oleh

Dapat Surat Nikah, Jika Ikut Kursus Calon Pengantin (SUSCATIN)

 

PADALARANG –  Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat  (KEMENAG-KBB)  melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin yang dilaksanakan mulai tanggal 16 sampai 17 Oktober 2017.Acara ini dilaksanakan untuk Wilayah III yaitu, padalarang, cipeundeuy, cipatat, cikalong wetan Dan untuk wilayah IV yaitu,Ngamprah, Cisarua, Parongpong, dan Lembang. Kegiatan dilakukan selama dua hari kerja bertempat di Aula Gor desa Jayamekar,  Kecamatan Padalarang Bandung Barat, dengan menghadirkan peserta sekitar 130 pasang calon pengantin dari 8 Kecamatan.

Pada kegiatan tersebut , Nadzier pembawa materi pada dengan judul  “MENGELOLA DINAMIKA PERKAWINAN DALAM KELUARGA” ia memaparkan, Dalam inti materi tersebut banyak membahas tentang Dinamika Perkawinan, perkawinan bukanlah hal yang statis, tetapi merupakan suatu yang dinamis karena memiliki banyak factor dan dipengaruhi oleh proses yang terjadi. Banyak perkawinan menjadi tidak harmonis atau bahkan gagal karena pasangan suami isteri tidak siap menjalani perannya dalam perkawinan bahkan tidak siap dengan berbagai tantangan yang datang silih berganti.

Kursus Calon Pengantin (SUSCATIN) memberian bekal pengetahuan, pemahaman,  peserta yang hadir  ini pun  adalah calon pengantin semua. SUSCATIN bertujuan mewujudkan keluarga sakinah, waramah, dan mawaddah. Selain itu, mengurangi angka perselisihan, perceraian, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan juga memberikan wawasan keterampilan kepada calon pengantin tentang kehidupan rumah tangga, dalam waktu yang relatif singkat..

“Kementerian Agama akan menjadikan hal ini suatu kewajiban bagi setiap calon pengantin, walaupun selama ini program suscatin hanya menjadi kegiatan rutinitas saja. Tetapi dalam waktu dekat program itu akan menjadi wajib bagi calon pengantin.”tuturnya (18/10/2017)

Salah satu peserta Rizal (28) yang berasal dari garut ketika diwawancarai dirinya merasa keberatan dengan adanya bimbingan perkawinan ini,

“Saya merasa diberatkan dalam toleransi masalah waktu, yang namanya manusia harus bisa paham, mana saya kerja dicikarang sangat jauh dengan acara ini, jadi keinginan saya acara ini tempatnya tidak begitu jauh atau diwilayah masing masing saja, kebetulan saya kan sudah nikah minggu kemarin” kata Rizal.

Tanggapan yang berbeda muncul dari salah satu peserta yang lainya, Ruslan (21),dari desa pasirhalang, Kecamatan Cisarua KBB,  ia mengungkapkan dengan adanya acara ini sangat bagus tetapi materi yang disampaikan oleh mentor tidak bisa dipahami,

“saya mengikuti acara ini langsung arahan dari KUA dengan alasan bila tidak mengikuti bimbingan ini, buku nikah tidak akan keluar kebetulan kamis 19 oktober 2017 saya nikah, jadi mau tidak mau saya harus mengikuti” ungkap Ruslan.

Ditempat yang berbeda Kasi Binmas H. Saprudin saat diwawancarai ia menjelaskan, “Dengan adanya SUSCATIN ini memberikan pemahaman, agar sesudah berumah tangga itu dapat siap lahir dan batin.dalam acara ini yang kami undang adalah  100 orang tetapi yang hadir menambah menjadi 130 jadi mereka berantusias sekali dan masyarakat pun dapat menilai. Karna banyak yang tidak sadar dalam hubungan suami istri itu adalah nafkah yang utama oleh karna itu kita berikan pemahan agar mereka lebih siap menjalani pernikahanya.” Jelasnya. (Wit/Dri/Adn).

151total visits,2visits today

Komentar

News Feed