oleh

Bocah Usia Dua Bulan Dicekoki Shabu, Begini Akibatnya

Nunukan, BANGBARA.COM.- Bocah usia 8 tahun berinisial B diamankan polisi karena melakukan pencurian. Tak tanggung-tanggung polisi menyebut B telah mencuri puluhan kali dalam dua tahun terakhir.

“Dia enggak pernah bohong, semua dia jawab jujur. Cuma memang dia kleptomania dan tidak bisa menghilangkan kebiasaan buruknya itu,” kata Kapolsek Nunukan Iptu Randya Shaktika, dikutip dari kompas.com.

Randya mengaku bingung dengan kebiasaan Bocah asal Nunukan, Kalimantan Utara tersebut. “Di satu sisi tidak mungkin kita masukkan ke tahanan. Di sisi lain kalau kita biarkan bebas, masyarakat resah,” ujarnya.

Berdasar catatan, bocah berusia 8 tahun itu selalu membagi-bagikan uang yang dicurinya kepada teman-temannya digunakan untuk membeli rokok atau barang-barang terlarang lainnya seperti sintek atau tembakau Gorilla.

Saat ini, B diamankan di sel khusus dan mendapat perhatian dari aparat layaknya anak-anak. Semua kebutuhan B dicukupi oleh jajaran Polsek Nunukan.

“Anak usia segitu tentunya butuh main. Tapi celakanya kita takutkan bisa menularkan kebiasaaan buruknya ke anak-anak sebayanya, kita khawatir akan muncul B lain lagi nanti karena dia membawa dampak buruk kepada anak lain. Sekelas Bambu Apus saja sudah menyerah, gimana kita?” katanya.

Sekretaris Dinas Sosial Yaksi Belaning Pratiwi menjelaskan, kasus B sejatinya sudah menjadi perhatian aparat kepolisian dan dinas sosial.

Yaksi menuturkan kebiasaana buruk B kemungkinan dipicu oleh tindakan sang ayah yang sering memberikan susu campur shabu sejak usia dua bulan.

“Jadi sejak bayi umur dua bulan sudah dicekoki sabu-sabu, dicampur susunya dengan sabu sabu, alasannya supaya tidak rewel. Itu membuat pola pikir anak terganggu, B kan anaknya tidak memiliki rasa sakit dan tidak ada rasa takut, tidak ada yang dia takuti, ironi sekali memang,” katanya.

Yaksi menambahkan, bahkan B sempat dibawa ke Balai Rehabilitasi Sosial di Bambu Apus Jakarta. Sayangnya, belum sampai 6 bulan sebagaimana waktu standar bagi proses rehabilitasi pihak Bambu Apus memulangkan B, dengan alasan tidak sanggup membina B yang dinilai memiliki kenakalan di luar nalar.

Baca Juga,  Setahun Kepergian Endang Anwar, Keluarga dan Warga Laksanakan Pengajian dan Tabur Bunga

“Di Bambu Apus dia malah mencuri sepeda orang, uang pembinanya dia curi dan dia belikan rokok dan dibagi-bagi ke teman teman di sana dan banyak kenakalan lain. Anak-anak nakal yang tadinya sudah mau sembuh di sana kembali berulah dengan adanya B, itulah kemudian dipulangkan,” ujarnya.

 

Penulis: En-En

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed