oleh

6 Tuntutan Tidak Terealisasi, Ratusan Karyawan Ultra Unjuk Rasa 2 Hari

Cimareme, BANGBARA.COM – Sekitar pukul 8.30 Wib Ratusan karyawan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk, menggelar aksi unjuk rasa dengan melakukan aksi mogok kerja massal yang direncanakan selama dua hari, dan dimulai pada hari ini Rabu-Kamis (12-13/9/2018).

Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (PUK SP RTMM), Kiki Permana Saputra menyampaikan kepada Bangbara.com bahwa dari aksi tuntutan ratusan karyawan ini sebanyak enam poin tidak ada satupun yang di sepakati oleh pihak perusahaan.

“Yaa singkatnya sesuai surat ke 6 poin, Yang mana dari ke 6 poin tuntutan di atas tersebut, tidak ada satupun poin yg di sepakati atau di laksanakan oleh perusahaan. Ketentuan uang pensiun yang pernah berjalan di Perusahaan sesuai dgn ketentuan aturan uu 13 thn 2003. “Tutur Kiki.

Dimana tuntutan para ratusan Karyawan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk itu diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Kembalikan kebijakan perusahaan terkait pensiun 2+1 ketentuan yang sudah menjadi kebiasaan sebelum adanya kesepakatan.

2. Meminta penetapan batas maximun usia pensiun sesuai PP 45 tahun 2015.

3. Memasukkan batas usia pensiun pada Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sesuai dengan kesepakatan bersama.

4. Segera dilaksanakan acara tahunan temu akrab yang sudah menjadi kebiasaan tiap tahunya, dan melibatkan keluarga.

5. Jangan ada outsourching di Corebussines (OMS dan CMS) sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dan segera melaksanakan sesuai nota pemeriksaan dari pengawasan DISNAKERTRANS provinsi Jabar dengan nomor surat : B. 756/775.IV/Will. IV dan anjuran hasil mediasi dengan DISNAKERTRANS KBB dengan nomor surat : 560/399/HIS/IV/2018.

6. Jangan ada peraturan perusahaan perjanjian diatas kerjasama sesuai dengan amanat UU Ketenagakerjaan 13 tahun 2003, pasal 108.

Para Karyawan tersebut menggelar aksi duduk di halaman pabrik di Jalan Raya Cimareme, Gadobangkong, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dengan enam tuntutan yang menjadi prioritas bagi para pekerja di perusahaan tersebut.

Kiki menyampaikan, aksi unjuk rasa ini juga mendapatkan dukungan penuh dari berbagai gabungan Serikat pekerja (SP) serta Serikat Buruh (SB) Seperti dari DPC SBSI’92, DPC SPN KBB, DPC Konfederasi SPSI, PC SP TSK, FSP KEP SPSI, dan beberapa SP dan SB lainnya, yang berada di KBB.

Pertemuan sempat digelar di Kantor Disnaker KBB dengan perwakilan pengurus, tapi tetap tidak sesuai dengan keinginan buruh. “Tidak ada solusi yang disepakati karena mereka bukan penentu kebijakan. Maka kami pastikan aksi besok tetap akan dilakukan,” paparnya.

Kiki berharap apa yang menjadi tuntutan karyawan bisa didengar oleh pihak perusahaan, karena itu merupakan hak dasar dari karyawan yang selayaknya diberikan.

Disinggung apakah ada upaya mediasi yang ditawarkan perusahaan agar aksi mogok kerja ini tidak dilakukan, Kiki menyebutkan hal itu pernah dilakukan. Namun yang datang bukan manajemen perusahaan langsung melainkan pengacaranya yang diberi kuasa oleh perusahaan. (Adn)

1277total visits,2visits today

Komentar

News Feed