saat dijalan bertemu dengan dua orang teman pelaku, sehingga jumlah mereka menjadi 4 orang. Kejadian dimulai dengan kondisi Bunga tidak tersadarkan diri, namun S masih sadar, lalu memberontak dan memilih untuk kabur dari boncengan motor itu.

S berhasil kabur dari para pelaku ditengah jalan. Namun Bunga yang tidak tersadarkan diri, terus dibawa oleh ke empat pelaku. Sambil berlari S terus mencoba meminta pertolong kepada teman-temanya yang bisa dihubungi untuk ikut mencari Bunga yang di culik oleh ke 4 lelaki itu.

Karena takut untuk bercerita kepada keluarga, S mencoba sendiri untuk mencari kepergian ke 4 lelaki yang membawa Bunga tersebut, namun hingga pukul 23.00 Wib, karena tidak menemukan jejak Bunga dan para lelaki itu, maka S memberanikan diri untuk memberitahukan kepada pihak keluarga Bunga.

Hingga saat malam itu juga para keluarga pergi dengan menggunakan beberapa motor berkeliling seputar kotabaru untuk mencari jejak para pelaku penculikan tersebut, namun hinggal pukul 2 pagi belum juga ditemukan.

Keesokan harinya sekitar pukul 10.00 Wib, S mendapatkan telpon langsung dari Bunga (Korban) yang sejak malam ponselnya tidak dapat dihubungi, Bunga meminta untuk dijemput di lokasi Desa Bojonghaleuang dan memberi rinci lokasinya.

Setelah melakukan penjeputan, kemudian Ketua RW yang diwakili oleh istrinya (AM) bersama Kepala Desa (SK) berserta staf Desa S serta lainya, langsung melaporkan kepada Polsek Batujajar.

Kades SK menyampaikan kepada Bangbara.com hingga pada hari ke 10 setelah kejadian penculikan dan pemerkosaan itu, bahwa kondisi ini belum juga usai karena ke 4 orang sang pelaku tersebut belum juga tertangkap karena dikabarkan melarikan diri ke daerah Sukabumi Jawa Barat.

Baca Juga,  Yang Suka Nongkrong Dengan Nuansa Country, Wisata Indiana Camp Sediakan Kedai Kuliner 'Full Enjoy'

“Sampai sekarang belum juga tertangkap pak. Kami berharap semua masalah ini bisa cepat selesai dan pihak pelaku bisa mempertanggung jawabkan perbuatanya. Terakhir kami mendapatkan laporan dari pihak Kepolisian, sang pelaku melarikan diri ke Sukabumi” tutur kades.

Para pelaku yang diduga warga Kampung Pasirpulus Desa Bojonghaleuang, Kecamatan Saguling itu, baru diketahui foto 3 orang fotonya sedangkan yang satu lagi belum ditemukan datanya, serta nama yang masih menjadi dugaanya. Para pelaku ini diketahui 3 orang sudah beristri, sedang yang satu lagi belum menikah. (Adn)

Link Banner
Link Banner

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed