oleh

Dusta Membawa Petaka

-Kabar, Opini, Video-203 Dilihat

Oleh: Mohammad Addien

Ketika seorang berkata dusta, banyak yang terperdaya dengan segala ucapan itu. Terperanjat, Terpikat, Mempesona, bahkan tidak sedikit orang yang memaksa diri untuk memperjuangkanya, meski Ia tidak tau bahwa dirinya sedang tertipu.

Link Banner

Titik aman didapatkan oleh sang pendusta, saat dirinya mendapatkan peluang kepercayaan itu. Tanpa caci maki, semua berjalan baik.

Tapi tahukah? Alam punya grafitasi yang membawa setiap energi untuk melingkarinya. Meski tanpa syair petuah agama yang menuntun setiap manusia, maka alampun telah mempersiapkan energi negatif yang melingkar disekitar sang penipu.

kondisi ini tidak disadari oleh penipu, karena titik aman yang selalu didapatnya dari keahlianya bertutur sapa, berkilah, bahkan berdalih.

Bau bangkai pada akhirnya tercium, dan tak akan bisa tertutup lagi. Hingga semua orang mengetahui nya, maka saat itulah kehancuran bagi sang pendusta. Yang terhukum oleh unsur negatif alam yang melingkari tubuhnya.

Apes, sial, kenapa kok jadi begini? Satu persatu musibah itu datang dan si pendusta pun bertanya kenapa? Kok bisa?

Tanpa terasa kepercayaan hilang dimata semua orang, peluang kebaikan tertutup, sakit fisik sudah mulai datang, derita bertubi-tubi, tanpa terasa bahwa sesungguhnya itulah hasil dari sang pendusta.

Lambat atau cepat semua akan terbayar dan diterima langsung oleh para pelaku kebaikan berwajah dusta itu.

Sampai kapan harus berdusta? Bukankah Jujur itu lebih indah meski menyakitkan? Maka hanya orang-orang terpujilah yang dapat menempatkan dimana dusta itu dapat dilakukan untuk kebaikan, dan bukan merugikan sesama.

Saya Mohammad Addien

Link Banner
Baca Juga,  Wabup Hengki Keluhkan Kadispora KBB Telat Cairkan Bonus Atlet Porda

Komentar

News Feed