oleh

Berniat Menjadi Sekolah Unggulan Agrowisata, Ini Rencana Plt Kepsek SMPN 4 Ngamprah

Ngamprah, BANGBARA.COM. – Beberapa rencana dan program telah disiapkan oleh SMPN 4 Ngamprah dalam rangka menuju Sekolah Unggulan Agrowisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hal ini diungkapkan oleh Plt (Pelaksana Tugas) Kepala Sekolah SMPN 4 Ngamprah, Agus Samsu Permana saat ditemui Bangbara di ruang kerjanya, Senin, (23/11/2020).

Disebutkan oleh Agus, di Kecamatan Ngamprah saat ini ada 4 SMP Negeri. Baik SMPN 1,2, 3 dan 4. Insya Allah tidak akan kekurangan siswa, karena sudah cukup banyak SD di wilayah Ngamprah ini.

“Sekarang saya mencoba menggiring agar orang tua juga mau mendaftarkan anaknya ke SMPN 4 yang merupakan termuda dibanding 3 SMP Negeri lainnya yang ada di Kecamatan Ngamprah dengan tujuan agar siswa tidak kejauhan”, ujar Agus.

Menurutnya, usaha yang dilakukan pihaknya ini membuahkan hasil yang cukup baik karena dari target 192 orang siswa, sebanyak 180 siswa telah mendaftar di SMPN 4 Ngamprah.

“Karena sudah banyaknya siswa disini, saya mempunyai program berupa infrastuktur penambahan ruang kelas baru. Saat ini baru ada 10 kelas, sedangkan rumbel (ruangan belajar) yang dibutuhkan harus ada 15, artinya masih butuh 5 kelas lagi”, jelas Agus.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Agus menyebut di lokasi sekolah saat ini dari luas tanah sekitar 9.000 meter, baru digunakan sekitar 6.000 meter, artinya masih ada lahan yang dapat digunakan untuk membangun kelas baru.

Gerbang SMPN 4 Ngamprah, KBB.
Gerbang SMPN 4 Ngamprah, KBB.

“Untuk ke depan, prospek sekolah ini sangatlah bagus apalagi terkait dengan suasana alam yang indah. Untuk itulah saya sangat berharap ke depan SMPN 4 Ngamprah dapat menjadi Sekolah Unggulan Agrowisata “, tutur Agus sambil tersenyum.

Terkait rencana tersebut dan juga ditambah tuntutan untuk menjadi sekolah berbasis IT, Agus mengatakan pihaknya sudah mengusulkan ke pihak Telkom untuk memasang jaringan internet, karena hal tersebut sangatlah dibutuhkan.

Baca Juga,  Setahun Kepergian Endang Anwar, Keluarga dan Warga Laksanakan Pengajian dan Tabur Bunga

Saat disinggung mengenai permasalahan dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SMPN 4 Ngamprah, Agus mengakui memang ada beberapa kendala yang terjadi.

“Kendala yang timbul dalam PJJ disini diantaranya beberapa orang tua yang merasa cukup stress dalam membimbing anaknya belajar dengan sistem Daring, padahal seharusnya fungsi orangtua itu hanya mengawasi, bukanlah membimbing yang merupakan tugas Guru”, sebut Agus.

Dilanjutkan Agus, dari sisi siswa juga kendala muncul kejenuhan, karena sudah terlalu lama belajar di rumah. Membuat motivasi siswa dalam belajar menjadi berkurang.

Agus mengatakan, Guru juga dipusingkan dalam pengelolaan penilaian, dimana siswa yang sudah dikirim kuota oleh Pemerintah, namun ternyata banyak yang tidak tahu atau tidak bisa menggunakannya.

“Makanya untuk penilaian akhir semester guru jadi harus lebih aktif. Untuk sistem Daring langsung menghubungi orang tua dan siswa, untuk Luring Guru membuat soal, di foto copy lalu dilaksanakan ujiannya di sekolah dengan protokoler kesehatan”, jelasnya.

Saat dikonfirmasi apakah sistem pembelajaran dengan menggunakan Radio Pemancar yang bekerjasama dengan Stasiun Radio yang dicetuskan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, Dadang A. Sapardan, Agus menyebut hal tersebut tidak berjalan efektif.

“Sistem pembelajaran menggunakan Radio Pemancar di SMPN 4 ini belum bisa berjalan dengan efektif, karena keterbatasan alat dan sulitnya bekerja sama dengan Stasiun Radio disini”, pungkasnya.

 

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed