oleh

Air Bersih KBB-Cimahi Lumpuh, Haji Kosasih: ‘Bukan Tanggul Jebol, Pemerintah Tolong Bantu’

Padalarang, BANGBARA.COM. – Hancur dan hanyutnya pipa milik PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) dan PMGS (Perdana Multi Guna Sarana) saat terjadi hujan deras pada Selasa (20/10/2020) lalu, ternyata  bukan di sebabkan oleh jebolnya tanggul air.

Hal ini ditegaskan oleh Haji Kosasih Dermawan, Pemilik dan pengelola CIC (Ciwangun Indah Camp), sekaligus Ketua Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) yang mengetahui persis keadaan di lokasi.

“Tidak ada tanggul disana, yang ada itu pintu air. Jadi gini, 2 hari sebelumnya ada longsor, nah saat itu ada hujan besar pada Selasa, (20/10/2020) kemudian terjadilah banjir bandang”, jelas pria yang akrab disapa Haji Kosasih ini, saat dihubungi Kamis, (22/10/2020).

Menurutnya, karena sebelumnya ada longsor menutupi sungai, maka ketika air sudah penuh banyak matrial longsor tidak kuat menahan lalu hujan deras sepanjang hari. Maka terjadilah banjir bandang secara seketika yang merusak pipa-pipa air masyarakat yang ada di bawahnya.

Haji Kosasih Dermawan, Pemilik Ciwangun Indah Camp (CIC) dan Ketua P3A.
Haji Kosasih Dermawan, Pemilik Ciwangun Indah Camp (CIC) dan Ketua P3A.

“Jadi, karena besarnya banjir bandang inilah penyebabnya, bahkan jembatan saja ada yang juga yang hancur karena derasnya air yang menghantam”, tegas Haji Kosasih.

Dilanjutkannya, perbaikan dan pembersihan sudah mulai dilakukan sejak kemarin (Rabu, 21/10/2020), dengan menggunakan anggaran secara swadaya tanpa ada bantuan Pemerintah.

“Anggarannya swadaya dari masyarakat, PMGS, dan juga PDAM Tirta Rahaja, dengan tenaga dari warga dan anggota P3A, sama sekali tidak ada bantuan dari Pemerintah”, ungkap Haji Kosasih.

Dirinya berharap adanya kepedulian Pemerintah baik Provinsi maupun Daerah melalui Dinas terkait, karena air merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

“Untuk pemerintah tolong bantu, minimal bisa membantu perbaikan pintu air. Karena pintu air itu sudah ada sejak jaman Belanda namun tidak terawat. Jangan sampai nanti terjadi lagi kejadian seperti ini. Apalagi pipa-pipa disini untuk mengairi banyak wilayah seperti Lembang, Parongpong, Cisarua, Ngamprah, Padalarang dan sebagian Kota Cimahi melalui PDAM”, jelasnya.

Baca Juga,  Tanam dan Merawat Pohon, di Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional 2020

Haji Kosasih mengungkapkan perbaikan pipa-pipa yang hancur dan rusak tersebut diperkirakan bisa selesai dalam waktu 1-2 hari ke depan.

“Saat ini sebenarnya air sudah mulai mengalir, namun sekalian sedang dibersihkan sampah-sampahnya. Insya Allah 1-2 hari ini akan normal kembali”, pungkasnya.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed