oleh

Dengar Rumah Mak Idah Ambruk, Pemda KBB Respon Cepat Berikan Bantuan 25 Juta

Cililin, BANGBARA.COM – Kondisi tuntutan pada jargon ‘Lumpaaat’ menjadi cara efektif tanpa mengenal waktu. Meskipun seharusnya hari Minggu waktunya libur bagi para pejabat untuk berisitahat, kali ini saat mendengar kondisi rumah Mak Idah yang ambruk itu, pemda KBB melalui Dinas Pemukiman Dan Perumahan (Diskimrum), langsung berikan bantuanya. Minggu pagi tadi (3/2/19).

Bantuan diberikan secara langsung oleh pemda KBB melalui Diskimrum didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Asep Ilyas yang merespon cepat saat membaca kabar tentang rumah Mak Idah yang roboh di Cililin itu.

Link Banner

Sebelum menuju rumah Mak Idah,  beberapa orang tim terlebih dahulu memberikan bantuan secara langsung kepada keluarga bapak Ata (68) dan istrinya Yati (40) warga Kampung Sukahaji RT 03 RW 01 Desa Sukahaji, Kecamatan Cipeundeuy, KBB, yang juga menerima bantuan dana perbaikan rumah. Dan langsung diberikan oleh Asep Ilyas yang sudah datang pada pukul 8 pagi itu. Minggu, (3/2/19).

Setelah dari rumah Ata di Cipeundeuy, Plt Sekda Asep Ilyas bersama rombongan langsung menuju rumah Mak Idah yang roboh itu, yang berlokasi di Kampung Datar Mangu RT02 RW10 Desa Bongas Kecamatan Cililin.

Sambil melakukan pengambilan gambar sebagai bukti foto rumah Mak Idah, tim juga langsung memberikan bantuan berupa uang sebesar RP25 Juta rupiah.

Menurut Plt Sekda Asep Ilyas, bantuan yang diberikan ini bukan dari anggaran APBD melainkan, anggaran CSR dari gabungan beberapa perusahaan yang ikut menbantu kondisi rumah warga KBB yang membutuhkan bantuan.

“Kami memberikan bantuan sudah sekitar 60 rumah, dan semua bukan anggaran APBD, karena proses APBD itu butuh waktu dalam pencairanya. Sehingga ini semua inisiatif yang luar biasa dari pak Bupati” tuturnya kepada Bangbara.com melalui ponselnya.

Asep menambahkan,  permohonan maafnya kepada warga yang belum terbantu, karena pihaknya juga membutuhkan data Valid dari Kecamatan dan pihak Desa yang memberikan data penerima rutilahu itu. Dibantu dengan informasi dari media, kami bisa langsung mengetahui mana saja warga yang membutuhkan.

“Para Camat Kami intruksikan supaya memerintahkan kepada para kades, untuk melakukan pendataan, terkait rumah yg tidak layak huni dari para warrants, dan dilaporkan ke pak  Bupati, melalui Dinas Perkim KBB” tambahnya.

Harapan dengan langkah ini, dapat juga bantuan dari pemerintah Desa dan Kecamatan, agar segera memberikan data rumah warga yang perlu dibantu, agar tidak setelah viral baru bergerak. (Adn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed