oleh

Antisipasi Peningkatan Pasien Covid 19, RSUD Cikalong Wetan Siapkan Penambahan Tempat Tidur

Cikalongwetan, BANGBARA.COM. – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), akan menambah jumlah tempat tidur rawat inap pasien Covid-19 dalam waktu dekat ini setelah sebelumnya telah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat sebagai salah satu Rumah Sakit pusat rujukan rawat pasien Covid-19.

Hal ini disampaikan oleh Direktur RSUD Cikalongwetan, Ridwan Abdullah Putra saat dihubungi disela-sela kesibukannya mengisi acara Training dan Workshop Maternal Neonatal di aula RSUD Cikalongwetan, Sabtu (09/01/2021).

Ridwan menyebut keinginan menambah jumlah tempat tidur tersebut dipicu oleh semakin meningkatkatnya jumlah kasus di Bandung Barat khususnya dan Bandung Raya pada umumnya dan tidak tertampungnya pasien-pasien yang bergejala oleh rumah sakit yang ada saat ini.

“Saya sering mendapat telepon dan pesan akan permintaan pasien rawat bergejala dua minggu terakhir ini, namun apa daya karna tempat tidur ruang isolasi pada penuh terpaksa kami tidak bisa melayaninya”, ungkap Ridwan dengan lirih.

Dirinya beranggapan tingginya kasus Covid-19 saat ini dipicu oleh liburan panjang natal dan tahun baru yang lalu, disamping juga semakin lemahnya penerapan dan kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan sehingga kasus melonjak tajam akhir-akhir ini.

Ridwan memperkirakan kasus akan terus bertambah mengingat virus sudah menyebar sampai ke mana-mana dan menyasar terutama masyarakat yang memiliki faktor risiko (komorbid).

Ridwan mengungkapkan, sebagai ahli Kebidanan dan Penyakit Kandungan yang biasa menolong persalinan, di tiga bulan terakhir ini dirinya menemukan kasus-kasus ibu hamil yang terkonfirmasi Covid-19 meningkat tajam.

Hal ini menyebabkan sulit merujuk ke tempat persalinan atau rumah sakit yang memenuhi persyaratan ibu hamil dengan konfirmasi Covid ini. Bahkan saat ini ada kasus ibu yang pasca melahirkan sedang dirawat di zona merah dengan bantuan ventilator saat ini di ruang isolasi Covid-19 di RSUD Cikalongwetan.

Baca Juga,  Luput dari Perhatian Pemda KBB, 2 Gedung RSUD Cikawet Terancam Longsor Sejak 2017
Ridwan Abdulah Putra, Dirut RSUD Cikalong Wetan, KBB. (foto: istimewa).
Ridwan Abdulah Putra, Direktur RSUD Cikalong Wetan, KBB. (foto: istimewa).

“Kadang merasa sedih dan miris rasanya mendapatkan ibu-ibu yang mau melahirkan namun ditolak oleh karena tidak tersedianya sarana dan fasilitas yang memadai untuk penderita Covid ini”, ungkap Ridwan.

Lebih lanjut Ridwan mengungkapkan kesiapan RSUD Cikalongwetan untuk menambah tempat tidur untuk penderita Covid-19 ini akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Insya Allah Senin (11/01/2021) besok kita sudah bisa merawat lebih banyak pasien ini dan kita berkeinginan menjadikan RSUD Cikalongwetan ini sebagai pusat perawatan Covid-19 di wilayah Bandung Barat, bahkan nantinya 80% tempat tidur dari 130 tempat tidur yang ada akan kita alokasikan khusus untuk penderita Covid-19 yang bergejala ini”, tegasnya.

Namun Ridwan menjamin pihaknya telah menyiapkan ruang-ruang khusus juga untuk perawatan pasien non Covid-19 dengan area yang terpisah namun memang dengan jumlah yang terbatas dan juga memastikan untuk tindakan-tindakan operasi dan poliklinik masih bisa tetap berjalan seperti biasanya.

Saat disinggung mengenai kendala-kendala apa saja yang mungkin timbul saat kapasitas tempat tidur pasien Covid-19 ini ditambah, Ridwan mengungkapkan beberapa hal.

“Kendala kita adalah masalah ketersedian sarana pendukung lainnya seperti Alat Pelindung Diri (APD), alat bantu diagnosis dan obat-obatan yang masih sangat terbatas serta jumlah SDM yang masih kurang”, jelasnya.

Untuk itulah dirinya berharap ada dukungan dari pihak terkait untuk mewujudkan keinginan mulia tersebut, karena pihaknya tidak bisa berjalan sendiri jika tidak di backup oleh Pemerintah Daerah khusunya dan masyarakat KBB umumnya.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed