oleh

Bandung Barat Terus Sosialisasikan KB Pria

Cililin, BANGBARA.COM – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus mengadakan kegiatan sosialisasi Program pelayanan KB pria dengan Metode Operasi Pria (MOP), di RSUD Cililin pada hari Selasa (30/10/2018). Yang dilayani langsung oleh ahlinya Dr.Okto, dan dihadiri pula oleh perwakilan Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Propinsi Jawa Barat, DR.H.Sukaryo Teguh M,si.

Menurut Kepala Dinas DP2KBP3A Asep Wahyu, bahwa Motivator KB Pria bukanlah orang yang sekedar memberikan arahan dan motivasi saja, melainkan mereka juga adalah figur yang lebih dulu mengikuti program (MOP). Hingga pada bulan September ini jumlah KB Pria baru mencapai 2049 orang.

“Perolehan Total jumlah KB Pria MOP sampai bulan September ini total 2049 orang, dan yang mengunakan Kondom 3149, untuk pelayanan akan dilaksanakan rutin sesuai dengan Perkiraan Permintaan Masyarakat (PPM), ada dua cara untuk layanan KB Pria, bisa mengunakan alat kontrasepsi (Kondom) atau bisa dengan cara MOP, sehingga tujuan perencanaan keluarga bisa lebih sejahtera” papar Asep Wahyu kepada Bangbara.com.

Jumlah hasil akhir yang ikut KB Pria melalui (MOP), di RSUD Cililin tersebut berjumlah 23 orang. Yang terdiri dari beberapa kecamatan yang ikut andil diantaranya, Kecamatan Cisarua, Ngamprah, Cililin, Cihampelas, Padalarang, dan Cipeundeuy. Tidak semua kecamatan mengirimkan orang untuk ikut serta, dikarenakan memang tidaklah mudah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat dari Metode MOP ini.

Metode (MOP) adalah kontrasepsi pria MESRA (Murah, Efektif, Sederhana, revesible, dan aman), Vasektomi itu peran dan wujud kesetiaan suami terhadap istri, serta perwujudan tanggung jawab dan kepedulian penuh dalam membangun keluarga yang berkualitas.

Syarat Vasektomi yaitu, tidak ingin menambah jumlah anak lagi, sukarela dan telah mendapatkan konseling tentang vesektomi, mendapatkan persetujuan istri, jumlah anak ideal, sehat jasmani dan rohani.

Kelebihan program vasektomi, Efektifitas tinggi (99%) untuk menjegah kehamilan, biaya lebih murah karena hanya satu kali tindakan saja, prosedur medis hanya 10-15 menit, tidak mempengaruhi kemampuan seksual dan libido pada waktu bersegama.

Keterbatasan Vasektomi diantaranya, Karena dilakukan dengan tindakan medis/pembedahan maka ada kemungkinan terjadi efek samping (Nyeri) dan komplikasi seperti pendarahan dan infeksi, dan bila istri tidak menggunakan kontrasepsi maka suami harus menggunakan kondom, saat senggama selama 20 kali ejakulasi atau 3 bulan setelah vasektomi, serta pada orang yang mempunyai problem psikologis hubungan seksual, dapat menyebabkan keadaan semakin terganggu.

Setelah sudah melakukan vasektomi, dianjurkan istirahat selama 2-3 hari, untuk menjaga luka bekas operasi agar tetap bersih dan kering (tidak kena air), minum obat sesuai dengan petunjuk Dokter, kontrol 1 minggu setelah tindakan ke klinik/puskesmas.

Bagi yang tidak boleh melakukan Vasektomi yaitu pasangan suami istri yang masih ingin menambah jumlah anak, pasangan yang belum mempunyai anak ideal dan umur anak terkecil di bawah 2 tahun, suami yang mengidap kencing manis, hernia (turun berok), infeksi di daerah kantung pelir/buah zakar, tekanan darah tinggi, kelainan pembekuan darah dan keadaan kejiwaan yang tidak stabil.

Yang bergerak membantu memberikan pemahaman juga layanan di masyarakat adalah para anggota Motivator KB Pria, bertugas untuk memberikan motivasi dan arahan kepada calon peminat.

Pertanyaannya, bagaimana Vasektomi bisa Didapatkan? Bagi yang berminat untuk mengikuti KB Pria ini, bisa menghubungi UPT KB di kecamatan, atau paguyuban KB Pria setempat, bisa juga datang ke klinik KB, tim mobil unik pelayanan KB, dan rumah sakit pemerintah maupun swasta yang melayani Vasektomi ini. (Advetorial)

1631total visits,2visits today

Komentar

News Feed