oleh

Caleg Perindo KBB Laporkan Umbara, Seputar Video Viral Guru Honorer

Lembang, BANGBARA.COM – Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Aa Umbara Sutisna kembali diterpa persoalan yang baru saja menjadi Viral dalam bentuk cuplikan video, yang di duga direkam secara diam-diam tentang ungkapan dirinya saat menyampaikan obrolan kecil seputar ajakan memilih pencalonan Anak, dan Adiknya dalam legislatif 2019 mendatang.

Dalam Video tersebut terlihat seperti kamera yang di letakan diatas meja karena tanpa gerakan (Getaran) sama sekali saat perekaman itu berjalan. Dalam isi Video tersebut Umbara berkelakar dalam cirikhas intermeso / guyonanya dengan memaparkan kepentingan untuk provinsi, dan kebutuhan pusat juga ada orang yang akan membantu aspirasinya.

Calon Anggota Legislatif dari partai Perindo Mohamad Raup saat dihubungi melalui ponselnya secara terang-terangan membeberkan telah melaporkan Video yang berdurasi 1.22 menit tersebut kepada Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) KBB untuk ditindak lanjuti hingga keranah hukum.

“Saya tidak main-main ini buktinya sudah jelas kok. Kalau Banwaslu KBB tidak meneruskan kasus ini, maka saya akan tidak lanjut ke provinsi bahkan ke tingkat pusat” bebernya dengan nada berapi-api. Jumat, (28/12/18).

Raup panggilan akrabnya ini mengaku sudah mendapatkan surat panggilan dari Banwaslu KBB. Klarifikasi ini akan dilaksanakan di kantor Bawaslu KBB Jln Ruby Raya No 42 Komplek Permata Cimahi Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah KBB. Panggilan di tentukan pada hari Rabu tanggal 2 Januari 2019 pukul 09.00 Wib. Pemanggilanya ini berdasarkan laporanya Nomor : 002/LP/PL/KAB/13.11/XII/2018.

“Saya tidak ingin ada kajian lagi. Karena ini sudah jelas karena Videonya bukan editan. Pada laporan pertama di kasus yang berbeda, Bawaslu tumpul tidak ada tindak lanjutnya dengan alasan belum cukup bukti. Masa yang melaporkan disuruh menyelidiki laporanya itu, terus tugas Bawaslu itu apa?” tegas Raup dengan nada keras.

Perkembangan politik jelang Pilpres dan Pileg ini semakin memanas membuat banyak hal yang terjadi dari sekedar kelakar guyonan kecil, menjadi membesar hingga pada kasus hukum. Begitupun ada anggapan yang berbeda karena kasus ini sebagai buntut orang-orang yang dianggap mempertahankan jabatanya, sehingga harus mengorbankan diri dengan pasang aksi dalam kepentingan politik sang Bupati.

Mohammad Hendrik Siregar dari KPKBB juga ikut mengomentarinya bahwa adanya korelasi pengerahan suara tersebut berawal dari salah satu dalang yang juga menginginkan jabatanya dapat terus bertahan. Hingga tersudut pada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Imam Santoso KBB yang dianggap ada dibelakang pengerahan guru honorer tersebut.

“Aktor di belakang bisa jadi Kadisdik yang merupakan cara dia untuk mempertahankan jabatan hingga dampaknya menjerumuskan Bupati. idealnya Kadisdik ini harus diporoses Bawaslu juga, karena ASN ikut-ikutan Politik demi mempertahankan jabatanya” papar Hendrik.

Bupati KBB Aa Umbara Sutisna saat ditemui Bangbara.com bersamaan dengan launcing Bumdes Bersama di Hotel Panorama Lembang menyampaikan, bahwa dirinya juga sempat lupa tentang obrolan itu, karena dianggap hanya obrolan kecil yang tidak perlu di besar-besarkan.

Aa Umbara membenarkan bahwa sebelumnya memang telah terjadi pertemuan antara dirinya dengan para guru honorer KBB. Dia membantah sudah mengarahkan agar para guru honorer mendukung dua keluarganya dalam Pileg 2019. Karena menurutnya itu hanya obrolan santai saja.

“Saya juga kadang tidak teringat karena spontanitas saja. Mengarahkan juga tidak berharap juga tidak. Sambil santai, wong saya juga santai,” beber Aa Umbara. Kamis, (27/12/18)

Aa Umbara mengakui apa yang diucapkannya dalam video itu adalah sebuah kesalahan. Namun, dirinya membantah bahwa sudah ada perjanjian tertulis atau lainya agar para honorer mendukung dan memilih anaknya, Ryan Firmansyah yang maju di Pileg DPR RI dan adiknya, Usep  yang maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat.

“Gini kita ngobrol terus jujur saja, cuma itu kesalahan saya barang kali. Kita gak nyebut partai nyebut apa dan itu biasa saja. Gak ada apa-apa,” pungkasnya.

Saat ditanya perihal kesiapan dirinya saat di panggil Banwaslu nanti, Umbara menyatakan kesiapanya saat dimintai keteranganya perihal video tersebut. “Pastilah (siap dipanggil Bawaslu). Terserah Bawaslu,” tambahnya. (Adn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed