oleh

Disperindag Jamin Tidak Ada Peredaran Daging Sapi Palsu di Bandung Barat

Link Banner

Ngamprah, BANGBARA.COM. – Masyarakat tidak perlu takut di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terjadi peredaran daging babi yang di rubah seolah-olah menjadi daging sapi.

“Kita sudah berkordinasi dengan Dinas Peternakan untuk melakukan perketat pengawasan”, ujar Ricky Riyadi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB, yang ditemui seusai acara peresmian Rumah Karantina Isolasi Covid-19 Aula Ash-Siddiq, Jum’at (15/05/2020).

Link Banner

Dijelaskan Ricky, sebelumnya sudah rutin dilaksanakan pengawasan peredaran daging di pasar-pasar yang ada di KBB. Namun dengan adanya kejadian di Kabupaten Bandung, pihaknya lebih perketat pengawasan dengan lebih sering cek ke lapangan.

“Akan lebih sering dicek langsung ke lapangan dan pasar-pasar. Tapi sejauh ini saya jamin tidak ada peredaran daging babi yang disulap jadi daging sapi seperti yang viral belum lama ini”, tegas Ricky.

Seperti diberitakan Bangbara.com, beredarnya daging babi yang dijual seolah-olah menjadi daging sapi dengan cara dicampur Borax di Kabupaten Bandung beberapa waktu yang lalu, cukup meresahkan masyarakat.

Dalam peristiwa tersebut, 4 orang pelaku berinisial T (54), MP (46), AR (38), dan AS (39), disinyalir telah berhasil menjual dan mengedarkan daging palsu tersebut sebanyak 63 ton di daerah Majalaya dan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Dari kasus ini, polisi telah mengamankan total 600 kilogram daging babi. Sebanyak 500 kilogram di antaranya yang diamankan dari freezer dan 100 kilogram sisanya diamankan dari para pengecer.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 91 A jo Pasal 58 Ayat 6 UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan, serta Pasal 62 Ayat 1 jo Pasal 8 Ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Link Banner
Link Banner

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Baca Juga,  Perhutani Bandung Utara Angkat Jempol Diresmikannya 'Kampung Kurang Sampah'

Komentar

News Feed