Data Corona Indonesia

Terkonfirmasi
3,127,826
+45,416
Meninggal
82,013
+1,415
Sembuh
2,471,678
Active
574,135
Last updated: 24 Juli 2021 - 5:23 pm (+07:00)

Data Corona Selengkapnya Klik di Sini

Indonesia
Terkonfirmasi 3,127,826 +45,416 new today Meninggal 82,013 +1,415 new today Sembuh 2,471,678 Active: 574,135 Last updated: 24 Juli 2021 - 5:23 pm (+07:00)
Link 

Banner
38

Balai Latihan Kerja di Bandung Barat Belum Menyentuh Warga Disabilitas?

  • Bagikan
Gedung BLK Lembang. (foto: blklembang.info)
Gedung BLK Lembang. (foto: blklembang.info)

Padalarang, BANGBARA.COM.– Kebutuhan akan ekonomi bagi masyarakat, sangat menjadi faktor utama. Sehingga lahan pekerjaan menjadi kebutuhan yang sangat mendasar.

Beberapa langkah sudah dilakukan oleh Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam melakukan terobosan ketenagakerjaan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB.

Telah banyak yang dilakukan Pemda KBB untuk solusi ketenagakerjaan dari penyaluran pekerja di daerah KBB, melalui perusahaan lain diluar kota, bahkan di luar negeri.

Namun kondisi ini sepertinya belum menyentuh kepada warga disabilitas, alias warga yang memiliki keterbatasan fisik dalam hal mengolah kemampuan dalam berbagai bidang pelatihan.

Hal ini menjadi perhatian para tokoh masyarakat, maupun para pekerja sosial yang berada di KBB. Lantaran kurangnya perhatian Pemda dalam hal membantu bimbingan pelatihan khusus bagi warga disabilitas.

Agung MH, salah seorang pengusaha sekaligus sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) KBB menyampaikan secara gamblang kepada Bangbara, dimana kebutuhan akan keterampilan para warga disabilitas sangat dibutuhkan.

“Coba pernah dengar atau tidak di KBB ini ada BLK atau tempat pelatihan di KBB yang mengarah pada pelatihan untuk pijat refleksi atau apa saja untuk warga tunanetra, atau disabilitas? Saya puluhan tahun di KBB belum pernah dengar kok, nah ini Disnakertrans nya kemana saja?” papar Agung dengan nada geram. Sabtu, (27/6/2020).

Agung melanjutkan cerita. Menurutnya, pelatihan untuk tenaga pijat refleksi atau ilmu bekam itu bagian solusi bagi para tunanetra yang memiliki keterbatasan dalam penglihatan, sehingga ini kewajiban pemerintah cukup memberikan ilmu saja.

Dengan kondisi ini, Agung menilai kinerja Disnakertrans sangat belum maksimal, sehingga harus ada evaluasi, maupun perbaikan kinerja bagi para pemangku kebijakanya.

Untuk itu Agung berharap ada terobosan yang membuat KBB benar-benar lumpat dengan aktifnya ide brilian dalam mengentaskan kemiskinan dengan berbagai cara.

Warga disabilitas di KBB sangat banyak yang perlu diperhatikan, sehingga perlu adanya pelatihan keterampilan bagi mereka para warga tersebut, tanpa harus selalu diberikan sembako terus nantinya.

“Di KBB ada BLK Lembang yang terkenal. Tapi itu bukan BLK nya KBB, itukan milik kementerian langsung, lalu BLK nya KBB mana? Nah itulah bentuk kerja lembaga Disnakertrans nya yang kurang ide” tegas Agung dengan nada kecewa.

Selain daripada kebutuhan disabilitas yang dimaksud, kebutuhan akan pelatihan bagi para anak yatim piatu, para warga terlantar, yang notabene tanpa harus mengeluarkan biaya, juga sangat diperlukan seperti pelatihan service HP, Fotografi, Videografi, Broadcaster, dan masih banyak bidang keahlian yang tidak tercover oleh lembaga BLK pemerintah.

Di tempat terpisah Tuti Haryanti kepala BLK Lembang saat dimintai keterangan soal pelatihan bagi para Disabilitas, bahwa di tempat BLK Lembang belum ada pelatihan khusus untuk pijat, bekam, atau lainya yang diperuntukan untuk para tunanetra atau para Disabilitas lainya.

“Untuk pelatihan seputar itu, kami belum ada disini” pungkas Tuti secara singkat melalui pesan WhatsApp kepada Bangbara.

Sementara itu untuk mendapatkan informasi lengkapnya terkait hal ini, Kepala Disnakertrans KBB sampai kabar ini dilansir, belum dapat di hubungi

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

banner 728x90
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *