oleh

Buseet Kejadian Langka, Wanita Ini Dikabarkan Hamil, 1 Jam Kemudian Langsung Lahiran

Link Banner

Tasikmalaya, BANGBARA.COM. – Heni Nuraeni (28) warga dari Kampung Mandalasari, Desa Mandalasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat menjadi viral setelah dirinya dikabarkan hamil dalam 1 jam kemudian melahirkan walaupun dirinya sedang dalam keadaan haid.

Awalnya menurut Heni pada Sabtu (18/07/2020) sekitar pukul 20.00 WIB, dirinya merasakan perutnya membesar dan adanya gerakan-gerakan yang aneh mirip seperti orang yang mengandung.

Link Banner
Link Banner
Heni Nuraeni (28) warga dari Kampung Mandalasari, Desa Mandalasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (foto: YT)
Heni Nuraeni (28) warga dari Kampung Mandalasari, Desa Mandalasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (foto: YT)

Heni kemudian memberitahukan suaminya bernama Heri (35). Menit demi menit dilalui, dari pembesaran perut itu, Heni mengaku merasakan mules yang semakin bertambah.

Melihat sang istri kesakitan, Heri pun berinisiatif memanggil ‘Paraji’ atau dukun beranak yang berada di kampungnya. Berselang satu jam, Heni pun melahirkan anak laki-laki yang normal dengan bobot 3,4 kilogram.

Bayi Laki-laki yang dilahirkan Heni Nuraeni (28) warga dari Kampung Mandalasari, Desa Mandalasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (foto: YT)
Bayi Laki-laki yang dilahirkan Heni Nuraeni (28) warga dari Kampung Mandalasari, Desa Mandalasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (foto: YT)

“Padahal saya dalam kondisi haid, waktu itu meraskan mules di perut, terus perut juga agak keras dan ada gerakan-gerakan begitu. Karena tambah mules, suami dan keluarga langsung memanggil paraji”, ungkapnya seperti dikutip dari Ayobandung.com, Senin (20/07/2020).

Dirinya mengaku bersyukur atas kelahiran putranya itu, walaupun hingga saat ini dirinya masih kaget dan tidak percaya melahirkan anak. Karena hampir setiap bulan Heni tak pernah absen menstruasi secara rutin dan lancar.

“Tidak ada merasa ngidam, atau merasakan hamil sebelumnya seperti anak saya yang dua orang. Saya juga masih kaget ini, karena haid tetap lancar tiap bulan. Tapi alhamdulilah saya dikasih kepercayaan oleh Allah”, ujarnya.

Heni Nuraeni warga dari Kampung Mandalasari, Desa Mandalasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, di kunjungi kerabatnya usai viral melahirkan bayi laki-lakinya. (foto: YT)
Heni Nuraeni warga dari Kampung Mandalasari, Desa Mandalasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, di kunjungi kerabatnya usai viral melahirkan bayi laki-lakinya. (foto: YT)

Kejadian proses kehamilan dan melahirkan Heni pun sontak menjadi viral di media sosial setelah akun Facebook Taofik Romdoni mengunggah gambar kondisi bayi dan menulis informasi telah lahir bayi laki-laki dengan proses hamil satu jam bukan sembilan bulan. Bahkan, ibu bayi diakui tengah dalam keadaan menstruasi.

Baca Juga,  Bareng 2 Desa Lainnya, Desa Pasirhalang Bagikan BST Untuk 228 KPM

“Subhanalloh Walhamdulillah Walaailaaha Illlalloh Walloohu Akbar. Inilah tanda-tanda kebesaran Alloh SWT. Dmn Alloh telah menganugrahkan seorang Bayi Laki-laki kepada sepasang suami istri dengan proses kehamilan hanya satu jam tidak dalam waktu sembilan bulan. Bahkan melahirkannya pun dalam keadaan menstruasi. Semoga menjadi anak yang soleh dan beriman. Aamiin Wallohu’alam”, tulis Taufik Romdoni, yang kemudian dibanjiri like dan komentar.

Ditempat terpisah, Dokter Kebidanan dan Penyakit Kandungan Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama, Asep Taslim mengatakan kasus yang dialami Heni kemungkinan terjadi dalam sekala 400 kasus berbanding 1 kasus kejadian, dimana dalam dunia medis disebut Cryptic Pregnancy.

Cryptic Pregnancy terjadi pada seorang perempuan hamil tetapi tidak menyadari kehamilannya karena gejala kehamilan yang sangat halus.

“Bisa saja karena ketidaksiapan secara psikologis, si ibu tidak menyadari bahwa dirinya hamil. Di sini juga banyak kasus yang seperti itu, saat kontrol tahunya sudah usia kandungan 9 bulan dan siap melahirkan. Sementara untuk gerakan dan gejala kehamilan, dimungkinkan tidak terasa adanya gerakan-gerakan bayi di dalam kandungan. Kondisi itu, bisa dipengaruhi oleh faktor berat badan ibu yang berlebihan”, jelas Asep seperti dikutip dari Ayobandung.com.

Sementara terkait proses menstruasi yang diakui Heni selalu terjadi tiap bulan, Asep memperkirakan, darah yang keluar tiap bulan yang dialami Heni bukan menstruasi. Karena saat kehamilan tidak semuanya berjalan lancar, artinya ada kasus di mana terjadinya pendarahan saat kehamilan yang itu berbeda beda sesuai dengan status kehamilan.

Reporter: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed