oleh

3 Bulan Pendamping PKH dan Kades Ini Rawat Warga Yang Sakit, Akhirnya Mak Epon Tutup Usia

Link Banner

Padalarang, BANGBARA.COM.- Kondisi memprihatinkan dengan derita pendarahan pada otak yang dialami oleh Epon Rahayu (47) Kampung Cihaliwung Atas RT04 RW07 Desa Kertamulya Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kepala Desa Kertamulya Farhan Fauzi dibantu Pendamping Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Padalarang Amalia Kurniasari, Peni Hermawanti, dan Koordinatornya Ajat Sudrajat mendampingi Mak Epon dengan memberikan bantuan kebutuhan perawatanya.

Link Banner
Link Banner

Perawatan ini dikabarkan berlangsung sudah selama 3 Bulan yaitu 2 bulan melalui perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dilanjutkan dilakukan perawatan di rumah selama 1 bulan yaitu sejak 20 Juni 2020. Hingga pada akhirnya Mak Epon panggilan akrabnya ini meninggal dunia di usia ke 47 tahun pada 20 Juli lalu.

“Ya benar, kami sudah mencoba memberikan yang terbaik dengan anggaran patungan dari sana sini untuk membantu Mak Epon. Namun Allah berkehendak lain, semoga Almarhum Mak Epon diberikan tempat terbaik oleh Allah, serta Keluarganya diberikan ketabahan.” Ucap Kades Farhan saat dimintai keterangan, Selasa, (4/8/2020).

Kepala Desa Kertamulya Farhan Fauzi. (Foto: Addien)

Menurutnya, pihak Desa dibantu oleh para pendamping PKH yang selalu aktif tidak hanya sebatas terpenuhinya hak dan kewajiban Keluarga Penerima Manfaat (KPM) saja, lebih dari pada itu ada peran pendamping yang lebih jauh lagi terkait pada kepedulian pendamping PKH terhadap kehidupan KPM dengan segala problematikanya.

Pada saat menjalani perawatan, KPM tersebut (Keluarga Mak Epon) kesulitan untuk menebus alat kesehatan yang harus dimilikinya karena alat kesehatan tersebut tidak termasuk pada tanggungan asuransi BPJS.

Akhirnya bantuan yang diberikan oleh pendamping PKH pada KPM tersebut adalah dengan menangung biaya alat kesehatan yang harus ditebus oleh KPM tersebut.

Setelah 2 bulan melalui perawatan di RSHS, pihak keluarga ingin dilakukan perawatan di rumah. Sehingga solusi berikutnya adalah pihak desa melakukan pengadaan alat untuk perawatan tersebut.

Baca Juga,  Lagi Tidur Petugas Damkar KBB Ini Dibangunkan Karena ada Kabar Kebakaran, Ehh Ternyata Kena PRANK

Sebuah alat Suction Pump sebagai Alat hisap cairan lendir dengan harga 2.5 juta dengan hasil dana sosial dari Pelaksana Program Keluarga Harapan (PPKH) yang akhirnya dapat dibeli untuk kebutuhan perawatan Mak Epon ini.

Opa mustopa (51) Suami Mak Epon saat menerima alat Suction Pump (penyedot cairan dalam otak). (Foto: Dok PKH)

Suction pump adalah suatu alat untuk menghisap cairan yang tidak dibutuhkan pada tubuh manusia. Nama lain dari suction pump ini adalah Vacuum regulator.

Penggunaan Suction Pump ini biasanya digunakan oleh ahli atau dokter anestesi. Para ahli dan dokter tersebut akan menggunakan alat ini jika dalam kondisi tertentu seperti pada saat operasi terdapat cairan yang dapat menghalangi proses operasi atau kondisi darurat yang membahayakan pasien.

Saat ditanya sumber anggaran yang digunakan membeli alat tersebut, Farhan membeberkan, bahwa biaya tersebut berasal dari dana sosial yang dimiliki oleh PPKH Kecamatan Padalarang yang dihimpun dari dana gotong royong yang disisihkan dari honor pendamping pada setiap bulan.

“Anggaran ini dari dana sosial yang yang dimiliki oleh PPKH. Ya beginilah tugas pendamping seringkali menjadi tumpuan harapan para KPM, manakala KPM tersebut dihadapkan pada berbagai macam persoalan hidup yang menimpanya.”terangnya.

Salah satu bentuk kepedulian pendamping PKH adalah membantu KPM ketika yang menghadapi masalah pada saat ada KPM yang sakit dan harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, seperti yang dialami oleh salahsatu KPM yang ada di Desa Kertamulya Kecamatan Padalarang.

“Oleh karena itu pendamping harus senantiasa siap dan hadir untuk mengabdikan dirinya guna memecahkan persoalan-persoalan yang menimpa KPM walaupun seringkali diluar Tupoksinya.” Tambahnya.

Reporter: Mohammad Addien

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed