oleh

Duaar, Pendaftar UMKM ke 2 Membludak Dinas Kalangkabut Ternyata Ini Penyebabnya

Ngamprah, BANGBARA.COM. – Pendaftaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) gelombang kedua yang dilaksanakan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung Barat (KBB) membludak oleh ratusan pendaftar.

Membludaknya pendaftar ini sudah berlangsung sejak Kamis (22/10/2020) kemarin hingga akhirnya membuat petugas sampai harus membuka pendaftaran di teras lantai 1 Gedung A Komplek Perkantoran Pemda KBB di kawasan Ngamprah.

Situasi ini membuat kewalahan para petugas sampai membuat Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM KBB, Wewen Sarwenda harus naik kursi dan berteriak mengingatkan warga yang berdesakan.

Warga yang mengantri untuk mendaftar BLT UMKM gelombang kedua di Gedung A Komplek Perkantoran Pemda KBB di kawasan Ngamprah, Jum'at (23/10/2020).
Warga yang mengantri untuk mendaftar BLT UMKM gelombang kedua di Gedung A Komplek Perkantoran Pemda KBB di kawasan Ngamprah, Jum’at (23/10/2020).

“Kita sebenarnya sudah buka pendaftaran online di gelombang pertama, saat itu yang mendaftar hanya yang punya HP android dan mengerti serta paham teknologi. Namun ternyata ada beberapa pedagang atau pelaku usaha kecil yang mungkin tidak sempat mendaptkan informasi”, ujar Wewen saat ditemui di tengah padatnya antrian warga, Jum’at (23/10/2020).

Untuk mengcover yang belum mendaftar pada gelombang pertama, maka dibukalah pendaftaran gelombang kedua secara offline oleh Dinas Koperasi dan UMKM KBB.

“Namun saya benar-benar tidak menyangka dari kemarin sampai hari ini yang datang bisa membludak seperti ini. Saat tadi saya cek mayoritas mereka ini pedagang warung atau keliling yang tidak mendapatkan informasi saat gelombang pertama dibuka”, terang Wewen kembali.

Warga yang mengantri untuk mendaftar BLT UMKM gelombang kedua di Gedung A Komplek Perkantoran Pemda KBB di kawasan Ngamprah, Jum'at (23/10/2020).
Warga yang mengantri untuk mendaftar BLT UMKM gelombang kedua di Gedung A Komplek Perkantoran Pemda KBB di kawasan Ngamprah, Jum’at (23/10/2020).

Dilanjutkannya, untuk pendaftaran offline gelombang kedua ini tidak ada persyaratan khusus, cukup melengkapi persyaratan dan harus datang atas nama pribadi.

Baca Juga,  Pemekaran Lembang Sah Saja, Namun Tidaklah Mudah, Begini Kata Tjatja Kuswara

“Jika mengakomodir atau kolektif tidak masalah, asalkan membawa Surat Pengantar dari Desa. Tujuannya untuk menghindari pungli atau permasalahan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab”, tegas Wewen.

Wewen juga mengingatkan, walaupun dari Pusat memberi batas waktu hingga akhir November 2020, namun pihaknya hanya membuka pendaftaran ini sama akhir Oktober 2020.

“Karena kita kan harus menginput data yang cukup banyak, jadi itu akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Saya ingatkan juga, kami (Dinas Koperasi dan UMKM) hanya menampung dan mengusulkan data ke Pusat, yang meloloskan adalah kewenangan Pusat”, jelasnya.

Ditambahkannya, pembayaran untuk yang lolos akan dilakukan by name by address ke masing-masing pendaftar, tidak bisa diwakilkan. Informasinya akan dilakukan pihak BRI melalui pesan SMS.

“Jangan riweuh (sibuk) buru-buru buka rekening, karena jika memang belum punya rekening nanti akan dibuatkan gratis oleh BRI jika memamng terverifikasi lolos dari Pusat. Sampai saat ini kami sudah ajukan sekitar 62 Ribu data, dan sejauh ini yang sudah dan baru cair sekitar 28%”, pungkasnya.

Sementara itu, Neni salah seorang warga Parongpong yang ditemui dalam antrian menyebutkan dirinya baru mendapatkan informasi soal adanya BLT UMKM ini baru di gelombang kedua.

“Saya dapat informasi dari Desa supaya kesini langsung, karena tidak ada pihak Desa atau dari RT yang mengurusi. Program ini cukup membantu dan sangat baik bagi kami yang punya usaha kecil. Jika nanti lolos, uangnya mau saya pakai buat modal membeli bibit karena usaha saya di bidang tani”, jelas Neni.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed