oleh

BNN KBB Tangkap 3 Orang Dari 2 Kasus Penyalahgunaan Narkotika

Padalarang, BANGBARA.COM – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menangkap tiga orang, dari dua kasus penyalahgunaan, dan peredaran narkotika.

Hal ini dikatakan oleh Kepala BNN KBB Sam Norati Mariana didampingi oleh Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dayat SH, S.IK selaku Kepala Seksi Brankas BNN KBB dalam Konferensi Pres nya di kantor BNN KBB, Kamis, (7/11/2019).

Dalam isi jumpers nya BNN KBB Sam menyampaikan mengenai pengungkapan tindak pidana kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum KBB yang dikirimkan ke jaringan salah satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Dihadapan awak media, BNN KBB menghadirkan 3 orang tersangka beserta beberapa barang bukti yang berhasil ikut di amankan dari hasil 2 operasi penangkapan.

BNN KBB Saat Jumpa Pers
BNN KBB Saat Jumpa Pers.

“Operasi penangkapan pertama terjadi pada hari Kamis (17/10/2019), sekitar pukul 03:30 WIB yang berlokasi di Kampung Cigugur Girang, Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, KBB.” papar Sam kepada awak media.

Dalam penangkapan ini berhasil diamankan 2 orang tersangka yaitu U.R alias UU, (33) WNI yang berperan sebagai pengatur keuangan, dan A.S alias Adul, (39) WNI yang berperan sebagai kurir dan penjual.

Sam menjelaskan, saat dilakukan penggeledahan badan di lokasi penangkapan ditemukan 2 paket sabu pada kantong celana belakang pelaku A.S alias Adul. Setelah dilakukan penggeledahan di rumah kontrakan tersangka, beberapa barang bukti (BB).

Barang Bukti
Saat menunjukan Barang Bukti.

BB yang berhasil di amankan adalah, 1 bungkus plastik klip bening berisi 5 paket diduga Narkotika Golongan I jenis sabu dengan berat brutto 1,25 gram. Kemudian 1 bungkus plastik hitam berisi diduga Narkotika Golongan I jenis ganja dengan berat brutto 10,67 gram.

Sedangkan BB non narkotika yang berhasil disita diantaranya, 1 buah HP Android Samsung warna putih, 1 buah HP Mito warna hitam, 1 buah bong (alat penghisap sabu), 1 buah timbangan digital, 1 buah plastik hitam berisi paper clip, 1 buah kartu ATM BCA dengan nomor 5379412008471947.

Baca Juga,  Lucunya Anak Paud, Saat Ikuti Turnamen Futsal Se-KBB Pada HUT HIMPAUDI Ke 12

Sementara itu lanjut Sam untuk operasi penangkapan kedua dilakukan pada hari Senin (21/10/2019) di halaman parkir Toserba BORMA, Jalan Raya Padalarang No. 504 Desa Kertamulya KBB sekitar pukul 20:30 WIB.

“Yang berhasil di amankan adalah seorang tersangka yaitu berinisial A.R alias Adi, 42 tahun WNI yang berperan sebagai kurir dan penjual.” Jelas Sam.

Dari tangan A.R alias Adi berhasil di amankan beberapa barang bukti diantaranya, 1 bungkus plastik bening berisi kristal putih dalam keadaan basah diduga Narkotika Golongan I jenis sabu dengan berat brutto 10,11 gram.

Sedangkan BB non narkotika diantaranya, 1 buah HP Andromax, 1 buah kartu ATM BCA dengan nomor 5379413004434558, 2 buah timbangan digital, 2 buah bungkus plastik berisi paper clip, 2 buang bong (alat hisap).

Dari hasil pemeriksaan di kantor BNNK, para tersangka mengakui bahwa mereka mendapatkan sabu dan ganja tersebut dengan cara memesan dan membeli pada pengendali di Lapas. Setelah barang diterima mereka menjual kembali dalam ukuran paket kecil.

Tersangka peredaran Narkotika
Ketiga Tersangka peredaran Narkotika.

“Menurut pengakuan para tersangka di BNNK, mereka mendapatkan sabu dan ganja tersebut dengan cara memesan dan membeli pada pengendali di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) , lalu kemudian dijual di daerah sekitar lokasi tempat tinggal mereka”, ungkap Dayat yang mendampingi Sam saat Jumpers.

Namun baik Sam maupun Dayat belum dapat memastikan dari lapas manakah ketiga tersangka memesan narkoba karena masih dalam tahap penyelidikan dan pendalaman.

Ketiga tersangka ini merupakan residivis yang sudah beberapa kali ditangkap untuk kasus yang sama. Bahkan diantara mereka ada yang baru saja menghirup udara bebas 3 bulan yang lalu. Dengan barang bukti yang ada kali ini, ketiganya terancam hukuman kurungan penjara antara 5 sampai 20 tahun.

Baca Juga,  Grand Hotel Lembang Nunggak Pajak Rp 1.9 Milliar, Pemda KBB Ancam Hentikan Operasional

Di wilayah KBB sendiri terdapat 3 lokasi yang cukup rawan untuk kasus peredaran narkoba. Wilayah tersebut diantaranya adalah Lembang, Batujajar dan Padalarang.

“Wilayah Lembang menjadi cukup rawan karena merupakan daerah destinasi wisata, sedangkan Batujajar dan Padalarang menjadi rawan karena 2 wilayah ini merupakan daerah transit dan banyaknya para migran (pendatang)”, tambah Sam.

“Kepada seluruh warga daerah KBB agar jangan apatis, masa bodo terhadap wilayah sekitar lingkungan kita. Jika ada menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait narkoba, silahkan laporkan kepada kami. Kami akan segera bertindak”, himbau Dayat di akhir acara. (Gtr)

Editor : Mohammad Addien

Komentar

News Feed