oleh

Awak Bus Goodwill Akui Naikan Tarif Hingga 40%, Efek Corona Drastis Penurunan Jumlah Penumpang

Bandung, BANGBARA.COM. – Pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal ternyata berimbas terhadap kenaikan tarif angkutan umum terutama Bus Antar Daerah baik Dalam maupun Luar Provinsi.

Salah satunya adalah PT Bus Goodwill Putra Suka Senang yang berkantor di Jalan Jenderal Sudirman No.666, Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung, yang mempunyai jalur trayek Bandung-Tegal-Bumiayu-Purwokerto.

Sejak diterapkannya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah bulan Februari 2020 lalu, jumlah penumpang mengalami penurunan yang cukup drastis yang berimbas terhadap pelaku jasa angkutan seperti pengelola, sopir, maupun kondektur.

“Sebelum ada Covid-19, kalau hari libur seperti lebaran biasanya semua kursi penuh terisi penumpang. Namun semenjak adanya Covid-19 apalagi aturan PSBB, boro boro penuh, paling juga 6-10 penumpang. Kita mah bersyukur saja mas demi anak istri, karena kalau kita gak kerja mereka makan apa”, ujar Iwan (40) salah seorang supir Full Bus milik PT Goodwill yang ditemui Tim Bangbara, Sabtu (01/08/2020).

Dilanjutkannya, akibat kejadian tersebut akhirnya Pengelola Bus mengambil langkah inisatif yaitu memberikan tunjangan berupa uang separuh gaji untuk supir, kondektur dan para crew bus tersebut .

“Alhamdulillah, Pengelola Bus melalui Pak Ntis Sutisna memberikan uang tunjangan untuk kita bertahan di rumah, dan untungnya tidak ada pengurangan karyawan”, jelas Iwan yang didampingi Heri (33) sang kondektur.

Iwan melanjutkan, setelah dicabutnya PSBB dan mulai diterapkannya AKB dan penumpang mulai berangsur normal kembali, Pengelola mengambil kebijakan dengan menaikkan tarif hingga 40%.

“Yah, mungkin untuk menstabilkan kondisi perekonomian yang sebelumnya terpuruk saat PSBB. Tapi penumpang juga tidak ada yang keberatan kok, karena kenaikan tarifnya tidak terlalu besar, apalagi dengan di adanya Bus yang beroperasi sangatlah membantu akses masyarakat yang ingin keluar kota”, ungkap Iwan kembali.

Baca Juga,  Modal Informasi Masyarakat, KPK Bongkar Suap Pemkot Cimahi, Ternyata Begini Ceritanya

Iwan juga menyebutkan, Perusahaan tempatnya bekerja tetap dan selalu mengutamakan protokol kesehatan hingga saat ini baik untuk Crew ataupun penumpang seperti mewajibkan memakai masker, menyediakan Hand Sanitizer, dan mengatur jarak penumpang di dalam Bus.

“Semoga pandemi ini bisa cepat berlalu, hingga perekonomian bisa stabil kembali dan semua Full Bus yang ada di Indonesia bisa aktif kembali”, harapnya.

Siti Khadijah salah seorang penumpang warga Tegal, yang ditemui di dalam Bus trayek Bandung-Purwokerto yang ditemui juga menyatakan tidak keberatan dengan adanya kenaikan tarif Bus tersebut.

“Biasanya ongkos dari Tegal ke Bandung dan sebaliknya Rp70.000, namun sekarang jadi Rp110.000. Lumayan juga sih naiknya walau tidak terlalu besar. Tapi itu gak masalah demi bisa ketemu anak. Apalagi saya sudah langganan juga pakai bus ini”, ucapnya.

Reporter: Abdul Kholilulloh
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed