oleh

Bagai Mendapat Durian Runtuh, 35 Pelaku UMKM KBB Membuat 75 Ribu Masker Pesanan Bupati

Link Banner

Ngamprah, BANGBARA.COM. – Sebanyak 35 pelaku konveksi yang tergabung dalam Forum Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bandung Barat (KBB), kebanjiran pesanan membuat 75.000 pcs masker kain di tengah lesunya sektor ekonomi dalam kondisi wabah Covid-19.

Pesanan masker tersebut datang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat yang nantinya untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat di KBB. Tentunya, hal tersebut menjadi sebuah keuntungan di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Link Banner

“Alhamdulillah, kami dipercaya untuk membuat masker itu. Tidak tanggung-tanggung jumlah pesanannya mencapai 75.000 pcs”, ujar Prana Azis Sasdara, Ketua Forum UMKM KBB saat ditemui media di Kampung Ngamprah Kidul RT01 RW 02, DesaNgamprah, Kecamatan Ngamprah, KBB, Rabu (15/04/2020).

Prana Azis Sasdara, Ketua Forum UMKM KBB
Prana Azis Sasdara, Ketua Forum UMKM KBB

Bagi UMKM, mendapat pesanan tersebut ibarat ketiban durian runtuh. Pasalnya, sejak pandemi Covid-19, usaha konfeksi pun anjlok karena pesanan produksi berkurang. Otomatis pendapatan para karyawannya ikut terkena imbasnya.

Menurut Prana, jika pada kondisi normal para penjahit rata-rata hanya mendapat upah Rp600 ribu per pekan, saat ini justru berlipat hingga Rp1,5 sampai Rp2 juta per pekan. Keuntungan lainpun dirasakan karyawan yang bertugas menyetrika dan bagian packing sekarang bisa mendapatkan upah Rp200-300 ribu per pekannya.

“Untuk mengerjakan order tersebut dibantu oleh 35 pelaku usaha dengan sistem pengerjaannya disebar di lima tempat di luar Kecamatan Ngamprah, seperti di Kecamatan Cihampelas, Cililin, Cipatat dan Cikalongwetan”, terangnya.

Selain kebanjiran order masker, UMKM juga mendapat pesanan Alat Pelindung Diri (APD). Untuk APD, produksinya dipusatkan di Padalarang dengan pengerjaannya di Cipeundeuy, Gununghalu dan Batujajar.

“Sebelumnya kami ikut TOT (Traning of Trainer) pembuatan APD. Karena kami harus ada standarisasi seperti bahan yang dipakai itu non waterproof atau minimal micro faiber seperti itu,” jelasnya.

Baca Juga,  Pemandangan Lautan Sampah Tak Sedap Dipandang Muncul Lagi di Lokasi Sungai Jembatan BBS Batujajar

Dirinyapun mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bandung Barat yang peduli terhadap nasib para pelaku UMKM. Karena pesanan masker itu, peluang usahanya kian terbuka lebar karena mulai banyak pesanan dari daerah lain.

“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati disaat terpuruk seperti sekarang kami bisa dapat rezeki membuat masker. Bahkan tidak hanya order dari Pak Bupati saja, tapi akhirnya dapat lagi dari yang lain atas inisiasi beliau (Bupati)”, pungkasnya.

Wewen Sarwendah, Kepala Bidang UMKM pada Dinas UMKM dan Koperasi KBB.
Wewen Sarwendah, Kepala Bidang UMKM pada Dinas UMKM dan Koperasi KBB.

Sementara itu Kepala Bidang UMKM pada Dinas UMKM dan Koperasi KBB, Wewen Sarwendah mengatakan, pemesanan masker diberikan kepada UMKM atas insiatif Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna. Ia menyatakan lega karena order itu jatuhnya kepada UMKM, yang saat ini kondisi usahanya sedang melemah.

“Mulanya saya bingung pesanan yang segitu banyak, apakah bisa dikerjakan sama UMKM atau tidak. Karena menyangkut modal dan hal lainnya. Tapi, ketika Bupati menyediakan modal sebesar Rp80 juta, kebingunganpun bisa terpecahkan. Ternyata pesanan sebanyak 75.000 pcs, bisa rampung juga dikerjakan oleh 35 pelaku usaha,” ungkap Wewen.

Ditambahkan oleh Wewen, jika mau sebenarnya bisa saja orderan ini diserahkan kepada pelaku usaha yang besar, namun karena keberpihakan Bupati akhirnya diserahkan kepada UMKM.

“Terima kasih Bupati sudah peduli kepada UMKM yang omzetnya menurun karena Covid-19 ini. Dengan adanya program dan kebijakan Bupati membuat 75.000 masker, akhirnya bisa membantu pelaku UMKM mencari nafkan dan menghidupi keluarganya lagi”, pungkas Wewen.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Link Banner
Link Banner

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed