oleh

Banjir Bandang KBB Lumpuhkan 462 KK/1.529 Jiwa, Dari 11 Lokasi di 2 Kecamatan, Ini Dia Data Lengkapnya

Ngamprah, BANGBARA.COM. – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB), merilis data terbaru tentang dampak banjir bandang yang terjadi akibat hujan deras yang melanda wilayah KBB sepanjang hari Selasa (31/12/2019) kemarin.

Dari data yang dirilis, terdapat warga yang terdampak sebanyak 462 KK (Kepala Keluarga), dengan total 1.529 jiwa, dan yang masuk dalam kelompok rentan sebanyak 52 balita. Terdapat 11 lokasi kejadian, di Kecamatan Ngamprah, meliputi Desa Mekarsari, Desa Cilame, Desa Cimareme, Desa Margajaya, dan Desa Gado Bangkong. Sedangkan di Kecamatan Padalarang, meliputi Desa Kertamulya, Desa Cipeundeuy, Desa Mekarsari dan Desa Kertajaya.

Bupati KBB, Aa Umbara Sutisna menyampaikan bahwa untuk bantuan logistik aman dan tidak ada masalah. Dapur Umum juga sudah dibuat oleh Dinas Sosial, BPBD, Rumah Zakat, dan juga Kemensos.

Hal senada diungkapkan Wakil Bupati KBB, Hengki Kurniawan yang  berharap agar masyarakat bisa tenang, sabar dan tidak perlu panik. Karena Pemerintah akan turun tangan untuk membantu dan menyelesaikan masalah ini.

Berikut adalah data yang dirangkum Redaksi Bangbara.Com berdasarkan data yang di rilis BPBD KBB, melalui file PDF pada hari ini, Rabu (01/01/2020).

KECAMATAN NGAMPRAH :

  • Lokasi Pertama (1)

Banjir Bandang terjadi di Kampung Lebaksari RT01 RW02, Desa Mekarsari, pada 31 Desember 2019 Pukul 16.00 Wib. Penyebabnya diduga akibat intensitas hujan tinggi dan tersumbatnya drainase.

Dampak dari bencana di Kampung Lebaksari ini sebanyak 85 KK dengan total 367 jiwa terendam banjir. Lalu akses jalan Underpass Padalarang-Cisarua dan juga areal persawahan terendam banjir.

Upaya yang telah dilakukan adalah Tim BPBD dan Aparatur kewilayahan telah melakukan assessment / kaji cepat ke lokasi dampak bencana dan mendirikan tenda sebagai antisipasi adanya banjir susulan untuk pengungsian dan kesehatan.

  • Lokasi Kedua (2)

Banjir Bandang terjadi di Komplek Taman Bunga Blok F3 RT03,07, 08 dan 12, RW03, Desa Cilame, pada 31 Desember 2019 Pukul 16.00 Wib. Penyebabnya diduga akibat intensitas hujan tinggi.

Dampak dari bencana ini 31 rumah terendam banjir, lalu 4 rumah dan 1 TK amblas. Upaya yang telah dilakukan adalah Tim BPBD dan Aparatur kewilayahan telah melakukan assessment / kaji cepat ke lokasi dampak bencana.

  • Lokasi Ketiga (3)

Banjir Bandang terjadi di Kampung Kampung Campaka RT03 RW03, Desa Cimareme, pada 31 Desember 2019 Pukul 16.00 Wib. Penyebabnya diduga akibat intensitas hujan tinggi.

Baca Juga,  Tak Punya Akses Jalan Lagi, Siswa SMPN 4 Ngamprah Terpaksa Melalui Jalan Curam Berbahaya

Dampak dari bencana ini 5 (lima) Rumah terendam, atas nama Eli Karliah (9 jiwa), Oong (4 jiwa), Abah Iyat (8 jiwa, 1 balita), Wawan (4 jiwa), dan Ruhiat (3 jiwa). Selain itu banyak peralatan rumah tangga terendam banjir.

Upaya yang telah dilakukan adalah Tim BPBD dan Aparatur kewilayahan telah melakukan assessment / kaji cepat ke lokasi dampak bencana, mengungsikan korban terdampak ke Mesjid Baitul Haq, dan warga masyarakat melaksanakan gotong royong pembersihan materialdan peralatan rumah tangga akibat dampak banjir.

  • Lokasi Keempat (4)

Banjir Bandang terjadi di Kampung Kampung Cikandang RT01 RW07, Desa Cimareme, pada 31 Desember 2019 Pukul 16.00 Wib. Penyebabnya diduga akibat intensitas hujan tinggi dan tersumbatnya drainase.

Dampak dari bencana ini sebanyak 7 (tujuh) rumah terendam dan KK mengungsi, atas nama Ace (82) 2 KK 6 jiwa, H. Dede (56) 1 KK 3 jiwa, Hj. Dedeh (50) 1 KK 4 jiwa, H. Iding (60) 2 KK 7 jiwa, Koko (70) 1 KK 2 jiwa, H. Parno (65) 1 KK 3 jiwa, dan Uda (50) 1 KK 5 jiwa.

Upaya yang telah dilakukan adalah Tim BPBD dan Aparatur kewilayahan telah melakukan assessment / kaji cepat ke lokasi dampak bencana, mengungsikan korban terdampak ke Mesjid Baitul Haq, dan warga masyarakat melaksanakan gotong royong pembersihan materialdan peralatan rumah tangga akibat dampak banjir.

  • Lokasi Kelima (5)

Banjir Bandang terjadi di Komplek Perum Cimareme Indah, Kampung Caringin Babakan RT04 RW03, Desa Margajaya, pada 31 Desember 2019 Pukul 16.00 Wib. Penyebabnya diduga akibat intensitas hujan tinggi.

Dampak dari bencana ini sebanyak 67 (enam puluh tujuh) KK dan 230 jiwa mengungsi. Lalu 1 (satu) kendaraan roda 4 Rusak, 5 (Lima) kendaraan roda 2 Rusak, dan Peralatan Rumah Tangga Terendam Banjir dan Lumpur.

Upaya yang telah dilakukan adalah Tim BPBD dan Aparatur kewilayahan telah melakukan assessment / kaji cepat ke lokasi dampak bencana, mengungsikan korban terdampak ke Madrasah At-Tin dan kerabat terdekat.

Baca Juga,  Siap-siap, Konser Amal Tanda Launching Bandung Barat TV Digital, Akan Bagikan Hadiah Luar Biasa

Warga masyarakat juga melaksanakan gotong royong pembersihan material dan peralatan rumah tangga akibat dampak banjir dikarenakan materialyang cukup tebal akan dilanjutkan besok hari. Personil yang terlibat terdiri dari BASARNAS, Puskesmas, TAGANA, BAZNAS, dan Karang Taruna.

  • Lokasi Keenam (6)

Banjir Bandang terjadi di Kampung Kampung Ciburial RT02 RW16 dan RT02 RW15, Desa Margajaya, pada 31 Desember 2019 Pukul 16.00 Wib. Penyebabnya diduga akibat intensitas hujan tinggi.

Dampak dari bencana ini di Kampung Ciburial RT02 RW16, terdapat 1 (satu) rumah roboh atas nama Ucang (5 jiwa). sedangkan di Kampung Ciburial RT02 RW15, terdapat 10 (sepuluh) rumah terendam banjir dan juga peralatan rumah tangga terendam banjir.

Upaya yang telah dilakukan adalah Tim BPBD dan Aparatur kewilayahan telah melakukan assessment / kaji cepat ke lokasi dampak bencana. Untuk korban rumah roboh telah mengungsi ke kerabat terdekat. sementara itu warga masyarakat melaksanakan gotong royong pembersihan material dan peralatan rumah tangga akibat dampak banjir.

  • Lokasi Ketujuh (7)

Longsor terjadi di Komplek Citra lestari, Desa Gadobangkong, pada 31 Desember 2019 Pukul 16.00 Wib. Penyebabnya diduga akibat intensitas hujan tinggi dan kondisi tanah yang labil.

