Data Corona Indonesia

Terkonfirmasi
3,127,826
Meninggal
82,013
Sembuh
2,471,678
Active
574,135
Last updated: 25 Juli 2021 - 12:38 pm (+07:00)

Data Corona Selengkapnya Klik di Sini

Indonesia
Terkonfirmasi 3,127,826 Meninggal 82,013 Sembuh 2,471,678 Active: 574,135 Last updated: 25 Juli 2021 - 12:38 pm (+07:00)
Link 

Banner
33

Ciptakan Petani Milenial dan Unggul, Pemda KBB Gelar Peningkatan Kapasitas untuk Petani

  • Bagikan
Kegiatan peningkatan kapasitas untuk para petani, di Aula HBS Cimareme, Kamis, (10/06/2021). (foto: Adul).
Kegiatan peningkatan kapasitas untuk para petani, di Aula HBS Cimareme, Kamis, (10/06/2021). (foto: Adul).

Padalarang, BANGBARA.COM. – Untuk wujudkan petani milenial dan petani yang berkualitas, Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengadakan kegiatan Peningkatan kapasitas untuk para petani, Kamis, (10/06/2021).

Acara yang dilaksanakan di Gedung HBS Cimareme Padalarang ini, merupakan salah satu kegiatan dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah KBB dalam bidang pertanian.

Hal inipun sekaligus menjadi himbauan Plt Bupati KBB Hengki Kurniawan, dalam menciptakan petani yang berkualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM), maupun hasil terbaik dari produksi pertanian tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB Heru Budi Purnomo didampingi Maryati Kepala Bidang Prasarana dan Penyuluhan
mengatakan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan selain memajukan sektor pertanian, juga menciptakan dan mengorbitkan para petani milenial seperti yang terus di gaungkan pak Plt Bupati Hengki.

Menurut Heru, Kegiatan sosialisasi peningkatan kapasitas petani ini, diawali dari Kolompok Tani (Poktan) untuk Desa Kertajaya Kecamatan Padalarang lebih dulu, karena lokasi kepadatan penduduknya. Selanjutnya akan dilakukan di lokasi kecamatan yang lain.

“Kegiatan ini kami mulai dari petani di wilayah padalarang agar SDM para petani meningkat, dan mengajak kepada kelompok tani untuk memotivasi generasi muda untuk menjadi petani milenial dan mau mempertahankan lahan yang ada untuk tidak dialihfungsikan menjadi lahan non pertanian.”

Kegiatan peningkatan kapasitas untuk para petani. (foto: Adul).
Kegiatan peningkatan kapasitas untuk para petani. (foto: Adul).

Menurut Heru, peningkatan produksi pertanian dalam masa pandemi Covid-19 ini sangat penting, selain SDM petani yang berkualitas melalui pendidikan dari hulu sampai hilir. Sehingga program DKPP KBB Tahun 2021 ini menjadi pokok utamanya.

Melihat antusias peserta, materi yang disampaikan meliputi Kebijakan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian, peningkatan SDM, dan kelembagaan petani agar lebih terarah.

Berikut dengan teknologi budidaya padi satu kali tanam beberapa kali panen atau padi SALIBU yang merupakan tanaman padi yang tumbuh lagi setelah batang sisa panen ditebas/dipangkas, tunas akan muncul dari dalam tanah. Tunas ini akan mengeluarkan akar baru, sehingga suplay hara tidak lagi tergantung pada batang lama.

Dilanjutkan dengan sosialisasi Asuransi Usaha Tani Padi atau (AUTP) untuk memberikan kemudahan terhadap petani untuk mendapatkan penggantian kerugian dari asuransi jika terjadi gagal panen, berikut dengan materi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala DKPP KBB dan dihadiri oleh unsur Dirjen PSP Kementan, perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Jabar, unsur DKPP KBB, Camat Padalarang, dan Poktan wilayah Padalarang.

Asep Sofyan selaku Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional di Penyuluh Pertanian KBB yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan pelatihan pertanian itu berharap ada peningkatan kapasitas individu petani, maupun kelembagaan.

“Alhamdulillah terlihat antusias peserta, dan kegiatan hari ini juga sebagai Sosialisi peningkatan kelembagaan kelompok tani. Jadi kita berharap Poktan ke depan bisa meningkat kapasitas kelembagaan secara kelas”, jelas Asep.

Dilanjutkan Asep, pihaknya juga memberikan materi tentang  bagaimana meningkatkan produktifitas tanaman pangan melalui teknologi.

“Nanti ke depan program IP400 (Indeks Pertanaman), maksudnya dalam setahun bisa 4 kali tanam dan panen. Upaya ini akan kita sampaikan kepada kelompok tani untuk meningkatkan produksi, karena ini bukan hanya tugas Dinas, namun juga kelompok tani”, terangnya.

Asep juga memberikan saran bagi petani untuk meminimalisir kerugian akibat gagal panen dengan cara mengikuti Asuransi yang membayar preminya sangat murah karena di sebagian subsidi oleh Pemerintah.

“Preminya hanya Rp180 ribu, disubsidi Pemerintah Rp144 ribu, jadi petani hanya membayar Rp36 ribu dalam 1 musim tanam (sekitar 4 bulan). Jika ada kegagalan petani dapat ganti rugi dari asuransi tersebut sebesar Rp6 Juta”, jelas Asep.

Asep berharap apa yang disampaikan dalam kegiatan tersebut bisa benar-benar dilaksanakan oleh para kelompok tani guna meningkatkan kesejahteraan petani sendiri. (Addien)

banner 728x90
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *