oleh

Dana Insetif Rt dan Rw, Tidak Sebanding Dengan Tugasnya

LEMBANG, BBPOS – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat  (KBB),akan serahkan insentif untuk Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Ketua Rukun Warga (RW). Pembagian insentif tersebut, direncanakan diberikan kepada 2.383 untuk perangkat RW, dan 9.013 untuk perangkat RT se-Bandung Barat. Dalam pemberian insentif bagi RT dan RW, Pemkab Bandung Barat mengklaim bahwa insentif Rp 150.000 perbulan itu merupakan bentuk pengakuan terhadap tanggung jawab yang diemban RT maupun RW.

Bupati KBB, Abubakar menyampaikan dalam pidatonya, peranan Kepala Pemerintahan KBB paling tidak, bisa meningkatkan motivasi serta pengabdian dari RT dan RW yang dipandang sebagai garda terdepan dalam penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan.

“Paling tidak, tugas saya bisa meningkatkan motivasi dan pengabdian RT-RW dan mereka sebagai garda terdepan di dalam menyelenggarakan tugas-tugas pemerintahan,” ucapnya seusai acara pembagian insentif secara simbolis di Gedung Abadi Hass Lembang, Selasa (14/11/2017).

Diakui Abubakar, peranan RT-RW sebagai penyelenggara pemerintahan dinilai paling dekat dengan masyarakat.  Pemberian insentif sebesar Rp. 150.000 / bulan bagi perangkat RW dan Rp. 75.000 / bulan bagi perangkat RT, dinyatakan Abubakar, hanya sebatas pengakuan dari Pemkab Bandung Barat terhadap tanggung jawab yang diemban baik oleh RT maupun RW yang ada di KBB. Insentif yang diberikan baik untuk RT maupun RW dinilai kecil tapi besaran insentif yang diberikan dipengaruhi jumlah perangkat RT-RW di KBB yang luar biasa banyak meskipun mendapat dukungan dari DPRD KBB. Saat dikonfirmasi terkait pengajuan program dari perangkat RT maupun RW, ia menerangkan, Pemkab Bandung Barat tidak seperti Pemerintahan Kota (Pemkot) yang mana jumlah kelurahannya sedikit sehingga anggaran dari Pemkot bisa menyentuh tataran RW, sedangkan untuk Pemkab tidak bisa menyentuh sampai tataran RW mengingat jumlah Pemerintahan Desa terbilang banyak.

“Sebetulnya hanya sebatas pengakuan saja dari pada pemerintah terhadap tanggung jawab yang diemban, Kalau kita barangkali tidak seperti kota, kalau kota kan jumlah kelurahannya sedikit jadi anggarannya bisa langsung menyentuh di tingkat RW, kalau kita tidak mungkin,” terangnya.

Terkait masalah insentif bagi RT-RW, dijelaskan Abubakar, insentif yang diberikan Pemkab hanya bersifat stimulan sebab, para Kepala Desa juga pasti mengalokasikan anggaran desa untuk insentif bagi RT maupun RW-nya masing-masing. Pemberian insentif selama satu tahun sekaligus dari Pemkab Bandung Barat diakhir masa jabatan kepemimpinan Abubakar bagi RT-RW padahal sebelumnya diberikan pertiga bulan, Abubakar beralasan, sudah memasuki penghujung tahun jadi insentif tersebut diberikan sekaligus bagi RT maupun RW.

“Memang insentif yang diberikan oleh pemerintah daerah itu sifatnya stimulan, tapi di tingkat desa masing-masing para Kepala Desa juga pasti mereka mengalokasikan anggaran dari desanya untuk insentif Pak RT, Pak RW,Ini sudah di penghujung tahun, karena realisasinya ada di penghujung tahun jadi kita berikan sekaligus,” pungkasnya. (wit)

 

Editor : Addien

48total visits,1visits today

Komentar

News Feed