oleh

Bareng BNN KBB Ratusan Siswa Kumpul di Stone Garden Kampanyekan Anti Narkoba

Padalarang, BANGBARA. – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar kampanye anti narkoba bersama ratusan siswa siswi tingkat SLTA dari 20 sekolah di KBB. Kamis, (31/10/2019).

Sekitar 300 siswa siswi ini berkumpul di lokasi Geo Park Stone Garden bersama BNN KBB dengan menggelar kampanye anti Narkoba dari para pembicara.

Acara yang di gelar dari pagi hingga siang hari ini menjadi pengalaman khusus bagi para siswa, selain mendapatkan ilmu dari para pembicara, juga dapat mengetahui sejarah dari pariwisata Geo Park Stone Garden.

Selain kepala BNN KBB, hadir pula Kepala Dinas Pariwisata KBB Sri Dustirawaty, Kepala Dinas Pendidikan wilayah 6 Provinsi Jawa Barat, Ester Miori Dewayani, dan dari pondok rehabilitasi Narkoba Anugrah Joshua Lembang, Michael Mani.

Kepala BNN KBB Sam Norati Martiana dalam sambutanya menyampaikan orasi anti narkoba nya dengan memberikan gambaran bahayanya pengguna narkoba.

Kampanye Anti Narkoba Siswa KBB
Kampanye Anti Narkoba Siswa KBB

“Semua setuju sekolah dan hidup tanpa Narkoba? ” teriak Sam diatas panggung dan dijawab serentak dan semangat oleh para pelajar ini. “Setujuu” balas para ratusan siswa ini.

Sam memaparkan beberapa contoh pergaulan yang sangat menjadi persoalan bagi para siswa. Seperti ajakan teman sebaya, ancaman pergaulan, hingga hal-hal lain yang memaksa menggunakan Narkoba.

“Tidak perlu takut dengan kondisi ancaman itu, jika ada hal yang seperti itu sialahkan laporkan kepada kami, maka dari BNN dan para petugas lainya akan menjadi membantu” kata Sam.

Kepada awak media Sam menyampaikan, di KBB penggunaan narkoba di kalangan pelajar masih di dominasi masalah penggunaan obat-obatan seperti Excimer, Tramadol, dan lain lain.

Kepala BNN KBB Sam Norati Martiana
Kepala BNN KBB Sam Norati Martiana

“Berdasarkan hasil tangkapan, dimana sekali operasi tangkap bisa mendapatkan sekitar 6000 butir Excimer. Maraknya peredaran obat-obatan di kalangan pelajar di karenakan harganya yang cukup terjangkau bagi kantong pelajar. Dengan uang 10.000 bisa mendapatkan 1 strip.” paparnya.

Baca Juga,  Ribuan Massa Ikuti Gerak Jalan Bersama Aria Production

Sam berharap dengan acara ini minimal bisa menyelamatkan 300 orang pelajar yg hadir. Kemudian, dari 300 orang ini diharapkan bisa mempengaruhi teman-temannya yang lain untuk ikut menjauhi narkoba.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pendidikan wilayah 6 Provinsi Jawa Barat, Ester Miori Dewayani, bahwa dengan selenggarakannya acara ini sungguh luar biasa. Apalagi berkaitan dengan berlangsungnya hari Sumpah Pemuda.

“Pentingnya kehadiran perwakilan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dalam acara ini akan menjadi bidikan utama untuk menjadi ujung tombak membantu menangani berkurangnya pengguna narkoba di kalangan pelajar” ungkapnya.

Pembacaan Sumpah Kampanye Anti Narkoba dari perwakilan para ketua Osis 12 sekolah di KBB

Dia menambahkan, selain narkoba penggunaan gadget yang berlebih tanpa pengawasan dan kontrol orang tua juga sangat membahayakan bagi kalangan pelajar. Karena yang diserang bukan hanya syaraf mata, telinga, atau otaknya saja tapi kejiwaannya.

“Mereka akan dengan mudahnya mengakses tidak hanya games, tapi juga hal-hal yang berbau sex bebas, kekerasan, pornografi, dan narkoba. Maka dari itu andil orang tua sangatlah penting untuk ikut mengkampanyekan gerakan bersama 1 jam tanpa gadget.” kata Ester.

Michael Manik dari pondok rehabilitasi Narkoba Anugrah Joshua Lembang ini juga sangat menekankan kepada para pelajar, agar jangan sekali-kali mencoba Narkoba.

“Pesan saya untuk adik-adik kita ini, jangan sekali-kali mencoba narkoba, karena masa depan pasti akan hancur dan akan mengeluarkan biaya banyak. Di rumah rehabilitasi Anugrah Lembang yang saya kelola sudah ada 50 orang, dan rata-rata mereka mengeluarkan biaya untuk berobat tidak sedikit. Jauhi Narkoba, mari berantas peredarannya.” Tambah Michael.

(Adn/Gtr)

Komentar

News Feed