Dampak dari bencana ini 1 (satu) rumah atas nama Taufik (5 jiwa) bagian dindingnya roboh Upaya yang telah dilakukan adalah Tim BPBD dan Aparatur kewilayahan telah melakukan assessment / kaji cepat ke lokasi dampak bencana.

Sementara warga masyarakat Warga masyarakat melaksanakan gotong royong pembersihan material longsoran.

KECAMATAN PADALARANG :

  • Lokasi Pertama (1)

Banjir Bandang terjadi di Perum Kota Bali Blok C RT02 RW23, Desa Kertamulya, pada 31 Desember 2019 Pukul 16.00 Wib. Penyebabnya diduga akibat intensitas hujan tinggi.

Dampak dari bencana ini 3 (tiga) rumah yang terdiri dari 3 KK  dengan total 15 jiwa terendam banjir, dan 1 (satu) kendaraan roda 4 terbawa arus air sekitar 10 meter.

Upaya yang telah dilakukan adalah Tim BPBD dan Aparatur kewilayahan telah melakukan assessment / kaji cepat ke lokasi dampak bencana, warga masyarakat melaksanakan gotong royong pembersihan material dan peralatan rumah tangga akibat dampak banjir.

Pihak Pengembang sendiri bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. Lalu ada kebutuhan mendesak alat berat dan mobil air.

  • Lokasi Kedua (2)

Banjir Bandang terjadi di Kampung Pajagalan RT05 RW02, Desa Cipeundeuy, pada 31 Desember 2019 Pukul 16.00 Wib. Penyebabnya diduga akibat intensitas hujan tinggi. Dampak dari bencana ini adalah jebolnya 2 titik tembok tanggul sepanjang 39 meter.

Baca Juga,  Pemekaran Lembang Sah Saja, Namun Tidaklah Mudah, Begini Kata Tjatja Kuswara

Data korban sebanyak 77 (tujuh puluh tujuh) KK dengan total 300 jiwa, yang terdiri dari 51 balita, 85 anak sekolah, Lansia 20 jiwa, Disabilitas 2 jiwa. Lalu peralatan rumah tangga terendam banjir dan lumpur.

Upaya yang telah dilakukan adalah Tim BPBD dan Aparatur kewilayahan telah melakukan assessment / kaji cepat ke lokasi dampak bencana, mendirikan dapur umum dan pos kesehatan oleh Puskesmas setempat, untuk korban rumah telah mengungsi ke kerabat terdekat, dan warga masyarakat melaksanakan gotong royong pembersihan material dan peralatan rumah tangga akibat dampak banjir.

  • Lokasi Ketiga (3)

Banjir Bandang terjadi di Kampung Kebon Kalapa, Desa Mekarsari, pada 31 Desember 2019 Pukul 16.00 Wib. Penyebabnya diduga akibat intensitas hujan tinggi dan tersumbatnya saluran drainase.

Dampak dari bencana ini adalah 4 (empat) rumah terendam banjir. Upaya yang telah dilakukan adalah Tim BPBD dan Aparatur kewilayahan telah melakukan assessment / kaji cepat ke lokasi dampak bencana, dan telah mendirikan tenda sebagai antisipasi adanya banjir susulan untuk pengungsian dan kesehatan.

  • Lokasi Keempat (4)

Banjir Bandang terjadi di Kampung Kertajaya RT01,02 dan 03 RW13, Desa Kertajaya, pada 31 Desember 2019 Pukul 16.00 Wib. Penyebabnya diduga akibat intensitas hujan tinggi.

Dampak dari bencana ini adalah 171 KK (557 jiwa) terendam banjir, terdapat genangan air setinggi 10-40 cm, dan peralatan rumah tangga terendam banjir dan lumpur.

Upaya yang telah dilakukan adalah Tim BPBD dan Aparatur kewilayahan telah melakukan assessment / kaji cepat ke lokasi dampak bencana, dan warga masyarakat melaksanakan gotong royong pembersihan material dan peralatan rumah tangga akibat dampak banjir.

(Adn)

(Demikian data yang dihimpun redaksi Bangbara.com, Sumber : BPBD KBB)

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed