oleh

Diduga Depresi Tidak Kunjung Menikah, Seorang Pemuda Nekat Bunuh Diri

Cipatat, BANGBARA.COM. – Seorang pria melakukan aksi bunuh diri dengan cara melompat dari dari sebuah Jembatan di atas perlintasan Kereta Api di daerah Kampung Cirangrang, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), sekitar pukul 06.00 WIB, Senin (30/11/2020).

Korban berinisal H (26), merupakan warga Kampung Cisereuh RT001 RW005, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, KBB, diduga melakukan aksi nekatnya akibat mengalami gangguan kejiwaan.

Korban yang bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Kereta Api di Kampung Cirangrang, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (30/11/2020).
Korban yang bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Kereta Api di Kampung Cirangrang, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, KBB, Senin (30/11/2020). (foto: istimewa)

Kapolsek Cipatat Kompol Yana Supyana melalui pesan singkatnya menjelaskan usai menerima laporan, dirinya bersama Kanit Reskrim, Pawas, Piket Reskrim Polres dan Tim INAFIS langsung melakukan cek TKP (Tempat Kejadian Perkara), memeriksa saksi-saksi, dan membawa korban ke RS Sartika Asih Kota Bandung disertai permintaan Visum et Repertum.

Ketiga orang saksi yang diperiksa adalah S (42) seorang ibu rumah tangga, Mi (32), dan Mu (40) seorang Ketua RW. Ketiganya merupakan warga yang tinggal tak jauh dengan kediaman korban.

Korban yang bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Kereta Api di Kampung Cirangrang, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (30/11/2020). (foto: istimewa).
Korban yang bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Kereta Api di Kampung Cirangrang, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (30/11/2020). (foto: istimewa).

“Berdasarkan keterangan para saksi, korban sudah mengalami gangguan kejiwaan akibat stress sekitar dua bulan terakhir ini, dan oleh pihak keluarga korban di lakukan pengobatan, dan pada kemarin malam korban datang ke rumah dan marah-marah kepada ibu korban di daerah Nyalindung”, terang Yana melalui pesan singkatnya, Senin (30/11/2020).

Dilanjutkan Yana, pada pukul 04.00 WIB pihak keluarga mendapat informasi bahwa korban melarikan diri dari Pesantren tempatnya menimba ilmu, lalu dilakukan pencarian bersama dan ketika itu korban di temukan di Rel Kereta Api di TKP.

Baca Juga,  Curug Ciastana, Pesona Wisata Cianjur Selatan Yang Belum Dilirik Pemerintah
Olah TKP oleh pihak Kepolisian. (foto: istimewa).
Olah TKP oleh pihak Kepolisian. (foto: istimewa).

“Lalu pihak Keluarga meminta bantuan kepada Ketua RW, setelah itu saksi membujuk korban untuk tidak meloncat dari jembatan dan oleh Satpam PJKA yang ada di TKP korban sempat di pegang tangannya. Namun korban berontak, hingga akhirnya terjatuh ke dalam jurang dengan kedalaman kurang lebih 50 meter”, jelas Yana kembali.

Menurut Yana, pihak keluarga korban menerima Kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi jenasah dengan membuat surat pernyataan penolakan.

AS (42), Ayah dari H dalam Surat Pernyataan yang dibuatnya di depan Kepala Desa Sumurbandung memang meminta kepada pihak petugas kepolisian untuk tidak membawa H ke Rumah Sakit.

Surat Pernyataan yang dibuat oleh Ayah korban. (foto: istimewa).
Surat Pernyataan yang dibuat oleh Ayah korban. (foto: istimewa).

“Bersama ini saya sebagai orang tua H menyatakan benar korban merupakan anak kandung saya dan meninggal dengan cara menjatuhkan diri dari Jembatan Kereta Api dikarenakan ada penyakit gangguan jiwa. Untuk itu saya mohon kepada Bapak Petugas/Polisi untuk tidak dibawa ke Rumah Sakit”, tulis AS dalam Surat Pernyataan yang dibuatnya.

Sementara berdasarkan informasi dari R,salah seorang teman korban menyebutkan bahwa H memang sudah diketahui mengalami depresi sejak lama.

“Dia depresi, 6 tahun yang lalu pernah putus dari tunangannya. Dia juga suka curhat pengen nikah namun tidak pernah jadi sampai sampe sekarang”, terang R.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed