oleh

Bikin Haru, TKK Sang Pejuang Pelayanan Disdukcapil KBB Ini, Ikut Jadi Korban Banjir Bandang

Link Banner

Ngamprah, BANGBARA.COM.- Banjir bandang yang memporak porandakan sebagian Kecamatan Padalarang dan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terjadi pada Selasa, (31/12/2019) itu, banyak menyisakan duka kesedihan yang mendalam bagi warga yang terkena musibah.

Diakui oleh sebagian warga kejadian banjir kali ini adalah yang paling terparah dari beberapa sejarah. Pasalnya selama kejadian banjir tidak melebihi dari mata kaki.

Link Banner

Banjir bandang yang bertepatan dengan malam tahun baru 2020 ini menyisakan kesedihan yang mendalam dari beberapa warga, salah satunya adalah seorang petugas pelayanan pada Disdukcapil KBB yang rumahnya ikut menjadi korban banjir bandang itu.

Deni Andri Suherman atau yang biasa dipanggil Deni itu adalah seorang petugas pelayanan pada Disdukcapil KBB yang harus nekat pulang saat sedang bekerja di Pemda, karena mendengar rumahnya terkena banjir bandang setinggi 1 hingga 1.2 meter yang berlokasi di Kampung Lebaksari RT001 RW002 Desa Mekarsari itu.

“Saat itu saya masih di Kantor, mendengar kabar dari istri kondisi rumah kena banjir, Saya langsung pulang dan menyelamatkan barang-barang yang bisa diselamatkan.” Ucap Deni kepada Bangbara.

Deni sang petugas yang masih berstatus Tenaga Kerja Kontrak (TKK) ini, sudah 6 tahun mengabdi di Pemda KBB. Dan hingga kini belum juga ada kesempatan untuk menjadi ASN. Kondisi ini menyulitkan Deni dan keluarganya untuk memperbaiki rumah dan perabotannya yang rusak itu.

Kondisi rumah Deni nampak porakporanda dan hanya bisa menyelamatkan bayang yang masih bisa digunakan saja.

Ekonomi yang pas-pasan, membuat keterbatasan Deni, yaitu salah seorang Ayah yang menikahi Irma Sobianti 14 tahun yang lalu, hingga memiliki 2 orang buah hati, yaitu Syifa Insan Nur Rizkiam anak pertamanya berusia 12 tahun, dan Afika Raya Almahira berusia 2 tahun.

Baca Juga,  Tak Punya Biaya Berobat, Euis Warga Cikalongwetan Ini Pasrah dengan Tumor di Rahimnya

“Saya sudah janji dengan anak saya untuk sebisanya liburan menggunakan sepeda motor pas tahun baru, tapi nyatanya kondisi tidak disangka harus seperti ini, dan mungkin sudah takdirnya.” Katanya dengan nada lemas.

Banjir bandang yang terjadi beberapa hari yang lalu banyak merusak rumah Deni, berikut perabotan miliknya yang sudah hancur seperti kapal pecah.

Deni sangat berharap pemerintah KBB dapat memberi teguran kepada pihak KCIC yang sudah merubah gorong-gorong di lokasi rumahnya itu, sehingga mengakibatkan banjir merusak rumah warga sekitar.

“Asalnya gorong-gorong itu lurus dan tidak belok, sekarang di rubah sama pihak KCIC dan ditambah semakin kecil, sehingga air tidak mudah untuk mengalir, akhirnya sekarang jadi seperti ini, kami semua seluruh kampung jadi korban.” Terang Deni.

Dengan kondisi lemas memandang perabotan berantakan, dan kondisi rumah yang berada diatas tanah 20X3 meter milik orang tuanya yang rusak itu, sesekali Deni menghela nafasnya, berharap ada bantuan yang bisa menjadi solusi kehidupan, dan deritanya saat ini.

(Adn)

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner

Komentar

News Feed