oleh

Disnakertrans KBB Luncurkan Smart Farming, Teknologi Ponsel Untuk Petani Milenial

Link Banner

Sindangkerta, BAGBARA.COM. – Sebuah terobosan di bidang pertanian berhasil dilakukan kaum Milenial Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sebuah konsep digital pertanian yang disebut Smart Farming diresmikan oleh Bupati KBB, Aa Umbara Sutisna yang di dampingi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB, Iing Solihin dalam acara Sosialisasi dan Pencanangan smart Farming di 44 Desa Wilayah KBB di Desa Pasir Pogor, Kecamatan Sindangkerta, Kamis pagi, (23/01/2020).

Konsep Smart Farming sendiri adalah penggunaan teknologi Digital melalui aplikasi E-Farming di Smartphone yang bisa membuat petani melakukan proses penyiraman, pemupukan tanaman hanya melalui Smartphone. Jadi walaupun tidak berada langsung di lokasi, petani dapat mengurus lahannya selama tersedia jaringan Internet.

Link Banner

Dalam uji coba yang dilakukan oleh Bupati Umbara, dan dihadiri oleh perwakilan dari 44 Desa di wilayah selatan KBB ini, terlihat bahwa konsep ini sangat efisien dalam menghemat waktu dan tenaga. Sehingga diyakini akan dapat meningkatkan hasil produksi yang tentu akan meningkatkan pendapatan bagi petani juga.

Terobosan ini merupakan inovasi teknologi pertanian yang di kembangkan oleh Kemenakertrans melalui BLK (Balai Latihan Kerja) Lembang, yang selanjutnya bekerjasama dengan Disnakertrans KBB, untuk di kembangkan di wilayah KBB.

Iing Solihin menjelaskan bahwa dengan adanya Smart Farming ini di harapkan akan bisa membuka lapangan kerja baru dan mengurangi jumlah pengangguran di KBB, karena para petani milenal perwakilan 44 Desa yang hadir di harapkan akan bisa menjadi wirausaha baru.

“Bayangkan saja, jika 1 org yang hadir ini nantinya bisa mengajak 10 orang temannya bergabung, lalu akan membentuk kelompok-kelompok tani yang mana tiap kelompoknya akan berjumlah 16 orang. 44 dikali 16, sudah akan menyerap 704 orang tenaga kerja baru. Apalagi ke depannya ini akan di tularkan ke 165 Desa yang ada di seluruh KBB”, jelas Iing penuh semangat kepada Redaksi Bangbara.com yang menemuinya seusai acara.

Baca Juga,  Ketua Karang Taruna Jabar Angkat Jempol Pelatihan Jurnalistik di Bandung Barat

Lebih lanjut Iing juga menyampaikan bahwa dengan potensi wilayah yang sangat menjajikan di KBB, tinggal bagaimana di manage dengan baik dan benar, maka akan sangat bisa menghasilkan bagi masyarakat.

“Sesuai namanya, Smart Farming atau petani cerdas untuk milenial, konsep ini akan sangat menguntungkan karena efesiensinya yang luar biasa. Untuk 1 hektar tanah saja hanya dibutuhkan waktu 20-30 menit untuk memupuk dan menyiramnya. Apalagi tadi Ketua Asosiasi Ekspor yang turut hadir menyatakan akan siap menampung hasil petani. Ditambah lagi, Insya Allah bulan Februari nanti, Disnakertrans berencana akan melakukan MOU dengan beberapa Perusahaan yang akan menjadi Buyer (pembeli)”, terang Iing kembali sambil tersenyum.

Ditengah uji coba sistem Smart Farming, Bupati Umbara mengatakan akan mencoba membuat wilayah selatan KBB menjadi daerah pertanian walaupun sebenarnya wilayah selatan ini bukan dominan daerah pertanian.

Selanjutnya Ia juga sangat mengapresiasi adanya konsep Smart Farming ini, karena dengan penggunaan teknologi ini, akan memudahkan kinerja para petani.

“Jadi petani tidak perlu gengsi. Untuk anak-anak muda di KBB lulusan SMK, SMA, yang tidak bisa melanjutkan kuliah, bisa menjadi petani. Lihat sekarang, cukup bermodalkan Handphone saja”, ujar Umbara sambil tertawa diikuti tepuk tangan yang menyaksikan launching teknologi ini.

 

Penulis : Guntur Priyo

 

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner

Komentar

News Feed