oleh

Caleg Nasdem KBB Berkampanye, Curi Simpatik Masyarakat Sudutkan Pemerintahan Akur

Padalarang, BANGBARA.COM – Heboh video yang sengaja diviralkan oleh salah satu Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari partai Nasdem dapil satu Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang melakukan kampanye dengan cara menyudutkan kepemerintahan AKUR. Dalam video tersebut diketahui yang berbicara atas nama Mayang, yang terkesan sedang menampung aspirasi masyarakat yang hadir, saat dirinya berkampanye Caleg.

Atas nama warga, pihaknya menganggap sang Wakil Bupati Hengki Kurniawan tidak menepati janjinya saat berkampanye pada Pilkada tahun lalu. Caleg Nasdem yang diketahui dari Partai Koalisi Akur tersebut, membuat cuplikan video dan di upload pada salah satu media sosial, kemudian di viralkan melalui Whatsapp.

Link Banner

Dalam Video yang berdurasi 28 detik tersebut, Mayang menyampaikan bahwa sebagian warga mengeluhkan atas janji sang Wakil Bupati Hengki Kurniawan yang dianggap pernah menjanjikan untuk perbaikan perairan di lokasi kampanye yang belum jelas lokasinya, karena video tersebut tidak menyebutkan lokasi secara jelas.

“Saya Mayang dari Nasdem, Tim Pak Hengki juga yang dulu di tim kemenangan Akur. Saya datang bersosilisasi di kampung ini, ternyata masyarakat mengeluh tentang yang di janjikan oleh pak Hengki, berbentuk air dengan jalan, ternyata saat sudah jadi, hingga sekarang tidak ada realisasinya” Ucap Mayang dalam isi video itu.

Setelah melihat video yang tersebar itu Hengki mengomentari, bahwa dirinya tidak pernah berjanji pada setiap kampanye seperti itu,  karena saat tugas kampanye saat itu, pihaknya hanya mencatat setiap aspirasi dari masyarakat yang di harapkanya.

“Setau Saya tidak pernah berjanji seperti itu, karena saya selalu membawa catatan kecil, kadang juga mencatat di HP setiap aspirasi masyarakat yang di sampaikan waktu setiap saat kampanye. Kalaupun memang ada video janji saya itu bisa bantu di share kan videonya ke Saya. Hal itu bisa sebagai pengingat Saya” papar Hengki saat di konfirmasi oleh Bangbara.com melalui sambungan telpon. Senin, (11/2/19)

Menurut Hengki saudari Mayang itu memang pernah aktif di tim AKUR, namun hanya saat awal pendaftaran pasangan Bupati saja waktu itu. Namun, setelah berjalan kampanye, saudari Mayang itu tidak pernah terlihat lagi dan dikabarkan menikah dengan orang di luar pulau jawa.

“Ya saya pernah ingat Ibu dalam video itu, tapi waktu itu hanya saat awal saja dia mengantar kita saat pendaftaran paslon, lalu setelah mulai kampanye sudah tidak pernah terlihat lagi” jelasnya.

Hengki pun menyanyangkan jika hal ini terjadi, hanya karena ingin mendapatkan simpatik masyarakat, sampai harus rela menyudutkan pihak lain dengan cara seperti itu. Padahal posisi dirinya ada pada partai Nasdem yang juga ada sang Bupati Aa Umbara pada partai itu.

“Menjelekkan, atau menyudutkan Akur, berarti menyudutkan sang Bupati dari Partai Nasdem juga dong. Saya kira syah saja untuk berlomba menggalang suara pada pemilihan legislatifnya itu, namun tetap harus ada termen-termen untuk saling menghargai” kata Hengki dengan khas gaya candanya itu.

Hengki pun menyinggung seputar pembangunan jalan yang berada di KBB, namun banyak masyarakat yang belum memahami peta hak jalan yang dipertanggung jawabkan oleh pihak Desa, Pemda, Provinsi, maupun Pemerintah pusat. Sehingga banyak yang menganggap bahwa pihaknya tidak memperbaiki infrastruktur jalan.

Salah satu contoh Hengki memaparkan, yaitu adanya perbaikan jalan yang berada di jalur utama padalarang tersebut, saat dirinya melakukan konsultasi dengan pihak PUPR KBB, rupanya jalan itu adalah milik pemerintah pusat, sehingga masyarakat harus mendapatkan edukasi agar mengerti mana hak perbaikan jalan dari pemerintahan Desa, Kabupaten, Provinsi, maupun Pemerintah Pusat.

“Saya berharap ada edukasi masyarakat yang bisa memberikan penjelasan mana saja lokasi area hak atas perbaikan infrastruktur jalan, agar tepat dalam menyampaikan aspiranya. Andaipun ada aspirasi yang sangat urgen untuk disampaikan, bisa datang langsung ke kantor, dan menyampaikan apa saja yang diperlukan, tanpa harus membuka suara yang akan menjadi salah pengertian terhadap para warga Bandung Barat.” tambah Hengki. (Adn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed